16:00 . Kunjungi Ponpes Tangguh di Prambontergayang, Ini Pesan Bupati   |   15:00 . New Normal, PWI Tuban Bagi Masker   |   14:00 . Abrasi Air Laut di Tuban Semakin Parah, 4 Rumah Warga Bancar Rusak   |   13:00 . Tak Pakai Masker, Siap-siap Dihukum Sapu Jalan   |   12:00 . Pencuri Spesialis Kotak Amal Tertangkap   |   11:00 . Pencurian Kotak Amal Terekam CCTV   |   10:00 . BLT-DD Diperpanjang Tiga Bulan, ini Nominalnya...   |   09:00 . Masa Pandemi, Jumlah Penderita DBD di Tuban TurunĀ    |   08:00 . Setiajit Cor Jalan Depan Makam Brawijaya V   |   07:00 . 3 Kebutuhan Dasar Tumbuh Kembang Anak yang Harus Dipenuhi   |   21:00 . Dua Kali Tes PCR, 11 Pasien Positif Sembuh   |   20:00 . Sidang Gugatan Pemilihan Pengurus Klenteng, Tergugat Hadirkan Dua Saksi   |   19:00 . Konsultasi Publik Amdal Kilang GRR Libatkan Warga Lima Desa   |   18:00 . Pencuri Kotak Amal, Masukkan Koin Sebelum Dicuri   |   16:00 . BPBD Tuban Beri Bantuan Pada Keluarga Korban Tenggelam   |  
Tue, 07 July 2020
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Saturday, 08 June 2019 08:00

Empat Tahun Terahkir, Cerai Gugat Masih Mendominasi di Tuban

Empat Tahun Terahkir, Cerai Gugat Masih Mendominasi di Tuban

Reporter: Nidya Marfis H.

blokTuban.com - Empat tahun terahkir ini, perkara istri gugat suami ternyata masih mendominasi tingginya angka perceraian di Kabupaten Tuban. Ada beberapa faktor yang membuat wanita mengajukan perceraian.

Berdasrkan data dari Pengadilan Agama (PA)  Kabupaten Tuban.  Pada tahun 2016 tercatat ada 2.789 pengajuan cerai, cerai talak berjumlah 1.169 dan cerai gugat berjumlah 1.620.

Sedangkan pada tahun 2017 tercatat ada 2.764 pengajuan perceraian, cerai talak berjumlah 1.146 dan cerai gugat berjumlah 1.618. Untuk tahun 2018 tercatat 2.526 pengajuan perceraian, cerai talak berjumlah 1.003 dan cerai gugat berjumlah 1.523. Pada tahun 2019 bulan Januari hingga bulan April tercatat ada 927 pengajuan perceraian, cerai talak berjumlah 355 dan cerai gugat berjumlah  572.

"Beberapa tahun terahkir, cerai gugat yang mendominasi,"ungkap Panitera Muda Hukum PA,  Ahmad Qomarul Huda.

Ia menjelaskan, ada beberapa faktor yang mebuat wanita mengajukan gugat,  seperti, himpitan ekonomi,  suami tidak lagi bertangung jawab dalam meberi nafkah, adanya orang ke tiga, kurangnya keharmonisan, cerai karena tidak mau dipoligami, kawin di bawah umur dan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Dari beberapa faktor tersebut,  ketidak harmonis yang paling sering diutarakan saat akan bercerai. Hal tersebut dikarenakan,  pada dasarnya wanita mempunyai hati yang lembut apabila sering menerima tekana dan dipendam didalam hati, lama - kelaman akan menjadi bumerang.

"Banyak yang berpikir dari pada ribut terus, lebih baik berpisah,"ungkapnya.

Untuk ia berpesan, kepada masayarakat sebelum melangkah ke jejang pernikah alangkah baiknya persiapkan metela terlebih dahulu. Intinya,  apabila sudah menikah harus saling menerima kekurangan masing - masing pasangan dan saling terbukan anatara pasangan dalam hal apa pun jangan sampai ada yang disembunyikan karena dapat memicu konflik.

"Menyatukan dua individu dalam pernikahan tidak lah mudah,"tandasnya.[nid/ito]

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Tag : cerai, pengadilan, tuban



PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more