08:00 . Gabut Saat Pandemi, Perempuan Tuban Sulap Batu Kali Jadi Kaktus Hias   |   07:00 . Pembalut Herbal dengan Deodoran Bisa Picu Keputihan Tidak Normal   |   19:00 . Kunjungi Kantor blokTuban.com, Manajemen Tugu Media Group Belajar Pengelolaan Media   |   18:00 . Jemput Bola, TNI AL Koarmada II Sebar Brosur Vaksinasi Bagi Masyarakat   |   17:00 . Rencana Kerja Pengadaan Tanah Waduk Jadi I Mulai Dilelang   |   14:00 . Kekurangan Siswa, 20 SD dan SMA Negeri Tuban Ditutup   |   11:00 . Mengaku Terima Bisikan Ghaib, Warga Rengel Habisi Tetangga Pakai Balok Kayu   |   10:00 . Teh Telang Kemasan: Solusi Nikmati Minuman Herbal Praktis   |   08:00 . Diserbu Warga Luar Kota, Swab PCR Mandiri di RSUD Koesma Tuban Ditutup Sementara   |   07:00 . Merantau Bisa Latih Imajinasi Otak Anak, Ini Penjelasannya   |   19:00 . Seni Karawitan Ramaikan Tradisi Manganan di Desa Klotok   |   18:00 . Tumpah Ruah, Guyub Rukun Warga Plumpang Wiwit Padi   |   15:00 . Saat Beroperasi, Kilang Tuban Butuh Listrik 678 Megawatt   |   14:00 . Desa Bejagung Kejar Target 62 Persen Capaian Vaksin   |   13:00 . Lomba Binter TNI-AD Tahun 2021, Kodim 0811 Tuban Melaju ke Nasional   |  
Tue, 28 September 2021
Jl. Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Meski Pandemi, Antusias Perajin Uleg-Uleg di Kendalrejo Tetap Tinggi

bloktuban.com | Tuesday, 15 June 2021 18:00

Meski Pandemi, Antusias Perajin Uleg-Uleg di Kendalrejo Tetap Tinggi

Reporter: M. Anang Febri

blokTuban.com - Masa transisi pemulihan ekonomi saat badai pandemi Covid-19 melanda tak lantas membuat ciut geliat perajin uleg-uleg yang ada di Desa Kendalrejo, Kecamatan Soko untuk terus bertahan. 

Bentuk semangat itu salah satunya dapat dijumpai di kediaman warga Dusun Panjak, Desa Kendalrejo. Mereka adalah Imam dan Sunoko. 

Perajin uleg-uleg semi tradisional ini mengatakan, dalam sehari masih bisa memproduksi uleg antara 60 hingga 100 biji. Hasil polesan uleg yang berbahan dasar dari bonggol pohon bambu tersebut, bisa dijual dengan rentang harga antara Rp3.000 sampai Rp4.000 per biji.

"Hasilnya ya lumayan lah, bisa untuk tambahan kalau kerjaan utama lagi sepi," kata Sunoko sembari merapikan bonggol bambu menggunakan parang untuk kemudian dipoles.

Ia menjelaskan, usaha pembuatan uleg ini telah dirintis keluarga dari tahun 70-an dan kini turun temurun. Sunoko generasi kedua, dan setelah itu dilanjutkan adiknya, Imam yang kerja full dalam produksi.

"Kalau dulu masih enak cari bahan bonggol, dekat sini masih banyak. Tapi setelah tahun 2010-an sudah susah, sekarang ada yang kirim bahannya sendiri," tandasnya.

Dari hasil kerjanya, dalam sebulan ia bersama adiknya dapat meraup hasil rata-rata Rp3 juta. Namun itu belum termasuk potongan untuk beli bahan baku, listrik dan lainnya. 

"Harapan kami ya supaya pemerintah yang berkaitan lebih memperhatikan lagi pelaku UMKM kecil seperti ini," ungkapnya kepada blokTuban.com, Selasa (15/6/2021). [feb/col]

 

Tag : Pandemi, ekonomi, uleg



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 07 August 2021 14:00

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf Aliansi alumni dan mahasiswa IAINU Kabupaten Tuban pada Sabtu (7/8/2021) pagi menggereduk gedung rektorat yang terletak di Jalan Manunggal Kelurahan Sukolilo, Kecamatan/Kabupaten Tuban. Kedatangan puluhan massa tersebut untuk menanyakan legalitas...

    read more