12:00 . Tuban Sediakan Paket Setara SD-SMA Gratis untuk Warga Tertinggal   |   11:00 . Cegah Longsor di Rengel, Relawan Tanam 1.000 Rumput Vetiver di Lahan Kritis   |   07:00 . Dear Parents, Ini Tips Merawat Kulit Bayi Agar Tidak Mudah Iritasi   |   14:00 . Harga Cabai Rawit Melonjak, Cabai Kering Jadi Alternatif   |   13:00 . 60 Persen Penerimaan Pajak di Tuban Bersumber dari Sektor Industri   |   12:00 . Diterjang Hujan Lebat, Pohon di Jalan Panglima Sudirman Tuban Tumbang   |   11:00 . Begini Cara Kerja Virtual Police   |   10:00 . Puluhan Ahli Waris Korban Covid-19 di Tuban Batal Terima Santunan Rp15 Juta   |   09:00 . Salurkan Ribuan Masker ke Pesantren, Polres Tuban Canangkan Gerakan Santri Bermasker   |   07:00 . Kanker Payudara dan Serviks Ternyata Bisa Dicegah, Begini Caranya   |   18:00 . Dampak Pandemi Covid-19, Realisasi Penerimaan Pajak Tahun 2020 Turun   |   17:00 . SI dan Stakeholder Evaluasi Program Pemberdayaan FMK Rp7,1 Miliar   |   16:00 . Bupati Ajak Wajib Pajak Laporkan SPT Tahunan Tepat Waktu   |   12:00 . Hargai Cabai Rawit Tembus Rp100 Ribu Setara Daging Sapi   |   11:00 . Empat Orang Tak Jadi Terima SK PPPK   |  
Sat, 27 February 2021
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Penghujan, Transaksi Emas Didominasi Petani

bloktuban.com | Friday, 18 December 2015 17:00

Penghujan, Transaksi Emas Didominasi Petani

Teporter: Dwi Rahayu

blokTuban.com - Saat musih penghujan seperti sekarang ini, penjualan emas di Tuban Kota cukup stabil satu minggu belakangan ini. Harga emas berkisar antara Rp240 ribu hingga Rp395 ribu.

Toko aksesoris yang sering digunakan untuk kaum hawa ini tidak pernah sepi dari pembeli. Terlihat di beberapa toko yang ada di wilayah Tuban Kota, transaksi jual beli hampir setiap hari tidak ada surutnya. Karena disamping perhiasan emas bisa digunakan sebagai aksesoris untuk mempercantik diri, juga bisa digunakan untuk investasi.

"Harga emas dengan kadar 30% atau emas murah saat ini Rp240 ribu per gram," terang penjaga toko sumber urip, Manan.

Selain emas berkadar 30%, ada pula emas berkadar 70% atau emas mahal. Dimana emas mahal disebut juga emas tua, memiliki kandungan atau karat lebih tinggi dari emas murah. "Harga emas tua berkisar antara Rp360 ribu sampai Rp395 ribu setiap satu gram," jelasnya.

Untuk transaksi jual beli perhiasan emas sendiri, saat ini didominasi penjualan kembali dari masyarakat. Musim hujan merupakan musim tanam bagi para petani, karena sebagian besar penduduk Kabupaten Tuban bekerja sebagai petani.

"Setiap kali memasuki musim tanam atau musim penghujan, para petani yang memiliki emas menjual kembali untuk tambahan dana, guna keperluan bercocok tanam, seperti sekarang ini" tutup Manan kepada blokTuban.com. [dwi/rom]

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Tag : emas, petani



PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Wednesday, 30 December 2020 17:00

    Cangkruk Mathuk Bersama EMCL

    Lomba Essay dan Fotografi EMCL, 3 Reporter BMG Raih Juara

    Lomba Essay dan Fotografi EMCL, 3 Reporter BMG Raih Juara Pasca dilaksankan Cangkruk Mathuk dalam jaringan (daring) yang digelar operator Lapangan Banyuurip, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bersama para wartawan 3 Kabupaten pada Rabu (25/11/2020), dilanjutkan dengan lomba essay dan...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more