14:00 . Tandang Ke Jogja, Tim Persatu Diteror Oknum Diduga Suporter PSIM Yogyakarta?   |   11:00 . Kalah Lawan PSIM Jogja, Menajemen Persatu: Peluang Persatu Masih Terbuka Asalkan...   |   10:00 . User PBT Ditilap, Nasib Digantung   |   09:00 . Puluhan User PBT Geruduk Diskoperindag   |   08:00 . Festival Kirab Perahu di Ujung Timur Pesisir   |   07:00 . 10 Tanda Anak Mengalami Gangguan Kesehatan Mental   |   15:00 . Razia Warung, Satpol PP Amankan Puluhan Botol Miras   |   14:00 . Hari Ini, Listrik di Wilayah Tuban Bagian Timur Padam   |   10:00 . Tiger Guard Dropping Air Bersih   |   09:00 . Hadapi Industri 4.0 Karang Taruna Bangilan Gelar Internet Merketing Digipreneurship   |   08:00 . Setiajit: Pelayanan Publik Harusnya Dihadirkan di Car Free Day    |   07:00 . Ciri-Ciri Paru-Paru Basah dan Cara Mencegahnya   |   13:00 . Inilah Maksud 9 Bhakti Bagi Jawa Timur   |   12:00 . 11 Kecamatan Sudah Ada Taman Baca   |   11:00 . Bupati Tuban Minta ASN Ikut Jaga Stabilitas Keamanan   |  
Mon, 14 October 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Tuesday, 08 October 2019 19:00

39 Desa Kekeringan, 17 Belum Layak Terima Dropping Air

39 Desa Kekeringan, 17 Belum Layak Terima Dropping Air

Reporter: Nidya Marfis H. 

blokTuban.com - Berdasarkan data dari Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban ada 39 desa yang wilayahnya terdampak kekeringan sepanjang musim kemarau tahun ini.  

Kasi Rekonstruksi, BPBD Tuban,  Gendut mengatakan, hingga bulan ini sudah ada 39 desa yang terdampak kekeringan dari 11 kecamatan di antaranya, Kecamatan Semanding, Grabagan,  Kerek,  Parengan, Rengel,  Montong,  Senori,  Jatirogo, Kenduruan, Soko dan Merakurak.

"Dari 39 desa tersebut, yang belum mengalami kekeringan darurat atau belum layak mendapatkan bantuan droping air ada 17 desa," ungkap Gendut. Selasa (8/10/2019)

Ia menjelaskan, desa yang mengalami kekeringan darurat yaitu,  sumber air di desa tersebut sudah mengering dan membutuhkan bantuan droping air bersih sedangkan,  desa yang belum mengalami kekeringan darurat yaitu,  sumber mata air didesa tersebut sudah berkurang namun masih bisa  mencukupi kebutuhan air untuk warganya. 

"Apabila ada laporan kekeringan, kami langsung datang ketempat tersebut untuk melakukan survei layak atau tidak mendapatkan bantuan droping air," ungkapnya.  

Ia menambahkan, berdasarkan prediksi Badan Metologi, Klimotologi dan Geofisika (BMKG) musim kemarau diperkirakan hingga akhir bulan Oktober 2019 ini. 

"Menurut prediksi sampai akhir bulan ini," tandasnya. [nid/col]



Tag : Kekeringan, air

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Monday, 15 July 2019 16:00

    blokTuban.com Resmi Terverifikasi Dewan Pers

    blokTuban.com Resmi Terverifikasi Dewan Pers Media blokTuban.com mulai Senin (15/7/2019) resmi terverifikasi administrasi di Dewan Pers. Hal ini membuktikan bahwa portal media online ini, produk beritanya terpercaya dan mencerdaskan publik....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more