07:00 . Mau Anak Tumbuh Tinggi dan Sehat, Coba Terapkan Lima Kebiasaan Berikut   |   17:00 . Penyakit Kambuh, Pencari Ikan Meninggal di Sungai   |   12:00 . Anak Korban Covid-19 Diajak Satlantas Tuban Main Badut dan Berwisata   |   11:00 . Ini Rahasia Warga Sejuwet Tetap Fit dan Jaga Imun   |   09:00 . Harhubnas 2021, Kadishub: Transportasi di Tuban Semoga Segera Bangkit   |   08:00 . Yatim Piatu Tuban Korban Covid-19 Diangkat Anak Asuh Polantas   |   20:00 . Sempat Blokir Jalan, 2 Sopir Truk Pengangkut Sapi dan Orang Akhirnya Minta Maaf   |   19:00 . Lutfi Firmansyah Ditunjuk Jadi Ketua Fraksi Gerindra DPRD Tuban   |   18:00 . Polisi Sisir Pangkalan Truk, Buru Penabrak Pemotor Wanita di Tuban   |   16:00 . Dinas Dukcapil Serahkan Dokumen Kependudukan Bagi Klien UPT Rehabilitasi Sosial Eks Kusta   |   15:00 . Dinas Dukcapil Jemput Bola Fasilitasi Penerbitan Akta Kematian Covid-19   |   14:00 . 30 Tahun Eksis, Intip Kisah Kastri Penjual Pelas Palang Tertua   |   13:00 . Ponpes Langitan Adakan Haul Internasional yang ke-51 Secara Virtual   |   12:00 . Jadi Korban Tabrak Lari, Wanita di Tuban Meninggal Dunia di Tempat   |   11:00 . Pelatihan Tim Pelaksana Program Patra Daya Libatkan 9 Desa   |  
Sat, 18 September 2021
Jl. Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Cara Sambat Ala Smart City di Pasuruan dan Pamekasan

bloktuban.com | Saturday, 12 June 2021 14:00

Cara Sambat Ala Smart City di Pasuruan dan Pamekasan

Reporter : Edy Purnomo

blokTuban.com - Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien. Pemerintah Kota Pasuruan dan Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur memanfaatkan teknologi informasi untuk mendengarkan aspirasi masyarakat.

Hal ini terungkap dalam acara seminar 'Smart City, Creative Government: Membangun Ekosistem Digital CETTAR Bagi Pembangunan Jawa Timur', yang digelar Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Jawa Timur secara daring dan luring di Prigen, Pasuruan, Sabtu (12/6/2021).  

Kota Pasuruan memiliki program e-Sambat sebagai saluran pengaduan secara digital.

"Masyarakat dengan cara memasukkan NIK (Nomor Induk Kependudukan) sudah bisa ngomong apa saja sepanjang datanya cukup. Dengan e-Sambat kita bisa tahu berapa lama respons pemerintah dan instansi berwenang. Kalau respons kurang dari 10 menit, mereka dapat reward. Kalau sehari dua hari patut dapat sanksi," kata Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf. 

Gus Ipul, sapaan akrabnya, mengatakan, 60 persen pengaduan lewat e-Sambat mengenai infrastruktur, 30 persen keluhan pelayanan, dan 10 persen lain-lain. "Paling banyak infrastruktur karena bagi mereka pembangunan apa yang dia lihat di depan rumah. Ketika buka pintu jalan bagus atau tidak," katanya.

Sistem digital dalam Smart City membuat pemerintah bekerja efisien.

"Layanan digital tak bisa dihindari lagi dalam rangka ada interaksi yang baik antara masyarakat dengan pemerintah," kata Gus Ipul.

"Saya tangkap masyarakat tidak ingin dilayani hanya pada jam kerja. Inginnya dilayani setiap saat pada saat butuh, karena tidak semua orang bisa mengurus keperluannya pada jam kerja. Maka itu layanan harus disiapkan. Kita perlu media agar masyarakat bisa menyampaikan pendapatnya lewat layanan digital," kata Gus Ipul.

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam juga menilai keberadaan teknologi menjadi bagian dari fasilitas kemudahan yang perlu difungsikan maksimal dalam melayani publik.

Ada pelayanan masyarakat berupa aplikasi e-Lorong, e-Sehat, e-Babhar, e-Madul. E-Lorong adalah pengaduan masyarakat mengenai infrastruktur jalan, e-Sehat terkait layanan kesehatan, e-Babhar dimanfaatkan untuk pelayanan ibu hamil, dan e-Madul untuk pengaduan lainnya dari masyarakat.

"Kami juga punya media sosial untuk mendekatkan diri kepada masyarakat," katanya.

"Tidak mungkin ada hasil luar biasa jika cara kita biasa. Kita tidak mungkin mengharapkan hasil seribu langkah jika langkah yang dilakukan hanya seratus. Era revolusi industri tak hanya menuntut kita bergerak luar biasa, tapi melakukan langkah inovatif kreatf menjadi tuntutan zaman," kata Baddrut.

Namun Gus Ipul merasa masih harus belajar dari kota lain seperti Banyuwangi dan Surabaya.

"Ada kota-kota yang sangat siap smart city atau pemerintahannya sudah menggunakan sudah on process menggunakan teknologi. Tapi ada yang baru memulai seperti Kota Pasuruan. Kita konkret saja belajar kepada yang sudah sukses seperti Surabaya dan Kabupaten Banyuwangi," katanya.

Gus Ipul sadar harus bergerak cepat menyusul ketertinggalan, karena Smart City adalah sebuah kebutuhan.

"Kita tahu ada dinamika cukup tinggi kaitan dengan perkembangan teknologi dan berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap layanan. Inti smart government adalah memaksimalkan potensi dan meminimalisir kendala. Dalam mewujudukan potensi itu, kita haru bertransformasi," katanya.[ono]

 

Tag : smartcity, pasuruan, amsi



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 07 August 2021 14:00

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf Aliansi alumni dan mahasiswa IAINU Kabupaten Tuban pada Sabtu (7/8/2021) pagi menggereduk gedung rektorat yang terletak di Jalan Manunggal Kelurahan Sukolilo, Kecamatan/Kabupaten Tuban. Kedatangan puluhan massa tersebut untuk menanyakan legalitas...

    read more