Bantuan Bibit Pohon di Tempat Wisata Butuh Perawatan

Reporter: M. Anang Febri

blokTuban.com - Upaya menyeimbangkan ekosistem, seiring dengan eksploitasi besar-besaran yang dilakukan oleh perusahaan dan masyarakat, tentu diimbangi dengan penanaman bibit pohon kembali.

Tak sedikit dari upaya penanaman pohon yang berguna sebagai penyuplai resapan air, juga produksi oksigen yang kita hidup setiap detiknya itu dilakukan di lokasi perbukitan maupun dataran tinggi, khususnya wisata berbasis alam.

Dari data yang dihimpun blokTuban.com, seperti upaya penanaman bibit pohon di daerah lokasi wisata Kecamatan Soko, masyarakat sendiri mengaku sering mendapat jatah ribuan bibit pohon untuk ditanam pada lokasi dan titik tertentu.

Kendati demikian, upaya penanaman saja akan menjadi tak berarti jika tak disertai dengan perawatan pohon yang berkala.

Terbukti, dari banyaknya pengakuan pemuda-pemuda yang pada saat hari penanaman bibit pohon ikut serta melakukannya, sampai beberapa bulan pasca tanam banyak pohon yang mati tak terurus.

"Padahal dulu kita tanam banyak bibit pohon bersama warga. Tapi yang hidup dan bertumbuh kembang, tak sampai setengahnya," ujar Slamet, salah seorang pemuda pengurus lokasi Wisata Alam Gununganyar (WAG).

Menurutnya, upaya bijak penanaman pohon harus disertai dengan perawatan yang nyata. Warga dan pemuda harus saling bersinergi, merawat pohon dari bantuan Perhutani yang telah mereka tanam.

"Kita sadari begitu, menanam itu mudah. Tapi merawatnya itu yang susah," pungkas pemuda nan bersemangat untuk terus memperkuat kesan alam di desanya itu.

Di tempat terpisah, hal senada juga diutarakan oleh Gofur, salah satu pemuda dari karang taruna Desa Jegulo, Kecamatan Soko. Sejumlah 1200 bibit pohon yang mereka tanam di sekitar area lokasi perkemahan Sendang Gede, hanya bisa hidup dengan jumlah yang minim.

"Dulu juga ada penanaman pohon, tapi yang hidup hanya sedikit sekali. Kesempatan yang akan datang, kita juga akan tanam pohon lagi agar menambah nuansa alam lokasi ini," kata Gofur kepada blokTuban.com, Sabtu (31/3/2018).

Selain itu, sambung lelaki penghobi motor klasik itu, dalam proses penanaman bibit pohon selanjutnya akan terus diperhatikan, diberi nutrisi dan pupuk, agar pohon selalu hidup.

"Kalau pohon-pohon berbuah yang ada di sini, baru saja kemarin kita kasih pupuk. Untuk pengairan, kita diandalkan musim hujan yang masih berlangsung saat ini," tandasnya. [feb/ito]