Sejumlah Seniman Seni Rupa Tuban Gelar Pameran Jentung

Reporter : Ali Imron

blokTuban.com - Sejumlah seniman seni rupa menggelar pameran di Kabupaten Tuban bertajuk Jentung. Dalam Bahasa Sanskerta “Jentung” diartikan sebagai aktifitas diam sambil berpikir atau merenung, yang pada kesempatan kali ini juga sekaligus dipilih sebagai tema pameran di tengah nuansa Pandemi Covid-19.

Kurator Pameran, Muchammad Nahrus mengatakan pameran Jentung 2021 ini diikuti oleh 11 peserta yaitu, Damara Destrian, Dony Cahya, Badrul Munir, Romly Tsalyets, Meng Piter, Setiawan Jody, Fathur Rozzak, Zaki AMR, Ahmad Habibullah, dan Syaiful, Zaenal.

"Jika Jentung diartikan sebagai sebuah proses perenungan, tentu akan menghasilkan sebuah pola pikir atau tatanan konsep pembaruan yang bisa dilanjutkan dengan sebuah tindakan, tapi tema pameran ini masih mandek dalam proses merenung itu sendiri," ujar Nahrus kepada blokTuban.com di Rumah Persinggahan Galery Jl. Merik Gg. Mawar No. 58 Kel. Sidorejo Tuban, Senin (5/4/2021).

Nahrus menambahkan, pameran ini sendiri diharapkan mampu menjadi “Sebuah Pijakan Awal dari Keseriusan”, yang berarti mereka sudah membulatkan tekad untuk melangkah di dunia seni rupa professional. Proses yang akan mereka lalui tidak akan singkat dan penuh dengan batu terjal, ditambah mereka yang hanya numpang eksis di kota kecil yang sama sekali belum terpetakan iklim seni rupanya.

Merenung dalam hal ini bukan hanya sebatas bagaimana menyikapi pandemic dari segala aspek, akan tetapi bagaimana bersikap dalam menciptakan sebuah karya kreasi baru yang sebenarnya hanya pengulangan atau sudah pernah dilakukan orang-orang sebelum masa kita ini.

"Para perupa muda dengan skill yang tidak kalah mumpuni hanya berputar-putar dalam proses pencarian mereka, dan masih berkutat dalam kebingungan mencari tahu harus begaimana bersikap dan mengambil langkah menjadi professional," imbuh pemuda asal Kecamatan Singgahan.

Sementara itu, Rumah Persinggahan Art Space merupakan sebuah sarana untuk menampung segala bentuk kreatifitas dari seluruh masyarakat, baik di Kabupaten Tuban khususnya atau bahkan dari luar Kota Tuban sendiri.

Rumah Persinggahan saat ini sedang fokus untuk mengembangkan Gallery yang dimaksudkan dapat menampung hasil karya para “Perupa” untuk untuk ditampilkan kepada publik. Sekaligus platform yang mengusung konsep tematik sesuai dengan isu-isu perkembangan baik seni dan budaya pada khususnya atau isu-isu yang tengah hangat di masyarakat.

Platform ini juga membebaskan siapapun untuk bergabung dan memamerkan hasil karyanya, baik dalam bentuk karya 2 Dimensi, 3 Dimensi, atau kerajinan dan barang industry, tapi tentu saja dari semua jenis itu harus memiliki unsur estetik yang tingggi.

Sebagai salah satu bentuk pengembangan dari platform apresiasi tersebut Rumah Persinggahan Art Space juga tengah mengembangkan satu lagi platform barunya yaitu Rumah Persinggahan Academy, dengan tujuan untuk menjaring para Perupa muda yang bingung dalam mengembangkan potensinya, atau untuk mengoptimalkan kualitas dari para seniman yang sudah eksis dengan berbagai pembekalan materi tentang Seni Rupa yang sesuai standard baku.

"Rumah Persinggahan Gallery yang menerapkan standard pameran dengan beberapa kode etik yang harus dipatuhi seniman, telah disempurnakan dengan hadirnya platform Rumah Persinggahan Academy, sehingga para perupa dari berbagai kalangan dapat menggunakan platform galeri sesuai standard yang diterangkan dalam Rumah Persinggahan Academy," tambahnya.

Perlu diketahui, Rumah Persinggahan Academy memiliki beberapa kelas berbeda, yaitu Basic, Middle, dan Pro, selain itu juga ada kelas khusus dalam bentuk bimbingan dengan kurun waktu yang lebih singkat sesuai dengan jenis paket yang dipilih.

Dibentuknya Rumah Persinggahan Academy bertujuan untuk menyamakan persepsi tentang unsur-unsur dan prinsip seni rupa yang sesuai dengan persepsi nasional, agar Perupa Tuban dapat melanjutkan tongkat estafet dan bersaing di kancah seni rupa Nasional dengan membawa nama Kabupaten Tuban. [ali/sas]