19:00 . Seni Karawitan Ramaikan Tradisi Manganan di Desa Klotok   |   18:00 . Tumpah Ruah, Guyub Rukun Warga Plumpang Wiwit Padi   |   15:00 . Saat Beroperasi, Kilang Tuban Butuh Listrik 678 Megawatt   |   14:00 . Desa Bejagung Kejar Target 62 Persen Capaian Vaksin   |   13:00 . Lomba Binter TNI-AD Tahun 2021, Kodim 0811 Tuban Melaju ke Nasional   |   12:00 . Terkendala Stok, Vaksinasi di Tuban Masih Kurang dari 30 Persen   |   09:00 . Berikutnya, Penyakit yang Rawan Menjangkiti Kucing   |   07:00 . Kena Diabetes, Waspadai Hiperglikemia   |   21:00 . PBNU Putuskan Muktamar Digelar 23-25 Desember 2021   |   15:00 . Tawarkan Pemandangan Kota Tuban, Kafe Ini Bisa Jadi Pilihan Tempat Nongkrong   |   12:00 . SMGR Terpilih Sebagai Outstanding Company 2021 Sektor Materials Dari Asiamoney   |   10:00 . Kanwil Kemenag Jatiim Wanti-Wanti Jangan Sampai Muncul Klaster Madrasah   |   09:00 . Tawarkan Pemandangan Kota Tuban, Kafe Ini Bisa Jadi Pilihan Tempat untuk Nongkrong   |   07:00 . Tergantung Keluhan yang Dialami Pasien, Pengobatan Nyeri Dibedakan Menjadi 3 Level   |   18:00 . 15 Tahun Jualan Pentol Goreng, Pria Klotok Pertahankan Kualitas Rasa   |  
Mon, 27 September 2021
Jl. Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Dampak Pandemi, Pedagang Ikan di Plaza Ikan Tuban Keluhkan Sepi Pembeli

bloktuban.com | Monday, 01 February 2021 08:00

Dampak Pandemi, Pedagang Ikan di Plaza Ikan Tuban Keluhkan Sepi Pembeli

Reporter : Nur Malinda Ulfa

blokTuban.com – Siti (43)  salah satu pedagang ikan di di Plaza Ikan Tuban  mengeluh karena sepi pembeli. Hal itu dia rasakan sejak merebaknya wabah virus corona sekitar satu tahun lalu, termasuk di di KabupatenTuban.

Ibu dari tujuh anak ini menjelaskan, harga ikan yang relatif normal tidak ada kenaikan. Udang misalnya, saat ini masih di kisaran harga Rp 40.000 per kilogram untuk ukuran kecil dan Rp 55.000 per kilogram untuk ukuran besar. Sedang rajungan dengan kisaran harga Rp 101.000 per kilogram serta  Kerapu Rp 40.000 per kilogram.

Sebelum ada wabah virus korona, kata Siti, dalam sehari bisa ada 100 sampai 150 pembeli. Namun saat corona merebak, mendapatkan 50 pembeli saja sangat sulit didapat.

“Biasanya sehari paling normalnya dapat 100 pembeli, sekarang paling sekitar 50 pembeli itupun hari Sabtu dan Minggu. Selebihnya dapat 30 pembeli itu pun susah. Pembelinya nggak ada, mereka di rumah takut corona,” ungkapnya.

Harapan Siti agar virus corona segera hilang dari Indonesia. Dia meyakini bahwa dirinya bukan satu-satunya yang terkena dampak dari wabah ini.  

Dia berharap dapat  terus menyambung hidup kembali untuk menafkahi keluarganya. Serta mengharapkan simpati dari pemerintah agar mau membatu dan mengurangi beban mereka.[ulfa/ono]

 

Tag : penjualikan, sepi, corona



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 07 August 2021 14:00

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf Aliansi alumni dan mahasiswa IAINU Kabupaten Tuban pada Sabtu (7/8/2021) pagi menggereduk gedung rektorat yang terletak di Jalan Manunggal Kelurahan Sukolilo, Kecamatan/Kabupaten Tuban. Kedatangan puluhan massa tersebut untuk menanyakan legalitas...

    read more