13:00 . Tuban Butuh Data Terpadu Kemiskinan, Petugas Survei Harus Jujur   |   12:00 . Besok, Listrik Sekitar RSUD Tuban Padam 4 Jam   |   11:00 . Air Mineral Kemasan Mini Jadi Tren Suguhan Masyrakat   |   10:00 . Dirjen Pemasyarakatan Kemenkum HAM RI, Kunjungi WAE Lapas Tuban   |   09:00 . Sampah di Desa Ini Dipakai Bayar Asuransi   |   07:00 . Manfaat Menatap Mata Bayi   |   16:00 . Nelayan Tuban Ikuti Seminar Kebersihan Laut dan UKM   |   15:00 . Tudingan Penggelembungan Suara Pilpres, Ini Tanggapan KPU   |   14:00 . Struktural BPD Pongpongan Terbentuk, Ini Komitmennya   |   11:00 . TNI Polri dan Masyarakat Tuban Deklarasi Tolak Kerusuhan   |   10:00 . Sejumlah Progres Kilang Tuban Setelah Kunjungan Pemprov Jatim   |   09:00 . Diskoperindag Canagkan Program Berantas Rentenir   |   08:00 . Ini Komentar Warga Soal Jembatan Tuban-Bojonegoro   |   07:00 . 3 Rumus Jalani Lebaran Sehat   |   19:00 . Meski Kalah, Strategi akan Diterapkan di Liga 2   |  
Mon, 17 June 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Sunday, 09 June 2019 11:00

5 Kecamatan di Tuban Kehilangan Air Lebih Cepat Kemarau Ini

5 Kecamatan di Tuban Kehilangan Air Lebih Cepat Kemarau Ini

Reporter: Ali Imron

blokTuban.com - Mengacu musim kemarau yang terjadi di Kabupaten Tuban pada Tahun 2018, bahwa ada beberapa wilayah di Kabupaten Tuban yang mengalami penurunan debit sumber air diantaranya adalah Kecamatan Senori, Kecamatan Bangilan, Kecamatan Parengan Kecamatan Grabagan dan Kecamatan Semanding.

Di tahun 2018 ada 23 titik sumber air yang di bor oleh Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman PRKP. Diantaranya lokasi yang berhasil Desa Sandingrowo, Desa Bangunrejo, Desa Simo Kecamatan Soko, Desa Karangrejo, Desa Kayen, Desa Banjarejo, Desa Margosuko, Desa Tenggerkulon Kecamatan Bancar, Desa Saringembat Kecamatan Singgahan.

Lainnya Desa Nguluhan Kecamatan Montong, Desa Margorejo Kecamatan Kerek, Desa Dagangan Kecamatan Parengan, Desa Bulumeduro Kecamatan Bancar, Desa Kedungharjo Kecamatan Widang, Desa Genaharjo Kecamatan Semanding, Desa Sambongrejo Kecamatan Semanding, dan Desa Ngampelrejo Kecamatan Bancar.

Kepala Dinas PRKP Tuban, Darmaji menjelaskan adapun lokasi yang tidak berhasil yakni Desa Bektiharjo Kecamatan Semanding, Desa Tuwiri Kulon Kecamatan Merakurak, Desa Jetak, Desa Bringin, Desa Tanggulangin Kecamatan Montong, dan Desa Jadi Kecamatan Semanding.

"Kekeringan yang dimaksud adalah suatu Dusun atau RT/RW yang pada waktu musim kemarau terdampak kekeringan, maka untuk menangani hal tersebut akan dilakukan koordinasi dengan pihak HIPPAM yang ada di Desa tersebut maupun Desa lain dalam satu Kecamatan untuk melayani Dusun atau RT/RW yang terdampak kekurangan air bersih," kata Darmaji kepada blokTuban.com dalam keterangan tertulisnya.

Untuk Tahun 2019 ada dua titik pengeboran, rencana di Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (P-APBD) Tahun Anggaran 2019 ada lima titik Pengeboran.

"Target debit 2 ltr/dtk untuk dapat memenuhi kebutuhan sekitar 7000 Jiwa yaitu 1.400 KK," terangnya.

Sebagai catatan, Bulan April 2019 lalu Badan Meteorologi Klimatologi dan Gofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas III Tuban telah mengumumkan bahwa wilayah Bumi Wali telah memasuki musim kemarau. Sedikitnya ada empat fakta menarik yang harus disimak oleh masyarakat seputar musim kemarau tahun ini.

Kepala Stasiun Meteorologi Tuban, Desindra Deddy Kurniawan menjelaskan, prakiraan musim kemarau di Tuban dibuat oleh Stasiun Klimatologi Kelas II Malang. Laporan prakiraan sudah disampaikan ke Bupati Tuban, dan tiga intansi lain meliputi BPBD, Dinas Pertanian, dan Dinas PUPR Tuban.

“Empat fakta menarik yang dimaksud yaitu, sebagian besar wilayah Kabupaten Tuban sudah mulai memasuki musim kemarau tahun 2019 pada bulan April 2019 dasarian III," terang Densidra.

Berdasarkan peta prakiraan curah hujan yang dikeluarkan oleh Stasiun Klimatologi Malang, akumulasi curah hujan musim kemarau tahun 209 berkisar antar 401-500 mm dengan sifat hujan normal.

Pada periode masa transisi dari musim penghujan ke musim kemarau perlu diwaspadai potensi terjadinya cuaca ekstrim. Seperti hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang sesaat.

"Sedangkan pada puncak musim kemarau tahun ini terjadi pada bulan Agustus-September. Perlu diwaspadai terjadinya bencana kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan," tutupnya. [ali/rom]

Tag : kemarau, kekeringan, air

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Sunday, 21 April 2019 08:00

    Warisan Sejarah di Bumi Wali

    Warisan Sejarah di Bumi Wali Di Tuban banyak sekali wahana wisata yang memang sudah menjadi tujuan para wisatwan domestik maupun non domestik. Namun, sebenarnya bagaimana sih sejarah wisata yang ada di ujung barat Provinsi Jawa...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more