17:00 . 6 Jenis Pohon Ini Ditanam di Pantai Semilir   |   16:00 . Tak Segan Putus Kontrak Supplier Jika Pasok Beras BPNT Jelek   |   15:00 . Tiga Bulan Pertama 2021, BMKG Ingatkan Ada Multi Resiko Bencana   |   11:00 . Kepergok Tak Pakai Masker, Pelanggar Dihukum Push Up   |   07:00 . Punya Penyakit Penyerta, Apakah Harus Tetap Vaksinasi Covid-19?   |   17:00 . Agen E-Warung: Beras BPNT Harus Sesuai Pedum, Kalau Tidak Akan Ditolak   |   15:00 . Perangkat Desa Positif Covid-19, Kantor Desa Semanding Ditutup   |   13:00 . Warga Minta Kasun Yang Digrebek Saat Selingkuh Diberhentikan   |   12:00 . SIG Pasok 11.500 Meter Kubik Beton untuk Masjid Istiqlal   |   11:00 . Data KPM BPNT Tuban yang Dihapus Sistem Diajukan Ulang ke Kemensos   |   10:00 . Dukung Penunjukan Calon Kapolri, FKUB Tuban: Ini Wujud Kebhinekaan di Indonesia   |   09:00 . Diduga Peras Kades Oknum LSM Disikat Polisi   |   08:00 . Nenek di Tuban Tak Dapat Cairkan BPNT Karena Diputus Kemensos   |   07:00 . Jangan Terlewat, Ini 7 Jenis Buah yang Baik Dikonsumsi saat Hamil   |   17:00 . Pemkab Tuban Minta Supermarket dan Restoran Tutup Jam 9 Malam   |  
Sun, 17 January 2021
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Usai Dirazia, Pedagang Beralasan Baru Buka Warung

bloktuban.com | Monday, 28 December 2015 13:00

Usai Dirazia, Pedagang Beralasan Baru Buka Warung

Reporter: Moch. Sudarsono

blokTuban.com - Usai dirazia Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) pada Senin (28/12/2015), Pedagang Kaki Lima (PKL) yang warungnya diamankan, Sukarmi mengaku baru buka kembali setelah lama tidak berjualan.

Sukarmi menyatakan, warungnya telah lama tak berjualan, setelah sebelumnya dia berhenti berjualan selama kurang lebih dua bulan. Namun apapun alasan yang disampaikan tetap tak diindahkan oleh Satpol PP.

"Saya ini sudah tidak berjualan selama dua bulan, karena kondisi saya sedikit kurang fit mugkin karena faktor usia yang sudah mulai tua. Kemarin malam saya baru mulai buka dan pada pagi hari ini belum sempat membereskan barang dagangan ternyata sudah datang Satpol PP untuk melakukan Razia, sehingga barang saya diangkuti," terang Sukarmi kepada blokTuban.com

Sedangkan Staf Operasional Satpol PP, Dwi Ariyanto mengatakan bahwa pemilik warung memang membandel. Sebab, pihaknya sudah memberikan peringatan kepadanya selama beberapa kali, namun tidak diindahkan. Sehingga Satpol PP terpaksa harus mengangkut terpal dan kursi miliknya.

"Berjualan di atas trotoar itu diperbolehkan asal tahu waktunya, di atas pukul 17.00 WIB pedagang boleh berjualan di atas trotoar, karena sudah tidak aktif jam kantor. Namun jika berjualan waktu pagi sampai siang maka akan kami tindak," pungkasnya.[nok]

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Tag : razia, pkl, satpol pp



PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Wednesday, 30 December 2020 17:00

    Cangkruk Mathuk Bersama EMCL

    Lomba Essay dan Fotografi EMCL, 3 Reporter BMG Raih Juara

    Lomba Essay dan Fotografi EMCL, 3 Reporter BMG Raih Juara Pasca dilaksankan Cangkruk Mathuk dalam jaringan (daring) yang digelar operator Lapangan Banyuurip, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bersama para wartawan 3 Kabupaten pada Rabu (25/11/2020), dilanjutkan dengan lomba essay dan...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more