Super Tucano Jatuh
Sejumlah Pejabat Datang ke Rumah Duka
Sejumlah pejabat mulai berdatangan ke rumah duka Mayor Pnb Ivy Safatillah yang berada di Jalan M.Sudiro Gang Es Teler, Kelurahan Kingking, Kecamatan Tuban Kota.
Sejumlah pejabat mulai berdatangan ke rumah duka Mayor Pnb Ivy Safatillah yang berada di Jalan M.Sudiro Gang Es Teler, Kelurahan Kingking, Kecamatan Tuban Kota.
Pilot Super Tucano, Mayor Penerbang (Pnb) Ivy Safatillah, gugur usai uji coba penerbangan di langit Malang. Pilot asal Tuban ini, diketahui meninggalkan dua anak laki-laki dan satu bayi yang masih dalam kandungan istrinya, dr Diana Fitri S.pod.
Lahir di Kabupaten Tuban, pilot Super Tucano, Mayor Pen. Ivy Safatillah yang meninggal dunia tidak dimakamkan di kota kelahirannya. Namun, jenazah langsung dibawa menuju ke tempat kediamannya di Jogjakarta. Hal itu diketahui sesaat setelah dikabarkan meninggal dunia pasca pesawat yang dipilotinya nahas.
Pilot Super Tucano, Mayor Pen. Ivy Safatillah akhirnya meninggal dunia setelah sempat dikabarkan kritis pasca kejadian jatuhnya Super Tucano di Malang.
Rumah orang tua Mayor Penerbang Ivy Safatillah, di Kelurahan Kingking, Kecamatan Kota, Kabupaten Tuban, mulai didatangi warga. Mereka ingin memastikan, apakah pilot dari pesawat Super Tucano yang jatuh di Malang adalah Ivy, tetangga mereka.
Pesawat latih Super Tucano yang jatuh di Malang, Jawa Timur, diduga dipiloti orang penerbang asal Kabupaten Tuban.
Korban meninggal setelah ditabrak bus PO Pahala Kencana, di Jalan Tuban-Semarang, tepatnya di KM 39-40 Dusun Ngomben, Desa Sukolilo, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban, pada Minggu (11/1/2016) pagi kemarin masih belum diketahui identitasnya sampai sekarang, Senin (11/1/2016).
Kabar gembira sempat diterima Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kembangbilo 02, pada tahun sebelumnya hendak mendapat Dana Alokasi Khusus (DAK) atau dana renovasi untuk bangunan yang didirikan pada tahun 70-an tersebut. Namun, buncah bahagia yang dirasakan pupus lantaran dana yang hendak dialokasikan dibatalkan.
Sekolah Dasar Negeri (SDN) 02 Kembangbilo selain memiliki jumlah siswa yang sedikit, juga konstruksi bangunan terlihat sudah usang dan kurang layak dijadikan tempat belajar mengajar. Tepatnya di deretan gedung sebelah timur yang menghadap ke barat, mengalami retak di sejumlah dindingnya. Rangka atap besi pun sudah lapuk termakan usia. Bangunan yang terdiri dari tiga ruang itu menurut informasi didirakan pada awal tahun 70-an.
Sekolah Dasar Negeri (SDN) 02 Kembangbilo selain memiliki jumlah siswa yang sedikit, juga konstruksi bangunan terlihat sudah usang dan kurang layak dijadikan tempat belajar mengajar.