18:00 . Bacabup dan Bacawabup AMAN Tandatangani Kontrak Jamiyah   |   17:00 . Dusun Makmur Nama Kontrak Politik Setia Negara   |   15:00 . Gubernur Khofifah Kucurkan Bantuan Rp1,524 M untuk Pemberdayaan Usaha Perempuan   |   13:00 . Hari Pertama Tes SKB CPNS di Tuban, Terapkan Protokol Kesehatan   |   12:00 . BST Tahap Enam, 30.820 KPM Dapat Rp300 Ribu   |   10:00 . Tertimpa Reruntuhan Besi Tower, Rumah Warga Panyuran Rusak   |   09:00 . Hipmi Dorong Pemerintah Beri Peluang Besar Pengusaha Lokal   |   08:00 . Gerindra Siap Kerahkan Kader Rebut Kemenangan Setia Negara   |   07:00 . Migrain, Apa Sih Ciri-Ciri dan Penyebabnya?   |   15:00 . Kembali Nahkodai BPC Hipmi Tuban, Prasetiya Bagus Komitmen Bimbing UMKM   |   14:00 . Blak-Blakan, Gabungnya De Anwar, dan Strategi Pemenangan Ana-Anwar   |   13:00 . BPC Hipmi Tuban Gelar Muscab ke II   |   11:00 . Pemuda Sidomulyo Mulai Prihatin Masalah Sampah   |   10:00 . Corona di Palang Tembus 52 Kasus, Semakin Banyak Warga Pakai Masker   |   07:00 . Mi Instan dan Nasi Putih, Mana yang Lebih Tinggi Kalorinya?   |  
Sun, 20 September 2020
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Thursday, 06 August 2020 10:00

Gugatan Ditolak, Mantan Kades Sumurgung Siapkan Gugatan Lagi

Gugatan Ditolak, Mantan Kades Sumurgung Siapkan Gugatan Lagi

Reporter : Nidya Marfis

blokTuban.com - Karena gugatan soal waris yang dilayangkan ditolak hakim, Mujamiin, mantan Kepala Desa (kades) Sumurgung, Kecamatan Tuban meradang. 

‘’Saya akan gugat kembali, karena saya menilai ini tidak sesuai,’’ ujar Mujamiin.

Pria ini menggugat warisan berupa tanah dan rumah peninggalan kakek dan neneknya, Zaenal dan Sujinah. Sebab, Mujamiin merasa tanah harta warisan kakeknya itu belum pernah dibagi. Namun, saat ini harta tersebut dikuasi oleh para ahli waris yang merupakan cucu dari Zaenal. Sedangkan dia yang juga cucu Zaenal tidak kebagian. Mujamiin menggugat dengan menguasakan pada pengacara Tedjo Hutanto.

Berdasarkan keterangan Mujamiin, dia menggugat ke PA pada 5 Juni 2020 kemudian mendapat nomor register perkara Nomor 1109/Pdt.G/2020/PA.Tbn. Ada sebanyak 21 tergugat dalam perkara ini. Sedangkan penggugat selain Mujamiin ada Muhtadi yang merupakan penggugat kedua.

Perkara ini ditangani majelis hakim yang terdiri M. Abdul Wahid sebagai hakim ketua dengan anggota Hamdan dan Mukhtar. Sedangkan panitera pengganti Wawan.

Obyek gugatan adalah beberapa bidang tanah dan rumah yang disebut Mujamiin dikuasai para ahli waris dari anak-anak Zaenal. Jika dirupiahkan, aset yang dia gugat tersebut bernilai miliaran rupiah.

‘’Saya sudah berusaha meminta baik-baik, namun tidak direspons. Jadi saya menggugat ke pengadilan,’’ terang Mujamiin.

Ternyata gugatan tersebut tak bisa diterima hakim. Melalui putusan sela, hakim memutuskan gugatan tersebut tidak bisa diterima. Penggugat juga dihukum membayar biaya perkara Rp 2,5 juta.

‘’Ini yang membuat saya tak terima materi gugatan saja belum dibaca kok sudah diputus,’’ katanya.

Sedangkan pengacara Mujamiin, Tedjo Hutanto mengatakan, bahwa salinan putusan dari PA sudah dia terima. Saat ini dia mempelajari putusan tersebut. Dia juga merasa janggal dengan putusan tersebut.

‘’Ya karena materi gugatan belum dobaca tapi sudah ada putusan. Ini kan janggal. Kami masih mempertimbangkan untuk menggugat lagi,’’ tandasnya.

Sementara Humas PA Tuban ahmad Qomanal saat dikonfirmasi membenarkan sudah ada putusan atas perkara gugatan tersebut. Dia mengatakan, gugatan Mujamiin tidak bisa diterima dengan berbagai alasan yang sudah tercantum dalam putusan.

‘’Semua alasan dan pertimbangan hakim sudah ada. Apa penyebab gugatan tak bisa diterima,’’ terangnya.

Dia mengatakan, gugatan adalah persoalan waris. Sedangkan, dalam perkara tersebut harus jelas dan detail siapa ahli waris siapa. Dan yang meninggalkan warisan itu kapan meninggalnya, serta apakah benar yang digugat itu ahli waris. Karena dalam gugatan, para tergugat tidak disebutkan bin atau binti siapa.

‘’Ada gambaran lain, jika kita memperhatikan tentang waris. Ketika A meninggal, apakah B, tanpa ada tambahan kata B bin atau binti siapa. Apakah si B, tersebut bisa langsung dinyatakan ahli waris dari si A. Ini ilustrasi kecil, jika kita diskusi tentang waris atau warisan,’’ tandasnya.(nid/ono)

 

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Tag : hukum, pengadilanagama, gugatan, warisan



PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Saturday, 22 August 2020 14:00

    KONGRES KEDUA AMSI

    AMSI: Brand yang Sehat Harus Tampil di Konten yang Sehat

    AMSI: Brand yang Sehat Harus Tampil di Konten yang Sehat blokTuban.com - Jakarta - Kongres Kedua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) resmi dibuka hari ini, Sabtu (22/8/2020). Kongres yang digelar secara virtual, karena berlangsung di tengah pandemi Covid-19, akan berlangsung...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more