16:00 . BMG Sabet Juara 2 Feature Online dan Foto Essay   |   15:00 . Wakil Bupati Tuban Hadiri Uji Coba Mall Pelayanan Publik   |   14:00 . BMG Sabet Juara 2 Kategori AJP   |   13:00 . Pameran Virtual Bulan Desember, dari 30 Perupa untuk Indonesia   |   12:00 . Bupati Huda Uji Coba MPP dan Launching ADM   |   11:00 . JaDI Resmi Daftar Pemantau Pemilu di KPU Tuban   |   09:00 . Bupati Tuban Resmikan Pasar Rakyat Kenduruan   |   07:00 . Mengapa Stres Membuat Kita Rentan Jatuh Sakit?   |   15:00 . Bawaslu dan KPU Akui Kampanye Virtual di Pilkada Tuban Nihil   |   12:00 . Bupati Resmikan Pasar Rakyat di Kenduruan   |   11:00 . 1.500 Kader NU Apel Siaga Pilkada Damai   |   09:00 . Kebakaran Kios Kopi di Semanding Berawal dari Sebotol Bensin   |   07:00 . 6 Cara Sederhana Mencegah Anak Stres karena PJJ   |   19:00 . Musim Penghujan, Harga Cabai Meroket   |   16:00 . Kesetrum, Warga Guwoterus Jatuh dari Pohon   |  
Thu, 03 December 2020
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Wednesday, 18 November 2020 19:00

Cerita Warga Ini yang Sebut Ada Pungli Bantuan Sosial

Cerita Warga Ini yang Sebut Ada Pungli Bantuan Sosial

Reporter: M. Anang Febri

blokTuban.com - Bantuan Sosial (Bansos) dari program Pemerintah Pusat harus bisa diserap optimal oleh masyarakat maupun Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Segala unsur pemerintah, mulai dari daerah, kabupaten, hingga pendamping berikut masyarakatnya harus ikut mengawal semua proses. 

Namun bagaimana jika yang terjadi sebaliknya. Masih ada praktik pungutan liar (pungli) yang dilakukan oleh segelintir oknum. Padahal, bantuan yang mestinya diberikan penuh untuk warga kurang mampu malah dipotong dan masuk kantong lain. Seperti yang dikisahkan oleh salah satu warga dari Desa Plandirejo, Kecamatan Plumpang ini misalnya. 

Seorang cucu dari lansia penerima Program Keluarga Harapan (PKH) menceritakan bagaimana kegelisahannya tentang pungli di lingkungannya. M. Zaenuri, cucu dari Mbah Kirah telah melaporkan kronologi dugaan pungli PKH Lansia ke Dinas Sosial Kabupaten Tuban pada 6 November 2020 lalu.

"Bantuan Lansia nenek saya atas nama Mbah Kirah dimana uang cair Rp1.200.000 diberikan kepada nenek saya dan berselang satu hari lansia dikumpulkan kemudian ditarik lagi Rp 600.000," ujar Zaenuri kepada blokTuban.com membuka kronologi awal.

Kemudian, sambungnya, pada tanggal 6 November 2020 ia melapor ke Dinas Sosial (Dinsos). Tak menunggu lama, keesokan hari pada 7 November datanglah petugas dari Dinsos untuk melakukan pengecekan ke warga terkait laporannya.

"Setelah itu ketua kelompok dipanggil dan selang 1 Minggu uang lansia dikembalikan sejumlah Rp600.000," jelasnya.

Tak hanya itu, Zaenuri juga menyayangkan tindakan ketua kelompok yang sampai sekarang kartu ATM para KPM belum diberikan. Belum lagi perihal bantuan Balita yang setiap pencairan di kenakan potongan Rp150.000 per balita.

"Harapan saya Dinsos membuat tim penegak keadilan agar problem seperti ini tidak menjadi kesempatan buat oknum. Entah pendamping atau ketua kelompok yang nakal semisal terbukti, sekaligus harus ada sanksi dan proses sesuai dengan peraturan perundang-undang yang berlaku. Soalnya ini bukan masalah sepele soal bantuan, tapi soal penyalahgunaan wewenang," tandasnya kepada blokTuban.com, Rabu (18/11/2020).

Klarifikasi: Pendamping PKH Sebut Hanya Isu, Pemdes Mengaku Belum Terima Laporan

Pendamping PKH desa setempat, Rohmad Fauzi Faqih memberikan konfirmasi terkait isu tidak sedap ini. Dia menyebut dugaan pungli pada KPM PKH Desa Plandirejo hanyalah isu yang dibuat semata.

Dia meminta untuk dilakukan kroscek ke desa setempat apabila ada persoalan.

"Hanya isu di lapangan Pak. Kalau ada isu miring, silakan bisa langsung konfirmasi dan kroscek ke desa," ungkapnya kepada blokTuban.com melalui panggilan suara, Sabtu (21/11/2020).

Kabar dugaan penyalahgunaan bantuan PKH Lansia juga mendapat respon dari pihak Pemerintah Desa (Pemdes) Plandirejo. Pemdes mengaku jika selama ini belum ada satupun laporan dari KPM terkait masalah potongan Bansos. Baik itu bansos lansia, balita, dan lainnya.

"Gak ada laporan ke desa, belum ada keterangan juga dari KPM kalau ada masalah," tegas Kepala Desa (Kades) Plandirejo, Yudi Suwarno. [feb/col].

Catatan: Perubahan dan klarifikasi dari pendamping PKH  ini ditambahkan pada Sabtu (21/11/2020) pada jam 15:45 WIB. Merujuk pada pedoman pemberitaan media siber, redaksi wajib memberikan keterangan apabila ada perubahan,  koreksi, klarifikasi, dan informasi tambahan setelah berita diterbitkan.

 

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Tag : Bansos, bantuan



PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Thursday, 26 November 2020 14:00

    Selamat, Kak Bibin Resmi Lepas Lajang

    Selamat, Kak Bibin Resmi Lepas Lajang Momen bahagia kembali dirasakan Keluarga besar Blok Media Group (BMG). Personil dari Blok Multimedia (anak perusahaan BMG), M. Tholibin resmi melepas masa lajangnya setelah menyunting pujaan hatinya, Siti Muza'roah....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more