13:00 . 12 Ruangan SDN Ngrayung Berlumpur, BPBD dan Guru Lakukan Penyemprotan   |   12:00 . Truk Muat Ayam Nyungsep, Sopir dan Penumpang Selamat   |   11:00 . BPBD Tuban Catat Banjir Terjadi di 11 Kecamatan, Korban Jiwa 1 Orang   |   10:00 . Polisi Bubarkan Aksi Trek-Trekan di Jalan Soekarno-Hatta Tuban   |   09:00 . Sering Picu Kecelakaan, Jalan Berlubang Kembali di Tanami Pohon Pisang   |   08:00 . Diancam Pohon Tumbang Tepian Bengawan, Warga Simo Kerja Swadaya   |   07:00 . Lebih Sehat dengan Bangun Pagi, Begini Cara Menjadi Morning Person   |   20:00 . AMSI Rumuskan Strategi Mendorong Ekosistem Digital yang Adil bagi Media Siber   |   19:00 . Tuban Banjir, Hingga Minggu Malam Hujan Belum Reda   |   15:00 . Marak ODGJ Awal Tahun 2021, Ini Kata Kasatpol PP Tuban   |   14:00 . Operasi Yustisi, 4 Orang Tak Pakai Masker Diminta Push Up   |   12:00 . Pemkab Tuban Inginkan Jalan Pantura Dibeton   |   10:00 . Pecinta Sepeda Tua Asal Rengel Ditemukan Meninggal di Plumpang   |   07:00 . Tips Tampil Elegan Tanpa Habiskan Banyak Uang   |   16:00 . Dandim Tuban Tanam Pohon di Kawasan Air Terjun Nglirip   |  
Mon, 25 January 2021
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Terdakwa Kasus Penodaan Agama Islam di Group Facebook Jalani Sidang Online

bloktuban.com | Thursday, 26 November 2020 15:00

Terdakwa Kasus Penodaan Agama Islam di Group Facebook Jalani Sidang Online

Reporter: Khoirul Huda

blokTuban.com - Terdakwa perkara penistaan atau penodaan agama di salah satu Group Media Sosial (Medsos) Facebook menjalani sidang online dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi, Kamis (26/11/2020).

Terdakwa diketahui bernama AAY (23) warga Dusun Karanganyar, Desa Purworejo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban. Dalam agenda sidang itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan dua orang saksi yang terdiri dari admin group Facebook yang bersangkutan serta Kepala Desa (Kades) Purworejo.

"Hari ini terdakwa kasus penodaan agama atas nama AAY menjalani sidang dengan agenda pemeriksaan saksi dan terdakwa," terang Humas PN Tuban sekaligus Ketua Majelis Hakim Sidang, Donovan Akbar Kusuma Bawono kepada blokTuban.com.

Dia menambahkan, untuk sidang selanjutnya akan dilaksanakan pada Selasa mendatang. Dengan agenda adalah pembacaan tuntutan kepada terdakwa.

Informasi yang dihimpun blokTuban.com, perkara penodaan agama tersebut berawal saat terdakwa yang diduga stres dan tertekan karena ayah dan ibunya bercerai itu mengakses akun facebook pribadinya bernama AAY pada tanggal 3 September 2020 lalu.

Kemudian terdakwa memposting kalimat berupa “Tuhane Wong Islam B*b* T**k k*nt*l ng*c*ng*n” di group facebook JITU (Jaringan Informasi Tuban).

Selanjutnya postingan dari terdakwa tersebut memancing reaksi dari pemilik akun facebook lainya yang tergabung di group facebook tersebut serta ada juga yang men-Screenshot postingan dari terdakwa. Sehingga screenshot tersebut beredar di masyarakat dan menimbulkan kemarahan masyarakat karena mengandung unsur SARA.

Kemudian, salah satu warga Desa Purworejo, Ahmad Abidin yang masih tetangga dengan terdakwa yang juga merupakan anggota group facebook tersebut mengetahui postingan terdakwa dengan komentar sudah mencapai sekitar 500 komentar.

Karena merasa masih satu RT dengan terdakwa, kemudian Ahmad Abidin men-screenshot postingan terdakwa kemudian dikirim ke group Whatsapp RT setempat untuk mengklarifikasi kebenaran postingan tersebut.

Beberapa jam kemudian tetangga terdakwa yang lain Muh Safii mengetahui postingan terdakwa yang telah menimbulkan kegaduhan di masyarakat. Sehingga admin menghapus postingan terdakwa dengan tujuan agar tidak timbul kegaduhan lebih besar.

Sementara itu dari pengakuan terdakwa, akun facebooknya sudah sekitar 2 tahun ini menjadi anggota group JITU. Adapun  tujuan terdakwa membuat postingan itu karena terdakwa merasa Tuhan tidak adil kepada terdakwa sejak kecil.

Sehingga terdakwa meluapkan isi hatinya dengan membuat postingan tersebut, dan terdakwa sebelumnya tidak memperkirakan jika postingannya itu memiliki muatan SARA sehingga dampaknya besar dan membuat kegaduhan di media sosial dan di masyarakat.

Kini terdakwa telah ditahan di Polres Tuban, atas perbuatannya itu terdakwa diancam pidana dalam Pasal 45A ayat (2) UURI No. 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI  No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.[hud/ito]

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Tag : Kasus, sara, uu it, tuban



PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Wednesday, 30 December 2020 17:00

    Cangkruk Mathuk Bersama EMCL

    Lomba Essay dan Fotografi EMCL, 3 Reporter BMG Raih Juara

    Lomba Essay dan Fotografi EMCL, 3 Reporter BMG Raih Juara Pasca dilaksankan Cangkruk Mathuk dalam jaringan (daring) yang digelar operator Lapangan Banyuurip, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bersama para wartawan 3 Kabupaten pada Rabu (25/11/2020), dilanjutkan dengan lomba essay dan...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more