09:00 . Jasa Penukaran Uang Baru Mulai Marak   |   07:00 . Puasa Harus Tetap Berolahraga, Begini Cara yang Tepat   |   21:00 . 4 Tahun Keberadaan AMSI, Konsisten Wujudkan Ekosistem Digital yang Sehat   |   18:00 . Upaya Penanganan Kebocoran Pipa oleh Pertamina EP Direspons Positif   |   17:00 . Bulan Ramadan, Pejabat Kantor Kemenag Tuban Silaturrahmi ke Ketua MUI Tuban   |   16:00 . Peluang Bisnis Baju Bekas Bermerek, Bisa Jadi Refrensi Bisnis   |   15:00 . Pakan Sapi Milik Warga Merakurak Terbakar, Penyebab Belum Diketahui   |   12:00 . Tanggulangi Kemiskinan, Puluhan KPM di Grabagan Terima Jaslut   |   11:00 . Kapolres Tuban Serahkan 6 Unit Ranmor Dinas untuk Anggota   |   10:00 . Libatkan Polwan, Polres Tuban Perketat Pemeriksaan di Pintu Masuk Markas   |   09:00 . Safari Ramadan, Ajang Pamit Bupati Fathul Huda   |   07:00 . Tingkat Ekonomi Keluarga Pengaruhi Usia Anak Terpapar Medsos, Kok Bisa?   |   13:00 . Cegah Aksi Balap Liar di Bulan Ramadan, Puluhan Polisi Patroli Sejumlah Titik   |   12:00 . 1.871 KPM di Jenu Cairkan BST Dua Tahap   |   10:00 . Motor Bising, Pelajar Asal Montong Dihukum dengar Suara Knalpot Modifikasi   |  
Tue, 20 April 2021
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Aliansi Anti Kekerasan Jurnalis: Polri Harus Perkuat Kompetensi Penyidik dalam Delik Pers

bloktuban.com | Monday, 05 April 2021 17:00

Aliansi Anti Kekerasan Jurnalis: Polri Harus Perkuat Kompetensi Penyidik dalam Delik Pers

Reporter: Ali Imron

blokTuban.com - Menanggapi banjirnya dukungan dari sejumlah tokoh dalam kasus kekerasan terhadap jurnalis Nurhadi, koordinator advokasi Aliansi Anti Kekerasan Terhadap Jurnalis, Fatkhul Khoir berharap dukungan ini tak hanya sebatas pernyataan, Senin (5/4/2021).

Seperti diketahui, kekerasan yang dialami Jurnalis Tempo di Surabaya, Nurhadi, mendapatkan banyak perhatian dari berbagai pihak. Beberapa tokoh pun menyatakan dukungan agar kasus ini diusut tuntas. Salah satunya disampaikan oleh Menkopolhukam Mahfud MD, beberapa waktu lalu.

“Saya kira dukungan itu jangan sampai hanya sebatas statement, karena yang perlu kita tekankan, sebagaimana kita tahu pers adalah salah satu pilar demokrasi. Kalau ini runtuh, maka demokrasi lumpuh,” kata Fatkhul Khoir.

Pihaknya berharap Mahfud MD tidak cukup hanya mendesak, tetapi juga mendorong para pelaku dan aktor intelektualnya dibawa ke pengadilan.

Lebih jauh, dari beberapa kali pemeriksaan yang telah dilakukan terhadap Nurhadi dan saksi kunci, Fatkhul Khoir menilai penyidik masih terbata-bata dalam menangani perkara-perkara delik pers. Dia berharap, komitmen pemerintah untuk mendesakkan perlindungan terhadap jurnalis dibuktikan dengan adanya pemahaman yang utuh soal delik pers di tingkat penyidik kepolisian.

“Polisi harus punya semacam desk khusus yang menangani perkara-perkara jurnalistik. Pengetahuan delik pers ini harus diperkuat di semua penyidik, agar kasus-kasus kekerasan terhadap pers ditangani menggunakan pasal UU Pers. Selama ini, banyak yang delik persnya dihilangkan, hanya memakai pasal penganiayaan saja misalnya,” urainya.

Terkait perkembangan penyelidikan saat ini, Fatkhul Khoir menyebut bahwa penyidik berencana mengundang sejumlah redaktur Tempo untuk dimintai keterangan. Selain itu, penyidik juga akan meminta pendapat dari Dewan Pers.

Eben Haezer, koordinator hubungan media Aliansi Anti Kekerasan Terhadap Jurnalis berharap agar pendapat yang nantinya diberikan oleh Dewan Pers akan memperkuat penggunaan delik pers dalam kasus ini.

“Dewan Pers, sesuai dengan siaran persnya telah menyatakan berkomitmen terhadap perkara ini. Kami berharap, nanti Dewan Pers akan berbicara bagaimana yang sebenarnya,” ujar Eben.

Seperti diketahui, Nurhadi menjadi korban penganiayaan saat melakukan reportase di Gedung Samudra Bumimoro, Sabtu (27/3/2021) malam. Di sana, Nurhadi berencana meminta keterangan terkait kasus dugaan suap yang dilakukan oleh Direktur Pemeriksaan Ditjen Pajak Kemenkeu, Angin Prayitno Aji yang sedang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Saat itu di lokasi sedang berlangsung pernikahan antara anak Angin Prayitno Aji dengan putri Kombes Pol Achmad Yani, mantan Karo Perencanaan Polda Jatim.

Dalam peristiwa tersebut, Nurhadi tak hanya dianiaya oleh para pelaku yang berjumlah sekitar 10 sampai 15 orang. Pelaku juga merusak sim card di ponsel milik Nurhadi serta menghapus seluruh data dan dokumen yang tersimpan di ponsel tersebut.

Setelah peristiwa itu, Nurhadi melaporkan kasus tersebut ke Polda Jatim dengan didampingi Aliansi Anti Kekerasan Terhadap Jurnalis yang beranggotakan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Surabaya, KontraS, LBH Lentera, dan LBH Pers. [ali/col]

 

 

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Tag : Hukum, Jurnalis, kekerasan



PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Monday, 05 April 2021 13:00

    Mahasiswa Unirow Tuban Belajar di Kantor blokTuban.com

    Mahasiswa Unirow Tuban Belajar di Kantor blokTuban.com Sekitar 25 mahasiswa-mahasiswi dari Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) Tuban berkunjung di kantor redaksi blokTuban.com Jalan Sunan Muria No. 28 Kelurahan Latsari,...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Monday, 19 April 2021 09:00

    Safari Ramadan, Ajang Pamit Bupati Fathul Huda

    Safari Ramadan, Ajang Pamit Bupati Fathul Huda Pemerintah Kabupaten Tuban di bawah kepemimpinan Bupati Fathul Huda dan Wakil Bupati Noor Nahar Hussein atau biasa dikenal dengan Huda-Noor akan segera mengakhiri masa jabatan di periode keduanya bulan Juni...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more