12:00 . Tuban Sediakan Paket Setara SD-SMA Gratis untuk Warga Tertinggal   |   11:00 . Cegah Longsor di Rengel, Relawan Tanam 1.000 Rumput Vetiver di Lahan Kritis   |   07:00 . Dear Parents, Ini Tips Merawat Kulit Bayi Agar Tidak Mudah Iritasi   |   14:00 . Harga Cabai Rawit Melonjak, Cabai Kering Jadi Alternatif   |   13:00 . 60 Persen Penerimaan Pajak di Tuban Bersumber dari Sektor Industri   |   12:00 . Diterjang Hujan Lebat, Pohon di Jalan Panglima Sudirman Tuban Tumbang   |   11:00 . Begini Cara Kerja Virtual Police   |   10:00 . Puluhan Ahli Waris Korban Covid-19 di Tuban Batal Terima Santunan Rp15 Juta   |   09:00 . Salurkan Ribuan Masker ke Pesantren, Polres Tuban Canangkan Gerakan Santri Bermasker   |   07:00 . Kanker Payudara dan Serviks Ternyata Bisa Dicegah, Begini Caranya   |   18:00 . Dampak Pandemi Covid-19, Realisasi Penerimaan Pajak Tahun 2020 Turun   |   17:00 . SI dan Stakeholder Evaluasi Program Pemberdayaan FMK Rp7,1 Miliar   |   16:00 . Bupati Ajak Wajib Pajak Laporkan SPT Tahunan Tepat Waktu   |   12:00 . Hargai Cabai Rawit Tembus Rp100 Ribu Setara Daging Sapi   |   11:00 . Empat Orang Tak Jadi Terima SK PPPK   |  
Sun, 28 February 2021
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Perpres 33 Tahun 2020 Pengaruhi Pendapatan Anggota Dewan

bloktuban.com | Saturday, 07 November 2020 18:00

Perpres 33 Tahun 2020 Pengaruhi Pendapatan Anggota Dewan

Reporter: Ali Imron

blokTuban.com - Para anggota dewan di Kabupaten Tuban dikabarkan akan pusing dengan berkurangnya pendapatan mulai tahun 2021. Pendapatan Anggota Dewan (PAD) turun drastis khususnya pada perjalanan dinas.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tuban, Miyadi menjelaskan, berkurangnya PAD setelah adanya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 33 tahun 2020 tentang Standar Harga Satuan Regional.

"Perpres 33 yang mengatur perjalanan dinas mulai tahun depan," ucap Miyadi kepada blokTuban.com, Sabtu (7/11/2020).

Miyadi yang merupakan Sekretaris PKB Tuban, menyontohkan perjalanan anggota dewan ke luar Provinsi biasanya Rp2,6 Juta. Mulai Januari 2021 berubah menjadi Rp600 ribu.

Perubahan pendapatan anggota tersebut, menjadi beban pikiran Miyadi selaku dewan. Kendati demikian, kinerja anggota dewan dipastikan tidak akan menyusut dalam melayani masyarakat.

"Kinerja anggota dewan telah diatur diantaranya oleh Banmus, Banggar, dan PK. Imbasnya nanti pada singkronisasi tiap anggota dewan di semua kegiatan karena pendapatannya berkurang," imbuhnya.

Di tengah pandemi yang tak kunjung berakhir, Miyadi terus mendorong anggotanya untuk menjadi contoh perubahan perilaku dalam memutus sebaran Covid-19. Caranya dengan menerapkan 3M dengan benar, mulai memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak aman. [ali/rom]

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Tag : dewan, dprd, perpres 33



PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Wednesday, 30 December 2020 17:00

    Cangkruk Mathuk Bersama EMCL

    Lomba Essay dan Fotografi EMCL, 3 Reporter BMG Raih Juara

    Lomba Essay dan Fotografi EMCL, 3 Reporter BMG Raih Juara Pasca dilaksankan Cangkruk Mathuk dalam jaringan (daring) yang digelar operator Lapangan Banyuurip, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bersama para wartawan 3 Kabupaten pada Rabu (25/11/2020), dilanjutkan dengan lomba essay dan...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more