Al-Hikmah Kukuhkan 100 Santri Dalam Haflah Ikhtitam Ad Dirasah Madin, Teguhkan Komitmen Mencetak Generasi Berilmu Dan Berakhlak

Reporter: Dahrul Mustaqim

blokTuban.com - Madrasah Diniyah Pondok Pesantren Al-Hikmah menggelar Haflah Ikhtitam Ad Dirasah ke-13, pada Rabu (5/8/2026). Acara ini Bertempat di halaman Madrasah Diniyah Salafiyah Al-Hikmah, tepatnya di Desa Binangun, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban.

Kegiatan berlangsung khidmat dan diikuti oleh sekitar 100 santri yang telah menyelesaikan jenjang pendidikan diniyah, mulai dari marhalah Ula, Wustho dan Ulya. Momentum tahunan ini menjadi bentuk apresiasi atas perjalanan belajar para santri sekaligus penegasan komitmen Pondok Pesantren Al-Hikmah dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul dalam penguasaan ilmu agama, tetapi juga memiliki akhlak yang mulia.

Acara dihadiri oleh segenap dewan guru di lingkungan Yayasan Al-Hikmah, mulai dari jenjang KB/RA, MI, MTs, MA, hingga para dosen Universitas Al-Hikmah Indonesia (UAI). Kehadiran seluruh unsur lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan Al-Hikmah mencerminkan sinergi yang kuat dalam membangun kesinambungan pendidikan, mulai dari usia dini hingga perguruan tinggi.

Rangkaian acara berlangsung semarak dengan berbagai penampilan santri, mulai dari tampilan grub Hadrah Jihadul Hikmah dan juga iringan lagu islami oleh Nasyid Al Khansa Ponpes Al Hikmah Banat. Salah satu agenda yang menjadi perhatian para hadirin adalah dalam sesi uji publik bagi peserta ikhtitam terbaik dari Marhalah Ula atas nama A. Ikmalul Fu’ad dan Marhalah Wustha oleh Siti Diana Zahrotul Mahfudhoh. Dalam sesi tersebut, para santri menunjukkan kemampuan membaca kitab, menjawab pertanyaan keagamaan, serta penguasaan materi yang telah dipelajari selama menempuh pendidikan di Madrasah Diniyah. Uji publik ini menjadi bukti nyata kualitas pembelajaran sekaligus bentuk pertanggungjawaban akademik kepada masyarakat dan wali santri.

Dalam sambutannya, Ketua Mudir Ulya Madrasah Diniyah Al-Hikmah, Irawan Jaya, S.Pd.I., M.Pd.I., menyampaikan bahwa keberhasilan santri tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi juga oleh kesungguhan dalam menuntut ilmu.

"Santri harus tulus dan terus berusaha menamatkan pendidikan diniyah, yang masih di Ula harus lanjut Wustho, dan yang Wustho Harus Lanjut Ulya dan yang Ulya harap menunggu Jodohnya dulu, sebab santri yang lama bersama Kyai kelak akan banyak paham tentang persoalan agama” ujar beliau.


Ia melanjutkan, bahwa menjadi seorang santri harus benar-benar serius. Menurutnya sebuah ketulusan akan menciptakan karakter yang baik bagi seorang santri yang tengah belajar ilmu, khususnya ilmu agama.

“Proses belajar di madrasah bukan sekadar mengejar kelulusan, tetapi membentuk karakter dan bekal keilmuan yang akan menjadi pedoman sepanjang hayat," pesannya.

Sementara itu, pada penghujung acara, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikmah beliau KH. M. Husnan Dimyati yang juga saat ini sebagai Wakil Syuriyah PW NU Jatim, memberikan nasihat kepada seluruh wali santri tentang pentingnya keikhlasan dalam mendampingi proses pendidikan anak di pesantren. Beliau menegaskan bahwa keberhasilan seorang anak tidak terlepas dari doa dan keikhlasan orang tua. Oleh karena itu, wali santri diminta untuk ikhlas dalam memondokkan anak-anaknya serta memberikan kepercayaan penuh kepada pesantren dalam mendidik mereka.

"Kalau ingin anak berhasil, orang tua harus ikhlas saat memondokkan anaknya. Keikhlasan orang tua akan menjadi salah satu kunci keberkahan dalam menuntut ilmu," dawuh beliau di hadapan ratusan hadirin.

Haflah Ikhtitam Ad Dirasah tahun ini bukan sekadar seremoni penutupan pembelajaran, melainkan menjadi momentum memperkuat komitmen Al-Hikmah dalam melahirkan generasi muslim yang berilmu, berakhlak, serta siap mengabdikan diri kepada agama, bangsa, dan masyarakat.

Semangat menuntut ilmu yang diwariskan para masyayikh diharapkan terus hidup dalam diri setiap santri, sehingga nilai-nilai pesantren senantiasa menjadi bekal dalam menjalani kehidupan di masa mendatang.