07:00 . WHO Harap Negara Tak Kendor Hadapi Covid-19   |   15:00 . Cerita Sambal Rumahan di Tuban bisa Masuk Supermarket   |   14:00 . Harga Telur Ayam Alami Penurunan   |   13:00 . Berkah Proyek Ring Road, Musisi Tuban Sulap Akar Jati Terbuang Bernilai Seni   |   12:00 . Bikin Legen Awet Dua Pekan, Risetnya Tiga Bulan   |   11:00 . Harga Cabai Terus Melonjak, Menjadi Rp125 Ribu per Kilogram   |   21:00 . Pandemi, Penghasilan Tukang Becak Anjlok   |   20:00 . Harga Bawang Mulai Berangsur Turun   |   19:00 . Positif Covid-19 Turun, Efektivitas PPKM Mikro Belum Disimpulkan   |   18:00 . Jadi Prioritas 2021, Ini Deretan Infrastruktur yang Digenjot Tuban   |   16:00 . Saat Harga Selangit, Cabai di Tuban Diserang Hama Patek, Petani Panen Dini   |   15:00 . Diduga Keluyuran, Status Terdakwa KK Ganda Diusulkan jadi Tahanan Rutan   |   08:00 . Momen HPN 2021, BNI Tuban Beri Kejutan Kue Ulang Tahun Kepada Insan Pers   |   07:00 . 30 Persen Anak Muda Disebut Alami Kecanduan Smartphone, Ini Saran Pakar   |   19:00 . Meski Harga Cabai Melonjak, Pemilik Warung Makan ini Tetap Patok Harga Normal   |  
Sun, 07 March 2021
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Sinkronisasi Program Sahabat Pertamina, Hadirkan 3 Desa di WIlayah Operasi

bloktuban.com | Monday, 26 October 2020 23:00

Sinkronisasi Program Sahabat Pertamina, Hadirkan 3 Desa di WIlayah Operasi

 

Reporter: M. Anang Febri

blokTuban.com - Operator Lapangan Sukowati, Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field, melakukan sinkronisasi Program Sahabat Pertamina, Senin (26/10/2020). Pemaparan yang disampaikan mitra program, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Insan Cendekia Husada (STIKes ICsada) Bojonegoro, dihadiri Kepala Desa Campurejo, Kecamatan Kota Bojonegoro, Kades Ngampel dan Sambiroto Kecamatan Kapas, serta stakeholder terkait.

Tenaga Ahli Program Sahabat Pertamina dari Kampus Ungu, STIKes Icsada Bojonegoro, Nurul Jariyatin, SH., MKN menerangkan, Program Sahabat Pertamina telah dilaksanakan memasuki tahun ke-3 di 3 Desa Kabupaten Bojonegoro dan tahun kedua di 3 Desa Kabupaten Tuban, yang mana merupakan wilayah operasi Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field.

"Tujuan sinkronisasi program, untuk membangun keselarasan kegiatan dengan stakeholder terkait, membangun sinergitas program dengan stakeholder terkait, dan menghindari kesalahpahaman," ujar NJ, sapaan karibnya.

Program Sahabat Pertamina sebagai bagian dari manajemen resiko perusahaan terkait dengan situasi tidak normal lapangan Sukowati, yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan masyarakat. Selain itu, juga sebagai salah satu pelaksanaan Corporate Social Responsbility (CSR).

"Bagi kebutuhan masyarakat, program Sahabat Pertamina merupakan pemenuhan rasa aman dan nyaman saat kegiatan operasi berlangsung terkait dengan adanya kemungkinan paparan bau," ulas Nurul.

Dalam pelaksanaan program, juga dilakukan survey indeks kepuasan masyarakat (IKM) yang dilakukan dengan responden dari 240 keluarga binaan di 3 desa. Pada periode 2018, yakni Agustus 2018 sampai Juli 2019, Layanan Pendampingan Keluarga Binaan Sahabat Pertamina mendapat nilai IKM 80.61 dengan status puas. Berlanjut pada periode 2019-September 2020, mendapatkan nilai 81.28 dengan keterangan sangat puas.

"Kemudian, survey pada periode Oktober 2019 dengan responden 36 orang, terdiri dari 31 kader desa dan 5 perawat/bidan desa nilai IKM 93.47 dengan keterangan Sangat Puas. Dan pada survei periode 25 Oktober 2020 dengan responden 105 warga di  3 desa yang pernah menjadi peserta PPM (Pemeriksaan dan Pengobatan bagi Masyarakat) mendapatkan nilai 77.38 dengan keterangan puas," ulas Nurul menerangkan.

 

Kepala Desa Campurejo, Edi Sampurno mengapresiasi program Sahabat Pertamina, yang dilaksanakan di 3 Desa di Kabupaten Bojonegoro, termasuk di desa yang dipimpinnya. Dirinya berharap, layanan yang diberikan oleh pelaksana program Sahabat Pertamina terus ditingkatkan.

Pada kesempatan tersebut, dirinya juga menanyakan terkait anggaran yang diperuntukkan dalam untuk bidang kesehatan, yang dinilai lebih besar dari bidang lain.

Menjawab pertanyaan tersebut, Legal and Relation Pertamina EP Asset 4 Field Sukowati, Angga Aria menyampaikan, anggaran tersebut diperuntukkan 3 desa di Kabupaten Bojonegoro dan 3 desa di Kabupaten Tuban.

"Pelaksanaan program Sahabat Pertamina dalam anggaran tersebut berlangsung untuk 1 tahun, untuk penerima manfaat merupakan warga di desa tersebut yang mana berada di wilayah operasi Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field," ujar Angga.

Sementara itu, Kades Sambiroto Gunawan dan  Kades Ngampel Purwanto mendukung program Sahabat Pertamina untuk terus ditingkatkan, dan terus koordinasi dengan pihak desa untuk memberikan layanan 24 jam bagi masyarakat yang ada di wilayah operasi Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field.

 

 

 

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Tag : pertamina, ep, asset, sukowati



PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Wednesday, 30 December 2020 17:00

    Cangkruk Mathuk Bersama EMCL

    Lomba Essay dan Fotografi EMCL, 3 Reporter BMG Raih Juara

    Lomba Essay dan Fotografi EMCL, 3 Reporter BMG Raih Juara Pasca dilaksankan Cangkruk Mathuk dalam jaringan (daring) yang digelar operator Lapangan Banyuurip, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bersama para wartawan 3 Kabupaten pada Rabu (25/11/2020), dilanjutkan dengan lomba essay dan...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more