08:00 . Gabut Saat Pandemi, Perempuan Tuban Sulap Batu Kali Jadi Kaktus Hias   |   07:00 . Pembalut Herbal dengan Deodoran Bisa Picu Keputihan Tidak Normal   |   19:00 . Kunjungi Kantor blokTuban.com, Manajemen Tugu Media Group Belajar Pengelolaan Media   |   18:00 . Jemput Bola, TNI AL Koarmada II Sebar Brosur Vaksinasi Bagi Masyarakat   |   17:00 . Rencana Kerja Pengadaan Tanah Waduk Jadi I Mulai Dilelang   |   14:00 . Kekurangan Siswa, 20 SD dan SMA Negeri Tuban Ditutup   |   11:00 . Mengaku Terima Bisikan Ghaib, Warga Rengel Habisi Tetangga Pakai Balok Kayu   |   10:00 . Teh Telang Kemasan: Solusi Nikmati Minuman Herbal Praktis   |   08:00 . Diserbu Warga Luar Kota, Swab PCR Mandiri di RSUD Koesma Tuban Ditutup Sementara   |   07:00 . Merantau Bisa Latih Imajinasi Otak Anak, Ini Penjelasannya   |   19:00 . Seni Karawitan Ramaikan Tradisi Manganan di Desa Klotok   |   18:00 . Tumpah Ruah, Guyub Rukun Warga Plumpang Wiwit Padi   |   15:00 . Saat Beroperasi, Kilang Tuban Butuh Listrik 678 Megawatt   |   14:00 . Desa Bejagung Kejar Target 62 Persen Capaian Vaksin   |   13:00 . Lomba Binter TNI-AD Tahun 2021, Kodim 0811 Tuban Melaju ke Nasional   |  
Tue, 28 September 2021
Jl. Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Proyek Plengsengan di Singgahan Dihentikan Paksa Warga

bloktuban.com | Friday, 11 December 2020 10:00

Proyek Plengsengan di Singgahan Dihentikan Paksa Warga

Reporter: Mochamad Nur Rofiq

blokTuban.com - Proyek pembuatan tembok penahan tanah atau plengsengan dan drainase di Desa Mulyoagung, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban dihentikan paksa warga. Sebab warga menilai proyek tersebut merugikan.

Multazam, perwakilan warga Mulyoagung menuturkan, dampak proyek akses jalan menuju rumahnya rusak. Sementara ia meminta pelaksana proyek untuk membuatkan jalan seperti semula tidak bisa.

Selain akses jalan, tanahnya kini berkurang 1,5 meter dan menjadi tebing yang sangat curam. Ia meminta pelaksana proyek untuk memlengseng namun ditolak.

"Tanah depan rumah diminta untuk pelebaran 1,5 meter sudah saya kasihkan karena untuk kepentingan umum. Tanah sudah dikeruk digempur jadi jurang, giliran minta bantuan untuk diplengseng agar tidak longsor pelaksana bilang tidak siap dengan alasan tidak ada anggaran," terang Multazam dengan geram, Jum'at (11/12/2020).

Ditambahkan Multazam, dampak kerusakan akses jalan beberapa kepala keluarga pun mengeluh. Bahkan, ia sendiri mengaku kendaraan tidak bisa dikeluarkan dari rumah karena akses jalan tinggal separuh.

"Harapan depan rumah ini sementara kita hentikan sebelum ada kejelasan," tandasnya.

Sementara itu pelaksana proyek dari PT Tectonia Grandis menyatakan semua butuh proses. Pihaknya juga mengikuti warga jika diminta berhenti akan menghentikan proyeknya.

"Ya ini plengseng sampai atas sesuai gambar rencana, dan kalau ada permintaan warga sampai rata tanah butuh proses," kata perwakilan perusahaan, Parkan.

Ditegaskan Parkan, pihaknya tetap akan mengikuti prosedur proyek. Sebab pihaknya hanya sebagai pelaksana proyek.

"Kalau warga keberatan karena merasa tanah kesrobot kita berhenti kok," tegas Parkan.

Data yang dihimpun blokTuban.com di lapangan, pihak perusahaan mengikuti keinginan warga. Diminta berhenti proyek juga dihentikan. Jika disuruh lanjut pihak perusahaan akan melanjutkan.

"Ini juga saya berhenti dulu, depan rumah pak RT sambil menunggu proses. Masak kita merugikan masyarakat," pungkasnya. [ro/mu]

Tag : proyek, warga hentikan proyek, plengsengan tanah, tembok penahan tanah



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 07 August 2021 14:00

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf Aliansi alumni dan mahasiswa IAINU Kabupaten Tuban pada Sabtu (7/8/2021) pagi menggereduk gedung rektorat yang terletak di Jalan Manunggal Kelurahan Sukolilo, Kecamatan/Kabupaten Tuban. Kedatangan puluhan massa tersebut untuk menanyakan legalitas...

    read more