Bedah Buku Menjerat Gus Dur di Tuban Hadirkan Virdika Risky Utama
Pengurus Cabang Nahdlotul Ulama (PCNU), LTN NU, LAKPESDAM NU Kabupaten Tuban menggelar kegiatan bedah buku Menjerat Gus Dur, Senin (2/3/2020).
Pengurus Cabang Nahdlotul Ulama (PCNU), LTN NU, LAKPESDAM NU Kabupaten Tuban menggelar kegiatan bedah buku Menjerat Gus Dur, Senin (2/3/2020).
Sejak 2009 warga binaan pemasyarakatan (WBP) atau narapidana di Lapas Kelas IIB Tuban bisa membaca buku perpustakaan daerah. Berbagai jenis buku bisa bisa dibaca warga binaan untuk meningkatkan intelektualnya.
Bulan Mei merupakan bulan penting dalam dunia pendidikan. Selain memperingati Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada 2 Mei, juga ada Hari Buku Nasional pada 17 Mei. Ini menjadi deretan momentum sebelum memperingati Hari Kebangkitan Nasional pada 20 Mei; menandai geliat gerakan aktivis cendekia pada masa awal perjuangan memerdekakan Indonesia.
Jumlah pengunjung Perpustakaan Umum Daerah (Perpusda) Kabupaten Tuban, selama bulan Ramadan 1440 Hijriyah ini mengalami peningkatan.
Kegiatan bedah buku dan seminar fiqih kebangsaan di STITMA Tuban ternyata diinisiasi oleh mahasiswa Madin bekerjasama dengan LP3M STITMA. Kegiatan ilmiah tersebut menghadirkan Sekretaris LBM NU Jawa Timur, Ahmad Muntaha, dan Dosen Misbahul Munir.
Disdikda Tuban minta seluruh Kepala Sekolah SD/MI menarik Buku Siswa Kelas 5 Tema 7. Sebab buku Tematik K-13 itu menyebut NU sebagai Ormas radikal. Tulisan itu ada di halaman 45 Buku Keluaran Kemedibud Tahun 2017. Kementerian Pendidikan dan kebudayaan Disdikda Tuban khawatir siswa salah Pemahamannya. Kendati begitu, di sekolah buku tersebut masih digunakan. Namun, pelajaran berisi sejarah perlawanan Belanda tersebut dilewati. Selain NU, Perhimpunan Indonesia, PKI dan PNI Juga dicap Radikal.
Dinas Pendidikan Daerah (Disdikda) Tuban meminta kepada Kepala Sekolah (Kepsek) di seluruh Bumi Wali untuk menarik buku Kurikulum 2013 (K-13) yang di dalamnya terdapat penjelasan tentang NU organisasi radikal. Hal itu sebagai antisipasi agar siswa tak salah pemahaman.
Adnan Mustofa Kamal, lahir di Tanjung Brebes, 22 Maret 1969. Sejak belia sudah menyukai kegiatan kemasyarakatan dan pendidikan. Putra dari Alm. H. Zaenidin dan Alm. Maryam. Meniti pendidikan dari Sekolah Dasar Negeri Tanjung Brebes, SMP N Tanjung-Brebes, PGA N Sukamanah Tasik Malaya. Menyelesaikan studinya di IAIN Sunan Gunung Jati Bandung, Fakultas Ushuluddin Jurusan Dakwah, Th 1993.
Bertempat di Gedung A Lantai 3 Kampus Stitma Tuban, Komite Sastra Tuban kerjasama dengan seluruh Komunitas Literasi di Bumi Wali bakal menggelar kegiatan Bedah Buku 'Ranggalawe Sang Penakluk Mongol' pada Sabtu (26/1/2019) pagi.