08:00 . 7 Rumah Sakit Ajukan Plasma Konvalesen di PMI Tuban   |   07:00 . Penting, Pemberian ASI Sejak Awal Kelahiran Tingkatkan Kekebalan Anak   |   12:00 . Kecelakaan di Pakah-Soko, Pemotor Meninggal, Mobil Pengisi ATM Terbalik   |   11:00 . Jalan Pantura Ditanami Pisang   |   08:00 . Pekerja Industri Mulai Donorkan Plasma Konvalesen di PMI   |   07:00 . Usai Divaksin, Bisakah Penerima Tularkan Covid-19??   |   17:00 . 6 Jenis Pohon Ini Ditanam di Pantai Semilir   |   16:00 . Tak Segan Putus Kontrak Supplier Jika Pasok Beras BPNT Jelek   |   15:00 . Tiga Bulan Pertama 2021, BMKG Ingatkan Ada Multi Resiko Bencana   |   11:00 . Kepergok Tak Pakai Masker, Pelanggar Dihukum Push Up   |   07:00 . Punya Penyakit Penyerta, Apakah Harus Tetap Vaksinasi Covid-19?   |   17:00 . Agen E-Warung: Beras BPNT Harus Sesuai Pedum, Kalau Tidak Akan Ditolak   |   15:00 . Perangkat Desa Positif Covid-19, Kantor Desa Semanding Ditutup   |   13:00 . Warga Minta Kasun Yang Digrebek Saat Selingkuh Diberhentikan   |   12:00 . SIG Pasok 11.500 Meter Kubik Beton untuk Masjid Istiqlal   |  
Mon, 18 January 2021
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Kerajinan Pelepah Pisang Tuban Diekspor ke Eropa

bloktuban.com | Sunday, 29 November 2020 14:00

Kerajinan Pelepah Pisang Tuban Diekspor ke Eropa

Reporter : Ali Imron

blokTuban.com - Sekilas Omah Desa Militan (Demit) terlihat sepi. Di halaman ada beberapa motor yang terparkir rapi. Siapa sangka jika di dalamnya ada beberapa perempuan dan laki-laki yang sedang fokus membuat kerajinan berbahan dasar pelepah pisang. 

Kerajinan yang sedang dikerjakan, yaitu taplak/celemek untuk makanan dan minuman panas serta kotak tempat barang. Dua jenis kerajinan itu telah dipesan oleh pabrik di Yogyakarta kemudian diekspor ke beberapa negara Eropa. 

Di rumah sederhana yang terletak di Jalan Majapahit nomor 76b, Dusun Krajan, Desa Prunggahan Kulon, Kecamatan Semanding, Tuban itulah kerajinan pelepah pisang diproduksi dalam sebulan terakhir. 

Hadi Purwanto selaku pengurus Desa Militan menerangkan, pihaknya fokus di kerajinan gedebog atau pelepah pisang karena keberadaannya dianggap sampah atau barang tak bernilai. 

"Di Tuban sangat melimpah. Keberadaan pohon pisang tanpa dipelihara tumbuh subur di 20 kecamatan di Tuban. Sering dianggap limbah sehingga dibuang begitu saja," ucap Hadi pria asal Desa Prunggahan Wetan, Semanding kepada blokTuban.com, Minggu (29/11/2020). 

Berbeda dengan perajin atau UMKM pada umumnya, Hadi bersama tim mempersiapkan pasar terlebih dahulu untuk penjualan kerajinan. Di pasar Eropa ternyata kerajinan alami sangat diminati. 

Sebelum memproduksi skala besar, dia mengikuti pelatihan untuk mengasah skillnya. Baru kemudian mengajari para perempuan di Desa Militan yang berminat. Karena masih kondisi pandemi Covid-19 latihan baru digelar rutin sebulan terakhir. 

Sembari di rumah saja sesuai anjuran pemerintah, para perempuan diberdayakan untuk mengolah limbah menjadi barang bernilai seni. Selain itu menjadi tambahan pendapatan untuk menopang kebutuhan keluarga. 

Apabila ada yang berminat, Hadi menerangkan biaya untuk ongkos pembuatan satu celemek atau taplak Rp15.000. Sedangkan untuk kotak bok ongkos pembuatannya Rp20.000.

"Kunci dalam membuat kerajinan adalah sabar, telaten, dan teliti. Paling berat itu tantangannya dan telah banyak peserta yang angkat tangan karena tidak sabar," imbuhnya. 

Selain di Semanding, pemberdayaan warga untuk membuat kerajinan pelepah pisang akan berlanjut ke Desa Tingkis, Kecamatan Singgahan dan di wilayah Kecamatan Rengel. 

Harapannya Tuban akan menjadi ikonnya Indonesia dalam hal kerajinan pelepah pisang. Kerajinan tersebut juga telah mendapat dukungan dari Bappeda Tuban dan akan ditindaklanjuti komunikasi dengan dinas terkait. 

Hadi menambahkan, semua jenis pelepang pisang sebenarnya bisa dipakai, tapi yang direkomendasikan hanya pisang Raja, pisang klutuk, dan pisang Bangil. Ketiganya memiliki kualitas bagus. 

Setelah pelepah pisang dibersihkan, kemudian dijemur di bawah terik matahari. Jika cuaca baik hanya membutuhkan waktu 4-5 hari. Sebaliknya jika cuaca mendung, penjemuran bisa memakan waktu berhari-hari. 

Desa Militan tercatat sudah dua kali mengadakan pelatihan. Diikuti puluhan peserta dan hanya beberapa orang bertahan dan keuletan dan kesabarannya. [ali/col]

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Tag : Pelepah, pisang, ekspor



PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Wednesday, 30 December 2020 17:00

    Cangkruk Mathuk Bersama EMCL

    Lomba Essay dan Fotografi EMCL, 3 Reporter BMG Raih Juara

    Lomba Essay dan Fotografi EMCL, 3 Reporter BMG Raih Juara Pasca dilaksankan Cangkruk Mathuk dalam jaringan (daring) yang digelar operator Lapangan Banyuurip, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bersama para wartawan 3 Kabupaten pada Rabu (25/11/2020), dilanjutkan dengan lomba essay dan...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more