18:00 . 15 Tahun Jualan Pentol Goreng, Pria Klotok Pertahankan Kualitas Rasa   |   17:00 . Kasus Covid-19 Melandai, Permintaan Plasma Konvalesen di Tuban Nihil   |   15:00 . Sisir Pantura Tuban, Petugas Gabungan Amankan Puluhan Botol Miras   |   12:00 . Pengendara Motor di Tuban Meninggal Tertabrak Truk   |   11:00 . Tak Diberi Izin Latihan di Desa Sumberarum, Begini Respon Ketua Pagar Nusa Tuban   |   10:00 . Truk Tronton Muatan Biji Gandum Terbakar di Pantura Tuban   |   09:00 . Digusur dari Jakarta, Sekarang Laris Jualan Es Campur dan Gado-gado   |   08:00 . Berbekal Resep dari Youtube, Usaha Street Food Korea ini Hasilkan Omset Jutaan   |   07:00 . Catat! 5 Fakta Penting Soal MPASI yang Wajib Diketahui Orangtua   |   19:00 . Pemuda 24 Tahun Ini Sulap Hobi Rawat Kucing Jadi Peluang Bisnis   |   18:00 . Perpres Terkait Dana Abadi Pesantren Ditandatangani Jokowi, Ini Pesan Kemenag Tuban   |   17:00 . Pembangunan Stasiun Kereta Api di Kilang Tuban Sedang Dikaji   |   16:00 . Kilang TPPI Tuban Ditargetkan Jadi Penghasil Petrokimia Terbesar di Asia Tenggara   |   15:00 . Warga Bejagung Lor Pertahankan Tradisi Manganan di Tengah Pandemi   |   14:00 . Pengganti Ilmi Zada di Wakil Ketua DPRD Resmi Dilantik   |  
Sat, 25 September 2021
Jl. Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Pasca Penangkapan Terduga Teroris di Tuban

Kemenag Tuban: KUA Hingga Majelis Taklim Ujung Tombak Berantas Paham Radikal

bloktuban.com | Tuesday, 06 April 2021 11:00

Kemenag Tuban: KUA Hingga Majelis Taklim Ujung Tombak Berantas Paham Radikal

Reporter: Khoirul Huda

blokTuban.com - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri beberapa hari yang lalu menangkap terduga teroris berinisial RH (40) warga Desa Rengel, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban.

Menanggapi terkait hal itu, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Tuban, Sahid menegaskan perlu adanya upaya sinergitas dan kerjasama yang baik antara pihak kepolisian, ulama dan tokoh agama untuk memberantas radikalisme dan terorisme.

Kantor Kemenag mempunyai peran yang sangat signifikan dalam upaya memberantas paham radikal yang berkembang. Baik itu melalui Kantor Urusan Agama (KUA), Penyuluh, pesantren dan majelis taklim.

"Mari kita melakukan sinergi secara bersama-sama supaya paham radikal tidak menyebar ke berbagai kelompok lapisan di masyarakat. Maka di sinilah peran Kemenag sangat signifikan," kata Sahid, Selasa (6/4/2021).

Di tempat terpisah, Kasi Bimas Islam Kantor Kemenag Tuban, Mashari menambahkan, Kepala KUA di masing-masing kecamatan sebagai ujung tombak mempunyai peran yang penting untuk memberantas radikalisme.

"Kepala KUA mempunyai peran sebagai ujung tombak dalam memberantas radikalisme dengan cara bersinergi  bersama ulama, umara', aparat keamanan, maupun stakeholder terkait. Sehingga masing-masing bisa mempunyai peta wilayah dalam menangkal paham radikal," ujar Mashari dalam kegiatan Sosialisasi PMA No 29 tahun 2019 tentang Majelis Taklim di Gedung PLHUT Kemenag Tuban.

Lebih lanjut, berbicara tentang peran nyata dari Kantor Kemenag Tuban terhadap pencegahan radikalisme, intoleransi dan terorisme. Kantor Kemenag Tuban bersama BKMT dan Pemkab Tuban selalu menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi PMA No. 29 tahun 2019 tentang Majelis Taklim.

Mashari juga menyampaikan, peran dan tugas Majelis Taklim diantaranya adalah meningkatkan pemahaman, penghayatan dan pengamalan nilai ajaran Islam dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

"Selain itu, menajamkan makna 'Moderasi Beragama' menjadi hal yang sangat penting. Sebab kasus di Kecamatan Rengel beberapa waktu lalu informasinya yang bersangkutan mengaji hanya lewat YouTube, bukan mengaji lewat sumber kitab aslinya," imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Badan Kontak Majelis Taklim Kabupaten Tuban, Umi Kulsum mengingatkan kepada semua yang hadir untuk bersama-sama mengedukasi kepada para anggota Majelis Taklim di daerah masing-masing.

"Selain itu memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang arti toleransi beragama," kata Umi Kulsum.

Dia menjelaskan, Indonesia merupakan Negara Kesatuan yang terdiri dari bermacam-macam suku, ras dan agama sehingga bersama-sama harus menciptakan iklim yang kondusif tanpa melihat warna kulit dan agama. 

"BKMT dalam kiprahnya bisa memberikan pendekatan-pendekatan kepada masyarakat sesuai kajian dan ajaran yang tidak menyimpang, dan mentransfer ilmu sesuai sanadnya," pungkas Umi.[hud/ono]

 

Tag : kemenagtuban, radikalisme



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 07 August 2021 14:00

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf Aliansi alumni dan mahasiswa IAINU Kabupaten Tuban pada Sabtu (7/8/2021) pagi menggereduk gedung rektorat yang terletak di Jalan Manunggal Kelurahan Sukolilo, Kecamatan/Kabupaten Tuban. Kedatangan puluhan massa tersebut untuk menanyakan legalitas...

    read more