Swasembada Pangan Fokus Tujuh Komoditas Strategis
Percepatan peningkatan swasembada pangan di Kabupaten Tuban oleh Dewan Ketahanan Pangan fokus pada tujuh komoditas pangan strategis.
Percepatan peningkatan swasembada pangan di Kabupaten Tuban oleh Dewan Ketahanan Pangan fokus pada tujuh komoditas pangan strategis.
Dewan Ketahanan Pangan Kabupaten Tuban menjadi ujung tombak pemerintah dalam merumuskan alokasi pangan selama periode kepemerintahan. Sebab itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban melalui Sekretaris Daerah, Budi Wiyana mengharapkan usulan inovatif dalam rangka mendorong swasembada pangan Kabupaten Tuban.
Dalam rangka mempertahankan stabilitas pangan nasional, dibutuhkan sinergi dari ketahanan pangan nasional, regional, rumah tangga dan individu. Sebab itu, Dewan Ketahanan Pangan melaksanakan koordinasi bersama Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tuban, Selasa (31/5/2016).
Luas tanam padi Kabupaten Tuban pada tahun 2015 mencapai 90 ribu hektar. Dari luas tersebut, saat panen per hektarnya mencapai 62 kuintal.
Keterlibatan Kabupaten Tuban dalam mengupayakan swasembada daging selama kurun waktu lima tahun, terbilang meningkat cukup signifikan.
Pembebesan lahan untuk keperluan operasi dan tambang PT Abadi Cement di Desa Sugihan, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, belum selesai sampai sekarang. Proyeksi pelatihan ketrampilan untuk puluhan pemuda desa setempat ternyata juga ikut tertunda.
Beberapa wakif atau pihak yang melakukan wakaf di Kabupaten Tuban, melakukan wakaf benda tidak bergerak yaitu tanah, tujuannya acap kali untuk kepentingan yang bersifat sosial dan umum.
Merujuk pada tingkat kesenjangan sosial masyarakat Tuban, dimana belum adanya pemerataan pendapatan. Dengan demikian Bupati Tuban, Fathul Huda menekankan pada perusahaan besar yang berproduksi di Bumi Wali, selain memenuhi Corporate Social Personality (CSR) agar menghidupkan Badan Amil Zakat (BAZ).
Hujan yang mengguyur Kecamatan Jatirogo selama satu jam membuat tanaman tebu di Desa Bader terendam air. Diketahui, tebu yang terlalu banyak terendam air akan mengancam kualitas gula ketika musim panen.
Perusahaan semen baru yang akan ikut bermain di Bumi Wali sebutan Tuban, PT Abadi Cement, mulai mengajukan penggunaan kawasan hutan yang ada di kabupaten setempat.