15:00 . Bawaslu dan KPU Akui Kampanye Virtual di Pilkada Tuban Nihil   |   12:00 . Bupati Resmikan Pasar Rakyat di Kenduruan   |   11:00 . 1.500 Kader NU Apel Siaga Pilkada Damai   |   09:00 . Kebakaran Kios Kopi di Semanding Berawal dari Sebotol Bensin   |   07:00 . 6 Cara Sederhana Mencegah Anak Stres karena PJJ   |   19:00 . Musim Penghujan, Harga Cabai Meroket   |   16:00 . Kesetrum, Warga Guwoterus Jatuh dari Pohon   |   15:00 . Penerimaan PBB-P2 2020 Lampui Target   |   14:00 . DIPA Tuban 2021 Sebesar Rp303 Miliar, TKDD Rp1,6 Triliun   |   13:00 . Kapolres Sebut Pria Meningalnya Tanpa Busana di Hotel Tuban Punya Riwayat Sakit Jantung   |   12:00 . Lapas Tuban Dikunjungi TPN Kemenpan RB   |   11:00 . Apel Pengamanan Pilkada, Polres dan Kodim Tuban Kerahkan Hampir 1000 Personel   |   08:00 . Mengintip Kerajinan Pelapah Pisang   |   07:00 . Membangun "Chemistry" Kuat dengan Percakapan Sederhana   |   19:00 . Begini Harapan Kades, Setelah Ganjar Pranowo Datangi Makam Sunan Bejagung   |  
Wed, 02 December 2020
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Saturday, 23 May 2020 13:00

Bertahan di Tengah Pandemi, Bengkoang Parengan Masih Diminati

Bertahan di Tengah Pandemi, Bengkoang Parengan Masih Diminati

Reporter: M. Anang Febri

blokTuban.com - Panenan buah bengkoang yang ada disekitar wilayah Kecamatan Parengan, tengah mencapai siklus puncak. Kendati begitu, tak sedikit petani maupun pedagang yang mengeluh, sebab penjual yang naik turun akibat dampak pandemik Covid-19.

"Ya, sedikit banyak masih ada peminatnya. Alhamdulillah, disyukuri saja," kata Narto, pedagang bengkoang asal Ponco, Desa Suciharjo, Kecamatan Parengan, Sabtu (23/5/2010).

Pedagang muda itu mengaku, pada hari biasanya sebelum huru-hara Civid-19, buah bengkoang bisa laris ditebas pemborong dari berbagai kota. Seperti Juwono, Lamongan, Gresik, Pati, Kudus, dab banyak wilayah kota di Jawa Tengah.

Namun, pada waktu ini, penilaian hanya bisa dilakukan separuh wilayah saja. Sebab, dampak pembatasan wilayah, dan krisis yang melanda di hampir semua lini masyarakat.

"Jadinya juga pengaruh sama harga jualnya," tambahnya.

Hal senada juga dipaparkan Kuri, petani di Desa Mojimalang, Kecamatan Parengan. Diakuinya, penjualan buah bengkoang lumayan sulit pada waktu seperti ini.

"Sulit pasang harga. Saya jualnya per ikat. Ikatan kecil, sama ada yang besar. Itu juga banyak yang nawar. Pokoknya kalau ada untung, lepas saja," terang dia.

Untuk harga per ikatan kecil berisi 4 untai, biasanya dibandrol antar 20 hingga 30 ribu. Sedangkan ikatan besar, dijual dengan harga 50 hingga 60 ribu rupiah. [feb/ito].

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Tag : panen, bengkoang, parengan, tuban



PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Thursday, 26 November 2020 14:00

    Selamat, Kak Bibin Resmi Lepas Lajang

    Selamat, Kak Bibin Resmi Lepas Lajang Momen bahagia kembali dirasakan Keluarga besar Blok Media Group (BMG). Personil dari Blok Multimedia (anak perusahaan BMG), M. Tholibin resmi melepas masa lajangnya setelah menyunting pujaan hatinya, Siti Muza'roah....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more