19:00 . Diabaikan, Keberadaan Rambu Ini Tak Dianggap   |   18:00 . Pastikan Kelayakan Senpi, Polres Lakukan Pemeriksaan Berkala   |   16:00 . GEGER! Pemuda Ronggomulyo Ditemukan Gantung Diri   |   15:00 . Viral...!!! Gara-gara Bocil, Truk Hantam Rumah   |   14:00 . Fakta-Fakta Korban Gantung Diri di Kamar Mandi, Sempat Minta Maaf Kepada Keluarga dan Kerabat   |   13:00 . Pantai Boom akan Jadi Ikon Pariwisata Kemaritiman Indonesia   |   12:00 . Pemkab akan Dukung Mesin Packing untuk Minuman Legen   |   11:00 . Begini Proses Evakuasi Korban Gantung diri Dari Gang Sempit   |   10:00 . Geger Warga Kelurahan Ronggomulyo Ditemukan Meninggal Gantung Diri di Kamar Mandi   |   09:00 . Pendekar IKSPI Bersama TNI dan TAGANA Tanam Akar Wangi   |   08:00 . Terpilih Jadi Ketua DPC PKB Tuban, Miyadi Gaungkan 3 Tugas Pokok   |   07:00 . Rambut Rontok Secara Tiba-tiba, Waspada Penyakit Autoimun Alopecia Areata   |   14:00 . Ini Identitas Pemancing yang Perahunya Terbalik di Laut Tuban   |   13:00 . Muhaimin Iskandar: Muscab Sarana Menuju Penguatan Partai untuk Kemenangan Pemilu 2024   |   12:00 . Ini Identitas Pemancing asal Surabaya dan Gresik yang Perahunya Terbalik di Laut Tuban   |  
Tue, 09 March 2021
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Bicara Pancasila dan Radikalisme, LaNyalla Luruskan Pandangan tentang Islam

bloktuban.com | Sunday, 08 November 2020 15:00

Bicara Pancasila dan Radikalisme, LaNyalla Luruskan Pandangan tentang Islam

Reporter: Parto Sasmito

blokTuban.com - Berbicara tentang Pancasila sebagai penangkalbahaya radikalisme dan terorisme, anggota MPR RI yang juga Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mengawali dengan meluruskan pandangan yang salah terhadap agama, khususnya Islam.  

Menurutnya, masih ada masyarakat yang mengaitkan radikalisme dan aksi terorisme dengan salah satu aliran agama. Ini salah kaprah, lanjutnya, karena tidak satu pun agama di muka bumi ini yang menyetujui radikalisme dan terorisme. 

“Islam misalnya, sudah sangat jelas memberi contoh bagaimana akhlak Nabi Muhammad yang begitu mulia, sehingga menjadi uswatun khasanah,” tandasnya dalam acara Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Surabaya, Minggu (8/11/2020). Dalam acara itu, LaNyalla juga mengundang pemateri dari Forum Komunikasi Penanggulangan Terorisme Jawa Timur.   

Ditambahkan LaNyalla, bagaimana situasi di Kota Madinah, ketika pemerintahan dijalankan oleh Nabi dan para sahabatnya. Sejarah mencatat, kota itu adalah kota paling aman dan tenteram. Termasuk bagi penduduk non-muslim. Baik Nasrani maupun Yahudi yang hidup di sana ketika itu. 

Spirit dan nilai-nilai Islam itulah yang diadopsi oleh para pendiri bangsa kita, saat merumuskan dan bersepakat menjadikan Pancasila sebagai ideologi negara ini. 

“Buktinya, sudah banyak hasil kajian dan disertasi tentang Pancasila dan Islam yang menyatakan bahwa tidak ada pertentangan sama sekali antara ideologi Pancasila dengan Islam,” urainya. 

Sehingga, lanjutnya, sangat berbeda antara agama dengan radikalisme dan terorisme. Radikalisme adalah suatu ideologi, gagasan atau paham yang dimiliki individu atau kelompok, yang untuk mewujudkan itu dijalankan dengan cara yang ektrim, bahkan melalui aksi kekerasan atau teror.  

Jadi memang saling terkait antara radikalisme dan terorisme. Karena kelompok radikal sering memilih menggunakan aksi terorisme kepada pihak yang tidak sepaham dengan ideologinya. 

“Pertanyaan kritis kita saat ini adalah; Apakah negara juga bisa melakukan aksi terorisme dalam memaksakan ideologinya? Sistem pemerintahan tertentu memang membuka peluang itu. Seperti negara junta militer, negara monarki absolut, atau sistem pemerintahan totaliter dan diktator,” imbuhnya.

Tetapi, sambung LaNyalla, Indonesia tentu tidak bisa. Karena Pancasila sudah dengan jernih mengatur hubungan antara negara dan rakyat. Bahkan pemerintah juga dikontrol melalui pemisahan kekuasaan. Antara kekuasaan eksekutif, legislatif dan yudikatif serta auditif. 

Sehingga sudah sangat tepat bila kita menyebutkan dalam tema ini, Pancasila sebagai penangkal bahaya radikalisme dan terorisme. Tetapi dengan satu syarat, harus terus kita tanamkan nilai-nilai dan pengetahuan serta pemahaman tentang Pancasila sejak dini. 

“Sejak dari keluarga kita di rumah. Karena keluarga merupakan benteng pertama dalam mencegah munculnya radikalisme. Sehingga dalam konteks ini, orang tua harus dibekali pengetahuan dan pemahaman yang baik tentang nasionalisme kebangsaan,” cetusnya. 

Selama ini peran keluarga seakan terlupakan oleh negara dalam mencermati persoalan-persoalan kebangsaan yang muncul. Selain Itu, minimnya pemahaman tentang Pancasila dalam keluarga dan sekolah juga menyebabkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya mulai terabaikan. 

“Karena itu, Pancasila harus eksis kembali. Terutama di keluarga dan sekolah. Harus ada konsep atau gagasan baru dalam membudayakan dan membumikan Pancasila di era disruptif dan borderless saat ini,” ungkap LaNyalla mengakhiri pidatonya. [lis]

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Tag : Lanyalla, DPD, ri



PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Wednesday, 30 December 2020 17:00

    Cangkruk Mathuk Bersama EMCL

    Lomba Essay dan Fotografi EMCL, 3 Reporter BMG Raih Juara

    Lomba Essay dan Fotografi EMCL, 3 Reporter BMG Raih Juara Pasca dilaksankan Cangkruk Mathuk dalam jaringan (daring) yang digelar operator Lapangan Banyuurip, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bersama para wartawan 3 Kabupaten pada Rabu (25/11/2020), dilanjutkan dengan lomba essay dan...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more