17:00 . Rencana Kerja Pengadaan Tanah Waduk Jadi I Mulai Dilelang   |   14:00 . Kekurangan Siswa, 20 SD dan SMA Negeri Tuban Ditutup   |   11:00 . Mengaku Terima Bisikan Ghaib, Warga Rengel Habisi Tetangga Pakai Balok Kayu   |   10:00 . Teh Telang Kemasan: Solusi Nikmati Minuman Herbal Praktis   |   08:00 . Diserbu Warga Luar Kota, Swab PCR Mandiri di RSUD Koesma Tuban Ditutup Sementara   |   07:00 . Merantau Bisa Latih Imajinasi Otak Anak, Ini Penjelasannya   |   19:00 . Seni Karawitan Ramaikan Tradisi Manganan di Desa Klotok   |   18:00 . Tumpah Ruah, Guyub Rukun Warga Plumpang Wiwit Padi   |   15:00 . Saat Beroperasi, Kilang Tuban Butuh Listrik 678 Megawatt   |   14:00 . Desa Bejagung Kejar Target 62 Persen Capaian Vaksin   |   13:00 . Lomba Binter TNI-AD Tahun 2021, Kodim 0811 Tuban Melaju ke Nasional   |   12:00 . Terkendala Stok, Vaksinasi di Tuban Masih Kurang dari 30 Persen   |   09:00 . Berikutnya, Penyakit yang Rawan Menjangkiti Kucing   |   07:00 . Kena Diabetes, Waspadai Hiperglikemia   |   21:00 . PBNU Putuskan Muktamar Digelar 23-25 Desember 2021   |  
Mon, 27 September 2021
Jl. Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Pilkada Tuban 2020

Rakor Pemasangan APK Berlangsung Alot, KPU: Masih Perlu Koordinasi

bloktuban.com | Tuesday, 22 September 2020 18:00

Rakor Pemasangan APK Berlangsung Alot, KPU: Masih Perlu Koordinasi

Reporter: Khoirul Huda

blokTuban.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tuban menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) penetapan titik pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK) Pilkada serentak tahun 2020, Selasa (22/9/2020).

Rakor di Kantor KPU Tuban yang diikuti Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Perwakilan Pasangan Calon (Paslon), serta Stakeholder terkait yang terdiri dari, TNI, Polri, Kesbangpol, Dishub, Satpol PP berlangsung alot.

Bahkan, pantauan blokTuban.com hingga rakor selesai belum ada keputusan terkait penetapan titik pemasangan APK selama masa kampanye yang akan berlangsung mulai (26/9/2020).

Komisioner KPU Kabupaten Tuban Divisi Sosdiklih, SDM, dan Parmas, Zakiyatul Munawaroh mengatakan, rakor bersama stakeholder berkaitan dengan titik pemasangan APK, jadwal kampanye, rapat umum serta penentuan jumlah APK/BK.

"Kegiatan ini masih membutuhkan koordinasi lebih lanjut terkait titik pemasangan APK, begitu juga dengan jadwal kampanyenya. Nanti akan ada pertemuan selanjutnya untuk hari ini baru menyepakati jumlah APK/BK yang akan dibuat masing-masing paslon," terang Zakiyatul Munawaroh.

Dia menambahkan, terkait dengan jumlah APK/BK, para perwakilan paslon sepakat mengacu pada PKPU Nomor 10 Tahun 2020, hingga menunggu PKPU Kampanye disahkan. Sedangkan, untuk titik pemasangan APK sementara ini mengacu pada Perbup Nomor 1 tahun 2018.

"Kami masih menunggu PKPU Kampanye yang belum disahkan, dan yang jelas paslon sepakat apa yang tertulis di PKPU itu dimaksimalkan," jelasnya.

Untuk selanjutnya, rakor bersama stakeholder berkaitan dengan titik pemasangan APK, jadwal kampanye, rapat umum tersebut akan kembali dilaksanakan dan akan diputuskan hingga sebelum tanggal (26/9/2020). [hud/lis]

Tag : Apk, rakor



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 07 August 2021 14:00

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf Aliansi alumni dan mahasiswa IAINU Kabupaten Tuban pada Sabtu (7/8/2021) pagi menggereduk gedung rektorat yang terletak di Jalan Manunggal Kelurahan Sukolilo, Kecamatan/Kabupaten Tuban. Kedatangan puluhan massa tersebut untuk menanyakan legalitas...

    read more