18:00 . Ansor Palang Berbagi Takjil Setiap Hari di Bulan Ramadan   |   12:00 . Makin Terpuruk Pedagang Oleh-oleh di Area Makam Sunan Bonang   |   11:00 . Cepu Field Selesai Perbaiki Pipa di Blora   |   10:00 . Perempuan Asal Bojonegoro Diamankan Satpol PP Tuban di Eks Lokalisasi Gandul   |   09:00 . Janji Bupati Naikkan Gaji GTT dan PTT Setara UMR Belum Terwujud   |   08:00 . TPPI Terjunkan Penyelamat hingga Sediakan Peralatan Screening GeNose   |   07:00 . Tips Memilih Makanan Sehat Agar Tetap Bugar Selama Puasa   |   19:00 . Pulang Naik Bus, Nelayan Jabar Bahagia Bisa Jumpa Keluarga   |   18:00 . Lapas Tuban Sambut Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-57 di Panti Asuhan   |   17:00 . Bersinergi, Forkopimka Grabagan Jalin Silaturrahmi Perguruan Silat   |   15:00 . Sekdes Campurejo Akhirnya Dilantik Sesudah Penetapan PJ Kades   |   14:00 . Nelayan Korban Kapal Terbakar Jalani Tes GeNose Covid-19   |   13:00 . Bupati Tuban Sampaikan Capaian Kinerja 10 Tahun   |   12:00 . Nelayan Korban Kapal Terbakar Dijemput Dua Tugboat   |   11:00 . Sejumlah Tim Bersiap Jemput Kedatangan Nelayan di Pelabuhan TBBM Tuban   |  
Sun, 18 April 2021
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Media Massa dan Pemerintah Perlu Bekerjasama Mengatasi Masalah

bloktuban.com | Saturday, 24 October 2020 19:00

Media Massa dan Pemerintah Perlu Bekerjasama Mengatasi Masalah

Reporter: Edy Purnomo

blokTuban.com - Atmaji Sapto Anggoro, Ketua Dewan Pertimbangan dan Pengawas Asosiasi Media Siber Indonesia Pusat, menyarankan agar media massa dan pemerintah bekerjasama dalam hal mengatasi masalah.

"Setiap pahlawan lahir dari krisis. Kalau kita lahir saat dijajah, lalu menang terhadap penjajahan, kita jadi pahlawan. Pak Karno dan Pak Dirman lahir karena telah menyelesaikan krisis waktu penjajahan. Tidak ada pengakuan tanpa prestasi atau cobaan kalau tidak menyelesaikan masalah," kata Sapto, dalam webinar yang menjadi rangkaian pembukaan Konferensi Wilayah II Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Jawa Timur, di Kota Batu, Jawa Timur, Sabtu (24/10/2020).

Menurut Sapto, hari ini masalah bisa diselesaikan dengan perangkat, aplikasi, dan ilmu pengetahuan, serta pilihan kesepakatan dengan berbagai pendekatan. "Yang jadi masalah banyak: mulai dari apa, bagaimana, mengapa, di mana, dan siapa. Hari ini yang susah adalah mengidentifikasi masalah. Perlu cara mengidentifikasi masalah," katanya.

Sapto menjelaskan, dengan identifikasi masalah yang benar, maka bisa diperoleh 'obat' yang benar. "Harus ditentukan objektifnya dulu. Kita melakukan ini objektifnya apa? Kalau di awal tidak tahu objektifnya, ya pasti obatnya salah," katanya.

Pihak-pihak yang dilibatkan dalam mengidentifikasi masalah adalah pemangku kepentingan yang peduli dengan masalah itu untuk membingkai masalah secara akurat. "Jadi kalau teman-teman media bekerjasama dengan pemerintah daerah merumuskan masalah, data masalah juga perlu. Bayangkan, pemda memiliki banyak masalah yang disampaikan ke publik lewat media. Selama ini pemda kan inginnya (yang disampaikan) sesuatu yang berprestasi saja. Padahal kalau bisa menyampaikan masalah, bisa mengajak masyarakat berpartisipasi, pemda tidak akan bekerja sendirian," kata Sapto.

"Bayangkan jika rumusan masalah itu terpetakan dan jadi pembicaraan, bisa jadi partisipasi publik akan bagus. Semua perjalanan perumusan masalah dan metode penyelesaiannya bisa terbuka ke media dan diakses publik, maka untuk periode berikutnya akan ada sustainability penyelesaiannya. Tugas kita menyelesaikan masalah, bukan hanya menikmati hasil," kata Sapto.

Namun Sapto mengingatkan, kendati bekerjasama dengan pemerintah daerah, media massa tetap harus mengingat tugas sesuai Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 Pasal 3 ayat 1. "Intinya, kita semua punya fungsi tanggung jawab kontrol sosial. Itu amanat undang-undang yang bisa disampaikan kepada teman-teman di pemda yang kita ajak kerjasama. Sebagai media online, kita punya pegangan kode etik jurnalistik dan pedoman media siber," katanya. [mu]

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Tag : amsi jatim, amsi, konferwil



PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Monday, 05 April 2021 13:00

    Mahasiswa Unirow Tuban Belajar di Kantor blokTuban.com

    Mahasiswa Unirow Tuban Belajar di Kantor blokTuban.com Sekitar 25 mahasiswa-mahasiswi dari Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) Tuban berkunjung di kantor redaksi blokTuban.com Jalan Sunan Muria No. 28 Kelurahan Latsari,...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more