07:00 . WHO Harap Negara Tak Kendor Hadapi Covid-19   |   15:00 . Cerita Sambal Rumahan di Tuban bisa Masuk Supermarket   |   14:00 . Harga Telur Ayam Alami Penurunan   |   13:00 . Berkah Proyek Ring Road, Musisi Tuban Sulap Akar Jati Terbuang Bernilai Seni   |   12:00 . Bikin Legen Awet Dua Pekan, Risetnya Tiga Bulan   |   11:00 . Harga Cabai Terus Melonjak, Menjadi Rp125 Ribu per Kilogram   |   21:00 . Pandemi, Penghasilan Tukang Becak Anjlok   |   20:00 . Harga Bawang Mulai Berangsur Turun   |   19:00 . Positif Covid-19 Turun, Efektivitas PPKM Mikro Belum Disimpulkan   |   18:00 . Jadi Prioritas 2021, Ini Deretan Infrastruktur yang Digenjot Tuban   |   16:00 . Saat Harga Selangit, Cabai di Tuban Diserang Hama Patek, Petani Panen Dini   |   15:00 . Diduga Keluyuran, Status Terdakwa KK Ganda Diusulkan jadi Tahanan Rutan   |   08:00 . Momen HPN 2021, BNI Tuban Beri Kejutan Kue Ulang Tahun Kepada Insan Pers   |   07:00 . 30 Persen Anak Muda Disebut Alami Kecanduan Smartphone, Ini Saran Pakar   |   19:00 . Meski Harga Cabai Melonjak, Pemilik Warung Makan ini Tetap Patok Harga Normal   |  
Sun, 07 March 2021
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Ini Hasil Mediasi Beda Hitungan Upah Lembur Pekerja PGO Swabina Gatra

bloktuban.com | Tuesday, 01 September 2020 08:00

Ini Hasil Mediasi Beda Hitungan Upah Lembur Pekerja PGO Swabina Gatra

Reporter : Ali Imron

 

blokTuban.com - Dinas Penanaman Modal Perijinan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (PM PTSP & Naker) Kabupaten Tuban telah menggelar mediasi di kantornya lantai II pada Senin, (31/8) siang perihal perbedaan perhitungan lembur pekerja PGO PT Swabina Gatra.

Di kesempatan ini, Dinas Tenaga kerja dan pengawas ketenagakerjaan Korwil Tuban sangat berhati-hati dalam mengambil keputusan. Terbukti dengan tidak adanya anjuran, meskipun tidak terjadi kesepakatan pada rapat.

Perselisihan hak ini terjadi karena adanya perbedaan pandangan dalam menafsirkan schedule kerja yang diberlakukan perusahaan terhadap UU ketenagakerjaan, khususnya tentang kelebihan hari kerja pada saat pekerja menjalankan waktu istirahat mingguan.

“Kami harus benar-benar jeli dan perlu kehati-hatian dalam menangani kasus ini, karena pandangan pekerja maupun perusahaan sebagaimana yang telah dipresentasikan keduanya sama-sama kuat. Kami selaku mediator dan juga pengawas ketenagakerjaan perlu berkonsultasi dengan Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jatim," jelas Wadiono selaku Kabid HI Disnaker Tuban.

Mantan Kabid Penegakan Hukum satpol PP Tuban itu berharap persoalan ini dapat segera terselesaikan dan tidak sampai berlanjut ke PHI. 

Disambung Sekretaris Pimpinanan Unit Kerja Persatuan Pekerja PT Semen Indonesia (PUK PPPTSI), Hartoyo menjelaskan bahwasanya waktu istirahat mingguan yang di terima oleh pekerja belum memenuhi 2×24 jam atau 2 hari untuk 5 hari kerja, sehingga ada selisih waktu yang seharusnya dibayar lembur oleh perusahaan.

Hal lain diungkapkan oleh pihak perusahaan Swabina Gatra yaitu Cahyani, “Bahwasanya perusahaan telah memberikan waktu istirahat yang cukup sesuai dengan ketentuan dan melaksanakan pembayaran upah lembur pekerjanya sesuai dengan regulasi yang ada, sebagaimana UU 13 tahun 2003,” ungkapnya.

Kaitan waktu kerja lembur pada UU 13 tahun 2003 diatur pada pasal 78 dan pasal 79, sedangkan peraturan turunannya diatur dalam Kepmen 102 tahun 2004 tentang waktu kerja lembur.

Ketua Konsulat Cabang Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (KC FSPMI) Tuban,

Duraji yang juga hadir mendampingi anggotanya akan menghormati apapun hasil mediasi tersebut dan akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas.

Pihaknya sangat menghormati keputusan mediator dan juga pengawas TK untuk berkonsultasi dengan Dinas Tenaga Kerja Jawa Timur karena memang persoalan ini tidak mudah.

"Butuh kajian yang komprehensif dalam menafsirkan schedule kerja pekerja sektor PGO terhadap pasal di UU 13/2003 maupun pasal yang ada di kepmen 102 tahun 2004," sambung Duraji kepada blokTuban.com, Selasa (1/9/2020).

Duraji menambahkan, persoalan yang sempat memicu aksi unjuk rasa dari FSPMI Tuban ini bergulir dua bulan. 

Perusahaan dianggap melakukan provokasi mulai dari menolak Bipartit ulang, memutasi pekerja yang dianggap vokal pada posisi yang tidak sesuai dengan keahlian/skill, hingga menyodorkan surat pernyataan agar pekerja tidak mempersoalkan upah lembur.[ali/ono]

 

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Tag : tenagakerja, sengketa



PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Wednesday, 30 December 2020 17:00

    Cangkruk Mathuk Bersama EMCL

    Lomba Essay dan Fotografi EMCL, 3 Reporter BMG Raih Juara

    Lomba Essay dan Fotografi EMCL, 3 Reporter BMG Raih Juara Pasca dilaksankan Cangkruk Mathuk dalam jaringan (daring) yang digelar operator Lapangan Banyuurip, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bersama para wartawan 3 Kabupaten pada Rabu (25/11/2020), dilanjutkan dengan lomba essay dan...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more