Skip to main content

Category : Tag: Hidayati


Pilkada Tuban 2020

Usai Nyoblos, Khozanah Optimis Menang

Calon bupati nomor urut 1 Khozanah Hidayati melakukan pencoblosan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 003 Kelurahan Kutorejo, Kecamatan Tuban.

Farida Hidayati Serahkan Kendaraan Pendukung Penanganan Covid-19

Anggota Komisi IV DPR RI, Farida Hidayati menyerahkan Barang Milik Negara (BMN) titipan Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia (KLH RI) ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tuban kepada tiga ketua Majelis Wakil Cabang (MWC) NU di Kabupaten Tuban, Rabu (12/8/2020).

Revolusi Industri 4.0: Peluang dan Tantangan Bagi Perempuan

<em>&ldquo;Digitalisasi, computing power dan data analytic telah melahirkan terobosan-terobosan yang mengejutkan di berbagai bidang, yang men-disrupsi (mengubah secara fundamental) kehidupan kita. Bahkan men-disrupsi peradaban kita, yang mengubah lanskap ekonomi global, nasional, dan daerah serta laskap politik global, nasional dan daerah. Lanskap interaksi global, nasional, dan daerah. Semuanya akan berubah.&rdquo; (Presiden Jokowi, 16 Februari 2018, Sumber: www.merdeka.com)</em>

Hadiri Acara PGMI, Khozanah Semangati Guru Madrasah

Anggota DPRD Jatim dari Dapil Bojonegoro Tuban (Dapil IX), Khozanah Hidayati menghadiri ulang tahun pertama DPC Persatuan Guru Madrasah Indinesia (PGMI) Bangilan, Minggu (11/2/2018). Politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu berpesan agar, guru madrasah tetap semangat mengabdi untuk mencetak generasi bangsa yang berkarakter dan berakhlakul karimah.

Full Day School Akan Bubarkan Madrasah Diniyah

Keputusan yang dilontarkan oleh menteri pendidikan dan kebudayaan baru Prof. Dr. Muhadjir Effendy tentang Full Day School (FDS) menuai kontroversi dan membuat gaduh di masyarakat. Nantinya kalau gagasan ini diterapkan, selama seharian penuh, siswa akan berada di bangku sekolah. Tujuannya menurut menteri Muhajir Effendy adalah untuk membentuk karakter siswa. Alasan lain, karena ketika siswa pulang lebih dini, pergaulan siswa tidak terkontrol kedua orang tua sibuk bekerja dan baru pulang sore hari. Akibatnya, siswa bebas keluyuran di luar rumah dan akan melakukan banyak perbuatan negatif tanpa ada pengawasan dari orang tua.