17:00 . Berkah Salat Dhuha, Guru TPQ ini Bisa Dapat Hadiah Umroh   |   16:00 . Bayi Penderita Kelainan Usus Akhirnya Meninggal   |   15:00 . Pentingnya Toleransi Beragama Ditanamkan Sejak Dini   |   14:00 . Perhatian Pemkab Tuban ke TPQ Diungkap di Hadapan 7000 Guru   |   13:00 . Tahun Ini Gaji Guru TPQ Naik 100 Persen   |   12:00 . Polres Tuban Raih Penghargaan Kategori Pelayanan Prima Dari Kemenpan-RB   |   11:00 . UMK Tuban Rp2,5 Juta, Begini Sikap Serikat Pekerja Nasional   |   10:00 . 15 Persen Balita di Tuban Masih Gizi Buruk   |   09:00 . Awas! Merusak Fasilitas Umum, Pidana 3 Bulan, Denda Rp50 Juta   |   08:00 . Bayi Alami Kelainan Usus Butuh Uluran Tangan Anda   |   07:00 . 7 Fakta tentang Menyusui   |   19:00 . Rekrutmen Panwascam   |   18:00 . Tutup Buku PTSL 2019, Begini Hasilnya   |   17:00 . Usia 81 Tahun Ikuti Nikah Masal, Begini Ungkapan Kebahagiaannya   |   16:00 . UMK Tuban Disahkan 2,5 Juta, Perusahaan yang Tak Sanggup Bisa Lakukan ini   |  
Fri, 22 November 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Saturday, 28 September 2019 11:00

AAM Gelar Aksi Damai, Usut Pelaku Penembakan Mahasiswa

AAM Gelar Aksi Damai, Usut Pelaku Penembakan Mahasiswa

Reporter: Nidya Marfis H.

blokTuban.com - Puluhan masyarakat, pelajar dan mahasiswa yang tergabung dalam Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Kabupaten Tuban, menggelar aksi damai terkait meninggalnya aktivis Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Randi dan Muhammad Yusuf mahasiswa Universitas Halu Oleo, Kendari, Sulawesi Selatan.

Aksi berlangsung di depan Gedung Polres Tuban, Jalan Wahidin Sudiro Husodo Tuban. Sabtu (28/9/2019).

Kordinator Lapangan (Korlap), Yusril Ihza Mahendra mengatakan, aksi hari ini sebagai bentuk solidaritas atas meninggalnya IMM muda Randi dan Muhammad Yusuf, mereka bedua merupakan aktivis mahasiswa Universitas Halu Oleo, Kendari, Sulawesi Tenggara, yang tewas tertembak oleh aparat kepolisian saat melakukan aksi demonstrasi di Kendari pada Kamis (26/9/2019) lalu.

"Aparat kepolisian yang telah bertindak represif sehingga membuat saudara kami tertembak dan tewas," ungkap Yusril.

Lebih lanjut, pihaknya menuntut Kapolri dalam kurun waktu 24 jam, mulai pukul 09.00 hari ini untuk segera mengusut tuntas dan menangkap pelaku penembakan. Apabila tidak, pihaknya meminta Kapolri untuk turun dari jabatannya sebagai bentuk pertanggungjawaban.

"Jika belum tertangkap, Kapolri harus turun," ungkapnya.

Ia menambahkan, apabila tidak diwadahi atau disambut oleh pihak kepolisian, pihaknya akan membuat aksi lanjutan lebih besar lagi dengan massa yang lebih banyak.

"Kami tidak menerima audiensi, yang kami tuntut keadilan untuk kawan kami," tandasnya. [nid/rom]

Tag : demo, mahasiswa, penembakan, aparat tembak mahasiswa, demonstrasi

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Monday, 15 July 2019 16:00

    blokTuban.com Resmi Terverifikasi Dewan Pers

    blokTuban.com Resmi Terverifikasi Dewan Pers Media blokTuban.com mulai Senin (15/7/2019) resmi terverifikasi administrasi di Dewan Pers. Hal ini membuktikan bahwa portal media online ini, produk beritanya terpercaya dan mencerdaskan publik....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more