20:00 . Menuju New Normal, Corona di Tuban Bertambah Jadi 43 Kasus Positif   |   19:00 . PBG Tuban: Kembangkan Inovasi, Lahirkan Prestasi   |   18:00 . Cerita Pasien Positif Asal Tuban Sembuh dari Corona, Sempat Dikucilkan Tetangga   |   17:00 . Door To Door, PHE Pastikan Bantuan Tepat Sasaran   |   11:00 . Kades Bandel Tak Setor LKPPD ke BPD   |   10:00 . Perketat Protokol Kesehatan di Pusat Keramaian hingga Desa   |   09:00 . Alasan Bupati Tuban Menolak PSBB, Tak Ingin Lebih Miskin Lagi   |   08:00 . Dua Malam, Petugas Sita 41 Hp Pengunjung Warkop yang Tak Gunakan Masker   |   07:00 . 5 Cara Hilangkan Rasa Baper Terhadap Mantan   |   15:00 . Perdana, Kampung Tangguh Semeru Tuban Diresmikan   |   14:00 . Kemenag Tuban Beri Pembinaan Physical Distancing Kepada Ta'mir Masjid   |   13:00 . Bandel Tak Pakai Masker, Petugas Sita Hp Pengunjung dan Pemilik Warkop   |   12:00 . Klaster Pasar Rawan Corona, Semua Pedagang di Rapid Tes Ulang   |   11:00 . Total Dana Penanganan Corona di Tuban 240 Miliar, Baru Terpakai 10 Persen   |   07:00 . 5 Tips Menghindari Bau Apek pada Hijab   |  
Fri, 29 May 2020
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Saturday, 23 May 2020 13:00

Bertahan di Tengah Pandemi, Bengkoang Parengan Masih Diminati

Bertahan di Tengah Pandemi, Bengkoang Parengan Masih Diminati

Reporter: M. Anang Febri

blokTuban.com - Panenan buah bengkoang yang ada disekitar wilayah Kecamatan Parengan, tengah mencapai siklus puncak. Kendati begitu, tak sedikit petani maupun pedagang yang mengeluh, sebab penjual yang naik turun akibat dampak pandemik Covid-19.

"Ya, sedikit banyak masih ada peminatnya. Alhamdulillah, disyukuri saja," kata Narto, pedagang bengkoang asal Ponco, Desa Suciharjo, Kecamatan Parengan, Sabtu (23/5/2010).

Pedagang muda itu mengaku, pada hari biasanya sebelum huru-hara Civid-19, buah bengkoang bisa laris ditebas pemborong dari berbagai kota. Seperti Juwono, Lamongan, Gresik, Pati, Kudus, dab banyak wilayah kota di Jawa Tengah.

Namun, pada waktu ini, penilaian hanya bisa dilakukan separuh wilayah saja. Sebab, dampak pembatasan wilayah, dan krisis yang melanda di hampir semua lini masyarakat.

"Jadinya juga pengaruh sama harga jualnya," tambahnya.

Hal senada juga dipaparkan Kuri, petani di Desa Mojimalang, Kecamatan Parengan. Diakuinya, penjualan buah bengkoang lumayan sulit pada waktu seperti ini.

"Sulit pasang harga. Saya jualnya per ikat. Ikatan kecil, sama ada yang besar. Itu juga banyak yang nawar. Pokoknya kalau ada untung, lepas saja," terang dia.

Untuk harga per ikatan kecil berisi 4 untai, biasanya dibandrol antar 20 hingga 30 ribu. Sedangkan ikatan besar, dijual dengan harga 50 hingga 60 ribu rupiah. [feb/ito].

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Tag : panen, bengkoang, parengan, tuban



PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more