20:00 . Menuju New Normal, Corona di Tuban Bertambah Jadi 43 Kasus Positif   |   19:00 . PBG Tuban: Kembangkan Inovasi, Lahirkan Prestasi   |   18:00 . Cerita Pasien Positif Asal Tuban Sembuh dari Corona, Sempat Dikucilkan Tetangga   |   17:00 . Door To Door, PHE Pastikan Bantuan Tepat Sasaran   |   11:00 . Kades Bandel Tak Setor LKPPD ke BPD   |   10:00 . Perketat Protokol Kesehatan di Pusat Keramaian hingga Desa   |   09:00 . Alasan Bupati Tuban Menolak PSBB, Tak Ingin Lebih Miskin Lagi   |   08:00 . Dua Malam, Petugas Sita 41 Hp Pengunjung Warkop yang Tak Gunakan Masker   |   07:00 . 5 Cara Hilangkan Rasa Baper Terhadap Mantan   |   15:00 . Perdana, Kampung Tangguh Semeru Tuban Diresmikan   |   14:00 . Kemenag Tuban Beri Pembinaan Physical Distancing Kepada Ta'mir Masjid   |   13:00 . Bandel Tak Pakai Masker, Petugas Sita Hp Pengunjung dan Pemilik Warkop   |   12:00 . Klaster Pasar Rawan Corona, Semua Pedagang di Rapid Tes Ulang   |   11:00 . Total Dana Penanganan Corona di Tuban 240 Miliar, Baru Terpakai 10 Persen   |   07:00 . 5 Tips Menghindari Bau Apek pada Hijab   |  
Fri, 29 May 2020
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Saturday, 28 September 2019 15:00

Usai Orasi, Massa Aksi Damai Salat Gaib

Usai Orasi, Massa Aksi Damai Salat Gaib

Reporter: Nidya Marfis H.

blokTuban.com - Usai berorasi, massa aksi damai Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Kabupaten Tuban, melakukan salat gaib di pinggir jalan raya, tepatnya di depan Polres Tuban, Jawa Timur.

Puluhan masyarakat, pelajar dan mahasiswa yang tergabung dalam Angkatan Muda Muhammadiyah Kabupaten Tuban, pagi tadi, Sabtu (28/9/2019) menggelar aksi damai  terkait meninggalnya aktivis Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Randi dan Muhammad Yusuf mahasiswa Universitas Halu Oleo, Kendari, Sulawesi Selatan yang tertembak aparat kepolisian saat melakukan aksi demonstrasi di Kendari pada Kamis (26/9/2019) lalu.

Sebelum membubarkan diri, massa aksi laki-laki melaksanakan salat gaib sebagai bentuk bela sungkawa dan penghormatan terakhir kepada almarhum.

"Ritual keagamaan kami ini sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada almarhum," ungkap Kordinator lapangan (Korlap) Yusril Ihza Mahendra.

Lebih lanjut, dalam aksi damai, pihaknya menuntut Kapolri dalam kurun waktu 24 jam, mulai pukul 09.00 hari ini untuk segera mengusut tuntas dan menangkap pelaku penembakan. Apabila tidak, pihaknya meminta kapolri untuk turun dari jabatannya sebagai bentuk pertanggungjawaban.

"Jika belum tertangkap, Kapolri harus turun sebagai bentuk pertanggungjawaban," ungkapnya.

Ia menambahkan, apabila tidak diwadahi atau disambut oleh pihak kepolisian, pihaknya akan membuat aksi lanjutan lebih besar lagi dengan massa yang lebih banyak.

"Kami tidak menerima audiensi, yang kami tuntut keadilan untuk kawan kami," tandasnya. [nid/mu]

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Tag : aksi, demo, mahasiswa, polisi tembak mahasiswa



PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more