IMAS Gelar Diskusi Bahas Konflik di Myanmar

Kontributor: M. Anang Febri

blokTuban.com - Sebanyak puluhan mahasiswa di Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Soko (IMAS) turut memberi pernyataan sikap tentang konflik etnis Ronhingya dan masyarakat Rohingya di Myanmar.

Dalam kajian diskusi rutin bulanan yang diselenggarakan dengan santai di warung kopi Khempot Soko, mereka merumuskan gagasan-gagasan dan pemikiran serta aspirasi mengenai kekerasan yang mengakibatkan 1 juta lebih warga Rohingya di Myanmar terancam sirna.

"IMAS sangat menyayangkan kejadian tersebut dan sangat miris sekali, kami sepakat untuk menyerukan hentikan krisis kemanusiaan di negara tersebut," ujar Alex, salah satu aktivis dari IMAS kepada blokTuban.com, Rabu (6/9/2017).

Pihaknya menjelaskan lebih rinci lagi, bahwa apabila konflik di Rohingya tidak segera dihentikan, maka bisa saja berbahaya bagi kemanusiaan.

"Bila diteruskan, otomatis akan dapat memicu perang fisik sehingga kerukunan di dunia benar-benar terancam," serunya lagi.

Hal tersebut juga senada dengah hasil musyawarah yang dipaparkan yayasan Pondok Bahasa Seribudua di Gununganyar Kecamatan Soko. "Dengan adanya konflik yang terus terjadi di Myanmar jelas mengganggu keharmonisan," kata Mujib, Ketua Umum Yayasan Seribudua Indonesia. [feb/col]