Usaha Gypsum di Singgahan Bergeliat

Reporter: Ahmad Syahid

blokTuban.com - Kecamatan Singgahan selain menjadi sentra industri batu-bata, ternyata juga menjadi potensi pertumbuhan ekonomi dari sektor usaha teralis, teras, tiang rumah dan gipsum. Hal ini terbukti adanya usaha pengolahan keperluan-keperluan teras, tralis dan tiang rumah dari semen maupun beton di Kecamatan Singgahan yang mulai menggeliat.

Antara lain adalah Perusahaan Yanto Teras, usaha ini menyediakan jasa pembuatan teras, teralis, tiang rumah bahkan konstruksi bangunan lainya. Lokasi usaha ini berada di Desa Kedungjambe, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban. Kalau ditempuh dari kecamatan, jaraknya berkisar 10 Kilometer (Km). Lokasinya cukup strategis, berada di pinggir Jalan Raya Jatirogo-Bojonegoro.

Dari usaha yang didirikan sejak tahun 2011 silam, saat ini sudah memiliki 1 cabang di Kecamatan Bangilan. Saat ini jumlah karyawan yang dipekerjakan dalam usaha ini sebanyak 28 orang, hal ini cukup membantu masyarakat sekitar. Sebab seluruh karyawan di usaha ini diambil dari warga setempat. Ini memang tekad dipegang oleh sang pemilik usaha agar bisa mengurangi pengangguran di sekitar kita.

Pemilik Usaha, Yanto (40) warga Kedungjambe, Kecamatan Singgahan ini mengaku, usaha yang ia rintis 14 tahun silam saat ini sudah mulai dilirik masyarakat luas. Sebab saat ini usaha yang sama dengan Yanto Teras di Kecamatan Singgahan saja sudah mulai bergeliat, sekitar ada 8 usaha sejenis. Namun hal ini malah menjadikan Yanto bangga dan senang. Sebab bisa memancing masyarakat untuk berwirausaha. Sehingga mereka harus selalu berkreasi.

"Alhamdulillah perkembangan cukup bagus, dari modal dulu Rp3 juta, kini omzetnya per bulan bisa mencapai Rp25 Juta, kuncinya adalah selalu berinovasi dan jaga kualitas barang yang kita produksi," ujarnya saat dikonfirmasi blokTuban.com.

Dari usahanya ini, penjualanya ternyata bukan menyuplai kebutuhan kontruksi rumah di lokal Kecamatan Singgahan dan sekitarnya, namun sudah mencapai di tingkat Kabupaten bahkan hingga Provinsi. Sampai saat ini konsumen terbanyak dari Bojonegoro, Pati dan Sarang Jawa Tengah.

Salah satu karyawan, Eko cahyono (28) karyawan yang sejak awal berdiri ini, mengaku per harinya bisa membuat sekitar 40 an tiang dari semen dan beton yang berbagai jenis dan pesanan. Saat ini pesanan semakin banyak. Sehingga proses produksi ditingkatkan.

"Harapanya semoga semakin lancar, meskipun ada persaingan, ya persaingan yang sehat. Kami memang menjaga betul kualitas barang yang kita buat, sehingga konsumen tidak kecewa," pungkasnya. [hid/col]