18:00 . Bacabup dan Bacawabup AMAN Tandatangani Kontrak Jamiyah   |   17:00 . Dusun Makmur Nama Kontrak Politik Setia Negara   |   15:00 . Gubernur Khofifah Kucurkan Bantuan Rp1,524 M untuk Pemberdayaan Usaha Perempuan   |   13:00 . Hari Pertama Tes SKB CPNS di Tuban, Terapkan Protokol Kesehatan   |   12:00 . BST Tahap Enam, 30.820 KPM Dapat Rp300 Ribu   |   10:00 . Tertimpa Reruntuhan Besi Tower, Rumah Warga Panyuran Rusak   |   09:00 . Hipmi Dorong Pemerintah Beri Peluang Besar Pengusaha Lokal   |   08:00 . Gerindra Siap Kerahkan Kader Rebut Kemenangan Setia Negara   |   07:00 . Migrain, Apa Sih Ciri-Ciri dan Penyebabnya?   |   15:00 . Kembali Nahkodai BPC Hipmi Tuban, Prasetiya Bagus Komitmen Bimbing UMKM   |   14:00 . Blak-Blakan, Gabungnya De Anwar, dan Strategi Pemenangan Ana-Anwar   |   13:00 . BPC Hipmi Tuban Gelar Muscab ke II   |   11:00 . Pemuda Sidomulyo Mulai Prihatin Masalah Sampah   |   10:00 . Corona di Palang Tembus 52 Kasus, Semakin Banyak Warga Pakai Masker   |   07:00 . Mi Instan dan Nasi Putih, Mana yang Lebih Tinggi Kalorinya?   |  
Sun, 20 September 2020
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Friday, 14 August 2020 08:00

Kapolsek Sebut Kasus Daging Busuk BPNT Bisa Diproses Hukum

Kapolsek Sebut Kasus Daging Busuk BPNT  Bisa Diproses Hukum

Reporter : Ali Imron

blokTuban.com – Daging ayam busuk atau kualitas komoditas lain untuk program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang diberikan pada keluarga penerima manfaat (KPM) tak bisa hanya diganti begitu.

Barang yang tidak layak konsumsi tidak bisa hanya selesai saat barang tersebut diganti dengan yang layak konsumsi. Sebab, kasus tersebut bisa diproses hukum. Hal itu demi untuk melindungi KPM dari menerima komoditas yang tak sesuai dan kepastian penegakan aturan.

Yang terbaru, kasus ditemukannya daging ayam dalam kondisi busuk saat diberikan ek KPM itu terjadi di Desa Socorejo Kecamatan Jenu.

‘’Tentu saja bisa diproses hukum jika melanggar,’’ ujar Kapolsek Jenu AKP Rukimin, Jumat (14/8/2020).

Kapolsek menyatakan, saat tahu ada kasus tersebut, pihaknya tidak tinggal diam. Anggota Polsek sudah turun ke lapangan untuk mengumpulkan data. Polsek, lanjut AKP Rukimin juga koordinasi dengan pihak terkait.

‘’Hari ini kami turun untuk koordinasi dengan pihak kecamatan dan desa,’’ tambahnya.

Untuk proses hukum, lanjut mantan Kapolsek Tambakboyo ini, tim dari Polres Tuban sudah turun. Karena itu, pihaknya menunggu perkembangan lebih lanjut. Hanya untuk di wilayah Kecamatan Jenu yang menjadi wilayah hukumnya, AKP Rukimin mengaku terus melakukan koordinasi intensif.

‘’Kemungkinan penyelidikan dilakukan oleh Unit Tipikor Polres,’’ tandasnya.

Sekadar diketahui, setelah KPM melapor ke pemerintahan desa (pemdes) Socorejo karena menerima daging ayam busuk dari BPNT, Kades Socorejo Z. Arief Rahman Hakim marah-marah. Kades muda itu membuang sisa daging busuk yang belum dibagikan ke warga. Dia juga meminta agar daging tersebut diganti dengan daging yang layak konsumsi.

Gading itu akhirnya diganti dengan daging layak konsumsi oleh supliyer daging. Supliyer daging ayam BPNT Kecamatan Jenu, Setiady mengatakan, dalam pendistribusian sudah berkomitmen memberikan daging kualitas terbaik. Baik beku (frozen) atau fresh.

"Untuk wilayah Jenu, kami peternak lokal baru kirim kali ini. Permintanan setiap agen berbeda. Ada yang minta frosen dan fresh. Maka dari itu kemarin kami distribusi frosen dan fresh," terangnya saat itu.

Kasus daging sampai KPM dalam konsisi busuk, dimungkinan persoalan teknis. Dia menyebut, untuk frosen di Desa Socorejo, dia mengirim sejak pagi jam 06.00 WIB. Karena ayam di agen tidak ada freezer atau kardus berisi es batu (sesuai standar jaminan mutu), kemungkinan daging frozen tersebut cair saat distribusi sore.

"Kami memastikan seluruh daging segar dan layak konsumsi saat diantar ke masing-masing agen. Terbukti saat pengiriman ke agen tidak ada kendala atau protes. Terkait teknis selanjutnya, wewenang agen," imbuhnya.

Sedangkan Ketua Agen Daging BPNT Kecamatan Jenu, Saifurrohman menambahkan selaku agen dan juga ketua paguyuban hanya fasilitator ketika ada keluhan agen ke suplieyer atau ada perihal antara agen dengan Dinsos ataupun dengan TKSK.

"Memang dari awal belum ada fasilitas pendingin untuk tiap agen, hanya ada bok untuk menyimpan sementara dengan di asih es batu sebagai pendingin," terangnya.

Mewakili KPM yang dagingnya diganti, Kades Socorejo berharap pengiriman daging yang tidak layak konsumsi tidak terulang kembali.

"Kepada semua yang terkait BPNT jangan sekali memanfaatkan orang miskin untuk kepentingan bisnis. Apalagi sampai merampas dan merugikan mereka. BPNT ini program baik, maka harus dikawal supaya manfaatnya sampai ke masyarakat," tegas Kades Arief.[ali/ono]

 

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Tag : bpnt, gadingayambusuk, jenu, proseshukum, polisi



PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Saturday, 22 August 2020 14:00

    KONGRES KEDUA AMSI

    AMSI: Brand yang Sehat Harus Tampil di Konten yang Sehat

    AMSI: Brand yang Sehat Harus Tampil di Konten yang Sehat blokTuban.com - Jakarta - Kongres Kedua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) resmi dibuka hari ini, Sabtu (22/8/2020). Kongres yang digelar secara virtual, karena berlangsung di tengah pandemi Covid-19, akan berlangsung...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more