07:00 . Nyeri Haid Hilang Setelah Menikah, Mitos atau Fakta?   |   22:00 . Bupati Huda Serahkan Alsistan   |   21:00 . BMKG Rilis Peringatan Dini Jatim   |   20:00 . Semen dari Pabrik Tuban Bisa Dikirim Lewat Stasiun Babat   |   20:00 . Proyek Revamping dan Olefin TPPI Didukung Komisi VII DPR RI   |   19:00 . Adakan Sidang Isbat Nikah Massal, Ini Tujuan Bupati Huda   |   18:00 . Kapolres Tuban: Akhir Tahun Dipastikan Belum Bisa Dilalui Roda 4   |   17:00 . Serco Asia Pasifik Gandeng BUMD PT RSM Tandatangani Kerjasama Bangun RS Internasional di Tuban   |   16:00 . Kekeringan Teratasi, Panen jadi Lebih Cepat   |   15:00 . Terdakwa Kasus Penodaan Agama Islam di Group Facebook Jalani Sidang Online   |   14:00 . Selamat, Kak Bibin Resmi Lepas Lajang   |   13:00 . Kapolres Cek Logistik Pilkada Tuban   |   09:00 . Disiplin Prokes Kurang Sebabkan Kasus Covid-19 Tuban Naik   |   08:00 . Diduga Ngantuk, Truk Trailer Tabrak Pagar dan Teras Warga   |   07:00 . Hiperandrogen Bisa Picu Haid Tak Lancar, Simak Penjelasannya   |  
Fri, 27 November 2020
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Monday, 19 October 2020 19:00

Tingkatan Ekonomi Nelayan, Pertamina EP Latih Kelompok Usaha Perempuan

Tingkatan Ekonomi Nelayan, Pertamina EP Latih Kelompok Usaha Perempuan

Reporter: Mochamad Nur Rofiq

blokTuban.com - Di bawah tekanan pandemi Covid-19, PT Pertamina EP hadir di tengah masyarakat pesisir Teluk Kaba yang mayoritas penghasil rumput laut. Untuk menjaga stabilitas ekonomi, anak perusahan PT Pertamina (Persero) itu melakukan inovasi, yaitu melatih kelompok usaha perempuan untuk memanfaatkan potensi daerahnya. 

Sudah tak asing lagi, salah satu makanan khas bumi Borneo yakni amplang. Cemilan berbahan dasar ikan itu bisa ditemui di berbagai toko oleh-oleh di Kalimantan Timur. Meski menggunakan ikan, amplang dapat dikreasikan dengan bahan pangan lainnya, seperti cumi, udang, dan kepiting. 

Untuk itu Kontraktor Kontrak Kerjasama di bawah SKK Migas tersebut melakukan inovasi lain, yaitu memanfaatkan potensi daerah pesisir Teluk Kaba yang mayoritas penghasil rumput laut. Mereka (kelompok usaha perempuan, red) dilatih membuat amplang dengan bahan rumput laut. 

Bertempat di wilayah kerja Pertamina EP di Kalimantan, Pertamina EP Asset 5 Sangatta Field (PEP Sangatta Field) bekerjasama dengan Balai Taman Nasional Kutai (Balai TN Kutai), Desa Teluk Singkama pelatihan ini diikuti oleh kelompok usaha perempuan Teluk Kaba Mandiri. 

Bertindak sebagai pelatih, Ibu Suratin yang jauh lebih dulu memproduksi amplang, mengajarkan cara pembuatan amplang kepada sembilan orang anggota kelompok Teluk Kaba Mandiri. 

Pelatihan dimulai dengan terlebih dulu memaparkan alat-alat dan bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan amplang rumput laut. Setelah dirasa cukup, kelompok mulai mengikuti arahan Ibu Suratin dalam mempraktikan membuat amplang dimulai dengan membuat adonan terlebih dahulu.

Tidak butuh lama setelah adonan jadi, dilanjutkan dengan proses penggorengan amplang selama 30 menit diaduk tanpa henti. 

Pelatihan berjalan dengan efisien, karena masing-masing anggota aktif berperan dalam pembuatan amplang ini. Mereka merasa bersemangat, karena kali pertama mereka memproduksi amplang dan akan menjadikannya sebagai oleh-oleh khas Teluk Kaba, Kutai Timur.

“Terimakasih kami ucapkan kepada pihak Pertamina EP dan Balai Taman Nasional Kutai yang telah memberi pelatihan ini, dan kedepannya juga akan mendampingi kami dalam memproduksi amplang rumput laut ini,” ungkap Ibu Saharuddin selaku ketua kelompok usaha perempuan Teluk Kaba Mandiri.

Perlu diketahui, Dusun Pantai berada di Pesisir Teluk Kaba, Desa Teluk Singkama, Kecamatan Sangatta Selatan, Kabupaten Kutai Timur. 

Masyarakat Dusun Pantai hidup berdampingan dengan Kawasan Taman Nasional Kutai. Sampai saat ini menurut informasi dari Kepala Dusun Saharudin, ada sebanyak 13 kepala keluarga yang mendiami Pesisir Teluk Kaba.

Akses jalan menuju Dusun Pantai terbilang cukup sulit, namun banyak potensi di daerah tersebut. Potensi wisata yang bisa dikembangkan antara lain wisata snorkeling dan wisata mancing. Selain itu potensi wisata terdapat potensi pengembangan usaha budidaya rumput serta usaha olahan ikan.

Eko Agus Sardjono, Direktur Utama PT Pertamina EP, berujar Sangatta Field bersama dengan Balai TN Kutai telah dan sedang menjalankan beberapa program pemberdayaan di daerah tersebut. Di antaranya, bantuan sarana air bersih, bantuan peralatan untuk pengembangan usaha budidaya rumput laut dan pendampingan usaha amplang rumput laut. 

"Kegiatan pemberdayaan tersebut dilaksanakan sebagai wujud tanggung-jawab dan kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar, dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat," tutupnya. [rof/col]

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Tag : Pertamina, pelatihan



PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Thursday, 26 November 2020 14:00

    Selamat, Kak Bibin Resmi Lepas Lajang

    Selamat, Kak Bibin Resmi Lepas Lajang Momen bahagia kembali dirasakan Keluarga besar Blok Media Group (BMG). Personil dari Blok Multimedia (anak perusahaan BMG), M. Tholibin resmi melepas masa lajangnya setelah menyunting pujaan hatinya, Siti Muza'roah....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more