09:00 . Jasa Penukaran Uang Baru Mulai Marak   |   07:00 . Puasa Harus Tetap Berolahraga, Begini Cara yang Tepat   |   21:00 . 4 Tahun Keberadaan AMSI, Konsisten Wujudkan Ekosistem Digital yang Sehat   |   18:00 . Upaya Penanganan Kebocoran Pipa oleh Pertamina EP Direspons Positif   |   17:00 . Bulan Ramadan, Pejabat Kantor Kemenag Tuban Silaturrahmi ke Ketua MUI Tuban   |   16:00 . Peluang Bisnis Baju Bekas Bermerek, Bisa Jadi Refrensi Bisnis   |   15:00 . Pakan Sapi Milik Warga Merakurak Terbakar, Penyebab Belum Diketahui   |   12:00 . Tanggulangi Kemiskinan, Puluhan KPM di Grabagan Terima Jaslut   |   11:00 . Kapolres Tuban Serahkan 6 Unit Ranmor Dinas untuk Anggota   |   10:00 . Libatkan Polwan, Polres Tuban Perketat Pemeriksaan di Pintu Masuk Markas   |   09:00 . Safari Ramadan, Ajang Pamit Bupati Fathul Huda   |   07:00 . Tingkat Ekonomi Keluarga Pengaruhi Usia Anak Terpapar Medsos, Kok Bisa?   |   13:00 . Cegah Aksi Balap Liar di Bulan Ramadan, Puluhan Polisi Patroli Sejumlah Titik   |   12:00 . 1.871 KPM di Jenu Cairkan BST Dua Tahap   |   10:00 . Motor Bising, Pelajar Asal Montong Dihukum dengar Suara Knalpot Modifikasi   |  
Tue, 20 April 2021
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Dosen PMII Gelar Muktamar Pemikiran

bloktuban.com | Friday, 12 March 2021 10:00

Dosen PMII Gelar Muktamar Pemikiran

Reporter : Sri Wiyono

blokTuban.com - Bangsa Indonesia menyambut bonus demografi berupa generasi emas (golden generation) pada 2045 mendatang. Perlu penyiapan SDM unggul supaya potensi bonus demografi itu tidak malah menjadi bencana demografi (demographic disaster). 

Sejumlah elemen menyatakan komitmen kebangsaan untuk ikut berkontribusi membangun SDM, termasuk dosen alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).

Untuk meneguhkan komitmen tersebut, dosen PMII menggelar Muktamar Pemikiran yang rencananya digelar pada 5-7 April di Universitas Islam Negeri (UIN) Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. 

Ketua Panitia Muktamar Pemikiran Dosen PMII Prof. Dr. M. Noor Harisudin, M.Fil.I mengatakan sedikitnya ada dua tujuan kegiatan muktamar para kaum pemikir atau intelektual itu.

’’Pertama konsolidasi dosen se-Indonesia untuk menjadi energi baru menuju Indonesia maju,’’ kata Haris Jumat (12/3/2021). 

Tujuan berikutnya adalah merekomendasikan peta jalan (road map) gerakan pemikiran dosen se-Indonesia di tingkat nasional maupun internasional.

Ketua Pengurus Pusat Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara/Hukum Administrasi Negara (AP HTN-HAN) itu mengatakan tema besar Muktamar Pemikiran dosen PMII adalah SDM Unggul Dosen PMII Menuju Indonesia Emas. 

Sebagai insan intelektual yang paripurna berproses di PMII, Haris mengatakan penting bagi para dosen untuk mereposisi peran strategis dan ideologi mereka.

Haris yang juga Sekretaris Forum Dekan Fakultas Syariah dan Hukum PTKIN se-Indonesia itu menceritakan muktamar pemikiran itu digagas oleh dosen-dosen PMII di bawah naungan Pengurus Besar Ikatan Alumni PB IKA-PMII. 

Rencananya muktamar itu akan dibuka oleh Presiden RI Ir. H. Joko Widodo dan ditutup Wakil Presiden RI Prof Dr (HC) KH Ma'ruf Amin.

Sejumlah guru besar dan tokoh nasional dijadwalkan hadir dalam rangkaian muktamar pemikiran itu. 

Di antaranya adalah Ketua Umum PBNU Prof KH Said Aqil Siradj, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan Yenny Wahid untuk sesi seminar Isu dan Tantangan Masa Kini.

Kemudian pada seminar Blue Print Indonesia Emas menghadirkan Menteri Desa dan PDT Abdul Halim Iskandar, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar, dan Dr Sony HB Harmadi dari Bappenas.

Selain itu juga bakal digelar sesi forum guru besar membahas Bonus Demografi: Tantangan dan Rekomenrasi. 

Sesi ini menghadirkan Prof Nur Syam dari UIN Sunan Ampel Surabaya, Prof Noor Achmad (Universitas Wahid Hasyim Semarang), Prof Mundzier Suparta (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta), Prof Suyitno (UIN Raden Fatah Pelembang), Prof Abdurrahman Mas’ud (UIN Walisongo Semarang), dan Prof Ulfiah (UIN Sunan Gunung Djati Bandung).

Kemudian juga digelar sesi forum rektor PMII yang mengulas tentang Indonesia Emas dan Praktik Baik Pendidikan Tinggi. 

Rektor PMII yang hadir di antaranya Rektor UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung Prof Maftukhin, Rektor UIN Raden Intan Lampung Prof Moh. Mukri, Rektor UIN Walisongo Semarang Prof Imam Taufiq, Rektor Unisma Malang Prof Masykuri, dan Rektor UIN Raden Fatah Palembang Prof Nyayu Khodijah.[ono]

 

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Tag : dosenpmii, muktmarpemikiran



PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Monday, 05 April 2021 13:00

    Mahasiswa Unirow Tuban Belajar di Kantor blokTuban.com

    Mahasiswa Unirow Tuban Belajar di Kantor blokTuban.com Sekitar 25 mahasiswa-mahasiswi dari Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) Tuban berkunjung di kantor redaksi blokTuban.com Jalan Sunan Muria No. 28 Kelurahan Latsari,...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Monday, 19 April 2021 09:00

    Safari Ramadan, Ajang Pamit Bupati Fathul Huda

    Safari Ramadan, Ajang Pamit Bupati Fathul Huda Pemerintah Kabupaten Tuban di bawah kepemimpinan Bupati Fathul Huda dan Wakil Bupati Noor Nahar Hussein atau biasa dikenal dengan Huda-Noor akan segera mengakhiri masa jabatan di periode keduanya bulan Juni...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more