18:00 . Sruduk Truk, Dump Truk Oleng Lalu Hantam Pemotor   |   16:00 . Rapat Paripurna, Wabup Sampaikan Soal Langkah Ekonomi 2021   |   14:00 . Perkuat Koordinasi, Pangdam dan Bupati Resmikan Pos Koramil Grabagan Jadi Koramil   |   13:00 . Tegakkan Disiplin Prokes, Aparat Gabungan di Tuban Gencarkan Operasi Yustisi   |   12:00 . Tuban Masuk Zona Kuning, Tetap Disiplin Prokes   |   07:00 . 5 Alasan Memarahi Anak di Tempat Umum Pantang Dilakukan   |   20:00 . Tukang Becak Meninggal Mendadak   |   19:00 . Tingkatan Ekonomi Nelayan, Pertamina EP Latih Kelompok Usaha Perempuan   |   18:00 . Bangkitkan Semangat Teater, Komunitas Teater Tuban Gelar Pementasan   |   17:00 . Silaturahim ke Mapolda, AMSI Jatim Bersinergi Lawan Hoax Terlebih saat Pandemi Covid-19   |   16:00 . Pemkab Tuban Raih Opini WTP dari BPK   |   15:00 . Pemkab Pertahankan LPPD Kemendagri   |   11:00 . Nasi Pindang Bungkus Daun Jati Khas Pesisir   |   10:00 . Razia Warung, Petugas Gabungan Amankan Puluhan Botol Arak dan Anggur Kolesom   |   09:00 . Kebakaran, Diduga Tempat Pemasakan Solar Tradisional   |  
Wed, 21 October 2020
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Wednesday, 05 August 2020 09:00

35 Ribu Paket Konverter Kit untuk Nelayan dan Petani Siap Didistribusikan

35 Ribu Paket Konverter Kit untuk Nelayan dan  Petani Siap Didistribusikan

Reporter : Ali Imron

blokTuban.com - Pertamina siap menindaklanjuti penugasan pemerintah untuk mendistribusikan 35 ribu paket Konverter Kit (Konkit) untuk nelayan dan petani. Rinciannya, sebanyak 25 ribu konkit untuk nelayan  di 42 kabupaten dan kota. Serta sebanyak 10 ribu paket untuk petani di 24 kabupaten dan kota. 

Vice Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman menyatakan, Pertamina mendapat penugasan melakukan konversi BBM ke BBG sebagaimana Surat Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan Konversi BBM ke BBG untuk Nelayan Sasaran dan Petani tahun anggaran  2020.

Surat itu ditandatangani di Jakarta, Selasa (4/8) oleh Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Ego Syahrial.

Saat itu didampingi Sesditjen Migas Iwan Prasetya Adhi dan Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Alimuddin Baso. Sementara hadir mewakili PT Pertamina SVP Shipping PT Pertamina (Persero) Joko Eko dan Direktur Marketing PT Pertamina Patra Niaga sebagai Commercial and Trading Business Group Pertamina, Jumali.

Perjanjian ditandatangani oleh Pejabat Pembuat Komitmen Konversi BBM k BBG untuk nelayan, Irene Yulianingsih VP LPG Sales PT Pertamina (Persero), Primarini dan Pejabat Pembuat Komitmen Konversi BBM ke BBG untuk petani sasaran, Safriyanto.

“Setelah penandatanganan perjanjian, Pertamina bergerak cepat. Segera melakukan proses pengadaan yang ditargetkan selesai pada akhir September 2020. Sehingga pada minggu kedua Oktober 2020 sudah mulai bisa didistribusikan,” ujar Fajriyah dalam laman resmi Pertamina.

Pertamina juga akan menyiapkan pangkalan di wilayah petani dan nelayan yang menjadi sasaran untuk mendukung  ketersediaan isi ulang LPG. 

Menurut Fajriyah, Pertamina telah mendistribusikan paket Konkit untuk nelayan sejak tahun 2016 dan hingga tahun 2019 telah mendistribusikan 60.859 paket Konkit.  Sementara untuk petani, Pertamina telah mendistibusikan paket Konkit sebanyak seribu paket yang dilakukan sejak tahun 2019. 

Pada tahun 2020, tambah Fajriyah, Pertamina akan mendistribusikan paket konkit untuk nelayan sasaran di 17 provinsi, 42 kabupaten/kota. Ke 17 provinsi tersebut adalah Daerah Istimewa Aceh, Sumatera Utara, Riau dan  Kepulauan Riau.

Juga Bengkulu, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah. 

Sedangkan paket konkit untuk petani sasaran akan dibagikan sebanyak 10 ribu paket di 6 provinsi, 24 kabupaten/kota. Pertamina akan menjalankan tugas ini sesuai target dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

"Paket Konkit ini akan membantu meringankan biaya operasional kapal penangkap ikan bagi nelayan serta mesin pompa air bagi petani, karena lebih hemat, efisien serta lebih ramah lingkungan. Perawatan mesin juga menjadi lebih mudah,” tambah Fajriyah.

Sebelumnya Kabupaten Tuban tercatat tiga kali menerima bantuan Konkit. Pada tahun 2016, telah dibagikan 330 paket dan 2017 sebanyak 566 paket. Total hingga 2018, jumlah paket yang dibagikan untuk Kabupaten Tuban sebanyak 1.096 paket.

"Semoga Tuban mendapatkan sesuai kebutuhan Konkit," pungkas Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Tuban, Murtadji kepada blokTuban.com, Rabu (5/8/2020). [ali/ono]

 

 

 

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Tag : migas, pertamina



PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Saturday, 22 August 2020 14:00

    KONGRES KEDUA AMSI

    AMSI: Brand yang Sehat Harus Tampil di Konten yang Sehat

    AMSI: Brand yang Sehat Harus Tampil di Konten yang Sehat blokTuban.com - Jakarta - Kongres Kedua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) resmi dibuka hari ini, Sabtu (22/8/2020). Kongres yang digelar secara virtual, karena berlangsung di tengah pandemi Covid-19, akan berlangsung...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more