Sembahyang di Luar Altar, Umat Tri Dharma Ingin Rukun dan Damai

Reporter: Ali Imron

blokTuban.com - Ritual sembahyang Umat Tri Dharma Klenteng Kwan Sing Bio Kabupaten Tuban berbeda dari biasanya. Tahun 2020 ini pintu altar tertutup rapat, dan para umat sembahyang di luar pagar.

Ibadah di luar altar tersebut, karena pintu masuk klenteng terbesar di Asia Tenggara masih digembok sejak tanggal 28 Juli 2020. Penutupan ini rentetan konflik pengurus yang berkepanjangan.

Terlepas dari pengurus yang berseteru, ada kekecewaan umat yang datang jauh-jauh dari Probolinggo. Ahing namanya. Dia datang rombongan bersama tujuh orang lainnya.

"Setiap tahun selalu datang ke Tuban. Untuk berdoa kepada Kongco Kwan Sing Tee Koen. Tidak tahu kalau kita tidak bisa masuk. Hanya dengar isu tapi tidak mengira akan seperti ini," terangnya kepada blokTuban.com.

Dia berharap, di Hari Ulang Tahun (HUT) Kongco semua umat bisa rukun dan damai. Semua persoalan semoga diberi jalan keluar, supaya ibadah di klenteng yang menghadap ke utara normal lagi.

Sementara itu, pimpinan tim pelaksana rencana ritual HUT Kongco Kwan Sing Tee Koen TITD KSB, Handjono Tanzah telah meniadakan ritual sembahyang hari ini pukul 11.00 WIB dengan pertimbangan digembok dan adanya Covid-19.

"Pemberitahuan telah dikirimkan langsung kepada Kapolres Tuban," sambungnya.

Sementara, Tio Eng Bo menjelaskan penutupan pintu masuk klenteng karena kondisi mendesak. Dia berharap semua konflik bisa segera selesai.

"Kami juga ingin damai dan rukun," tegasnya.

Pantauan di lokasi, sejak pukul 08.00 WIB Umat Tri Dharma mulai melakukan sembahyang sendiri-sendiri. Baru sekitar pukul 10.30 WIB Umat kelompok Tio Eng Bo tiba di lokasi untuk menggelar ritual sembahyang.

Sempat cek cok adu mulut kedua kelompok yang berseteru. Tak lama kemudian mereka bersama-sama sembahyang bersama, berdoa kebaikan semua pihak. [ali/col]