17:00 . Curi Motor di Tuban, Dua Penadah Asal Banyuwangi Dibekuk Polisi   |   16:00 . Tumpukan Ban Bekas Terbakar, Nyaris Merembet ke Bengkel   |   15:00 . Predikat KLA Tuban Naik Jadi Tingkat Madya   |   12:00 . Banyak Warga Miskin Tak Dapat Bansos   |   08:00 . Bigini Landskap Media Digital di Indonesia Versi AMSI   |   07:00 . Lebih Baik Minum Air Panas saat Cuaca Panas, Ini Sebabnya!   |   18:00 . Gandeng Mahasiswa, Kapolres Tuban Bagikan Bansos Kepada Warga Terdampak Covid-19   |   17:00 . Warga Merakurak Meninggal Usai Pesta Miras di Jenu   |   16:00 . Simak Jadwal Dispensasi Perpanjang SIM Yang Habis Masa Berlakunya Saat PPKM   |   15:00 . FPKB DPRD Kritik Kebijakan Bupati Pangkas Anggaran KONI   |   14:00 . Hati-hati Calo Plasma Sudah Berkeliaran di Tuban   |   13:00 . Anggaran KONI Dikepras, FPKB Teriak   |   12:00 . Ringankan Beban Warga, Lapas Salurkan 50 Paket Sembako   |   11:00 . Sidak Bansos, Bupati Sorot Kinerja Pendamping, Agen hingga Supplier   |   09:00 . Kapolda Jateng Ajak Warga Pergerakan Jalan Bareng   |  
Sat, 31 July 2021
Jl Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Bikin Handsanitizer Mandiri dan Optimalkan Kunjungan Online

bloktuban.com | Saturday, 21 March 2020 09:00

Bikin Handsanitizer Mandiri dan Optimalkan Kunjungan Online

Reporter: Ali Imron

blokTuban.com - Kewaspadaan terhadap wabah Virus Corona (Covid-19) juga dilakukan di lingkungan Lapas Kelas II B Tuban. Untuk menyeterilkan area, petugas lapas di Jalan Veteran ini membuat handsanitizer secara mandiri, Sabtu (21/3/2020).

Cukup mudah untuk membuat handsanitizer. Perlu disiapkan alkohol 70 persen 1 liter dan 200 mililiter Aloevera. Kedua bahan tersebut dicampur di botol dan sudah siap digunakan.

Alasan menggunakan bahan Aloevera untuk menjaga kelembapan. Sedangkan jika hanya memakai alkohol akan cepat kering. Setiap Napi (narapidana) dihimbau untuk sering-sering mencuci tangan dan menjaga kebersihan lingkungan.

Dua hari sekali, seluruh kamar warga binaan atau Napi disemprot menggunakan desinfektan. Kasur, bantal dan perlengkapan tidur Napi sebelumnya sudah dikeluarkan ke teras kamar.

"Penyemprotan kita awali dari kamar Napi perempuan dilanjut ke kamar laki-laki," terang Kalapas Kelas II B Tuban, Siswarno kepada reporter blokTuban.com.

Adapun penyemprotan massal dengan bantuan tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), masih menunggu antrean kawasan prioritas. Penyemprotan ini menggunakan mobil pemadam kebakaran.

Alumni Akademi Ilmu Pemasyarakatan Angkatan 36, juga mengoptimalkan kunjungan online bagi keluarga Napi mulai hari ini. Karena jam besuk napi ditiadakan, untuk mencegah penyebaran Covid-19 ini.

Ada empat layar monitor PC yang disambungkan ke aplikasi WhatsApp. Setiap Napi mendapat waktu menelepon keluarganya. Mereka nampak gembira bisa langsung berbincang melalui layar monitor.

"Waktu lama kunjungan online ini 5 menit," imbuh pria asal Semanding tersebut.

Lapas yang huniannya sudah overload itu, telah menerapkan berbagai teknologi untuk memudahkan pelayanan. Data base Napi telah tersistem dan pengunjung bisa memberi saran dan masukan untuk perbaikan Lapas.

Per 17 Maret 2020, Lapas Tuban dihuni 352 Napi melebihi kapasitas 226 orang. Anggota Komisi III DPR RI Wihadi Wiyanto dalam kunjungan kerja juga mengusulkan adanya relokasi Lapas Tuban. [ali/rom]

Tag : corona, virus, covid

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat