18:00 . Partai Gerindra Rekom Eko Wahyudi-Agus Maimun Maju di Pilkada   |   13:00 . Paparkan Proyek TPPI Olefin Complex ke Bupati Tuban   |   12:00 . Pengibar Bendera Dibatasi 3 OrangĀ    |   11:00 . Pasang Umbul-Umbul, Pelajar Meninggal Tersengat Listrik   |   10:00 . Dump Truk Vs Truk Tronton, Pengemudi Patah Tulang   |   07:00 . Seberapa Sering Bra Harus Dicuci?   |   19:00 . Dekatkan Layanan Online Sampai Desa   |   18:00 . Arus Balik Idul Adha di Jalur Pantura Tuban Terpantau Lancar   |   17:00 . Khozanah Hidayati Legowo Jika Tak Direkom Sebagai Bacabup   |   16:00 . Masih Tutup, Air Terjun Nglirip Tolak Ribuan Pengunjung   |   15:00 . Jelang Pilkada, Khozanah Hidayati Deklarasi Media Center   |   14:00 . Marka Jalan Belok Kiri Belum Ada, ini Kata Dishub   |   12:00 . Semester 1 2020, SIG Catatkan Kenaikan Laba Bersih 26,3%   |   07:00 . Dampak Anak Nonton Youtube, Baik atau Buruk?   |   14:00 . RTH Sekaligus Tempat Konservasi Rusa Mulai Ramai Dikunjungi Warga   |  
Tue, 04 August 2020
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Friday, 24 July 2020 11:00

Puluhan Warga Cepokorejo Tutup Akses Masuk Tambak Udang

Puluhan Warga Cepokorejo Tutup Akses Masuk Tambak Udang

Reporter: Khoirul Huda

blokTuban.com - Puluhan warga Desa Cepokorejo, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban menutup akses masuk menuju sejumlah tambak udang yang tidak memiliki izin di desa setempat, Jumat (24/6/2020).

Warga memasang portal di jalan masuk areal tambak. Hal itu dilakukan warga, lantaran pengusaha tambak dinilai mengabaikan kesepakatan yang telah dibuat bersama warga pada 27 Februari lalu.

"Aksi ini menindaklanjuti penolakan warga atas kesepakatan yang sudah dibuat pada 27 Februari lalu. Pada kesepakatan itu, apabila pengusaha tambak udang tidak memiliki izin sesuai dengan undang-undang yang berlaku maka harus menghentikan operasinya," terang salah satu warga Desa Cepokorejo, Didik.

Namun, Didik menuturkan hingga saat ini sejumlah pengusaha tambak udang masih belum mengantongi izin yang jelas dan masih terus beroprasi hingga mengakibatkan air yang digunakan warga sehari-hari menjadi payau.

"Dampak yang dirasakan warga dari adanya aktifitas tambak udang, air yang digunakan warga sehari-hari menjadi payau, selain itu yang menyakitkan lagi air untuk pengairan lahan pertanian warga Cepokorejo juga asin," sambungnya.

Warga mengaku miris, karena pengusaha tambak memiliki Surat Izin Pengambilan Air Tanah (SIPA), sedangkan izin yang lainnya tidak dimiliki oleh pengusaha tambak. Hal itu menandakan pemerintah tidak hadir saat warga berkeluh kesah.

"Ada 7 tambak udang di Desa Cepokorejo berskala besar, dan kemungkinan akses menuju tambak yang tidak memiliki izin akan ditutup warga," tandas Didik.

Warga berharap, Pemkab hadir dan peduli atas keluh kesah yang dirasakan oleh warga Desa Cepokorejo. Dan apabila Pemkab akan melakukan kajian-kajian maka hendaknya oprasional tambak dihentikan terlebih dahulu.[hud/ono]

 

 

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Tag : tutupjalan, wargablokir, cepokorejo, palang, tambaktanpaizin



PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more