17:00 . Final, Rekom PAN untuk Setiajit   |   15:00 . Dinsos Bersama Suppliyer Perketat Pengawasan Produk Lokal   |   13:00 . DPD PPDI Tuban Dikukuhkan   |   12:00 . BUMD RSM Libatkan Peternak Lokal Suplai Daging BPNT   |   11:00 . Tak Punya Kuota Internet, PC Ansor Tuban Siapkan WiFi Gratis untuk Anak Sekolah   |   10:00 . Hari Pramuka ke-59, Kwaran Pramuka Montong Upacara di Api Abadi Maindu   |   09:00 . Mulai 18 Agustus, SMA-SMK Uji Coba Tatap Muka   |   08:00 . Kapolsek Sebut Kasus Daging Busuk BPNT Bisa Diproses Hukum   |   07:00 . Mengapa Stres Bisa Sebabkan Berat Badan Turun?   |   20:00 . Dirjen Bimas Budha Kemenag: Tempat Ibadah Jangan Ditutup   |   19:00 . Pemerintah Anggarkan Rp3,8 Triliun untuk Pulihkan Sektor Pariwisata   |   18:00 . Konsumsi BBM dan LPG di Tuban Meningkat Saat Adaptasi Kebiasaan Baru   |   17:00 . Daging BPNT Busuk Diganti Layak Konsumsi   |   16:00 . Daging BPNT Busuk, Begini Komentar PMII   |   15:00 . Pertamina Tambah Titik Operasional BBM Satu Harga, Perluas Jaringan   |  
Fri, 14 August 2020
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Sunday, 19 July 2020 10:00

Bocoran Pasangan Setiajit, Berlatar Belakang Politisi dan Pengusaha

Bocoran Pasangan Setiajit, Berlatar Belakang Politisi dan Pengusaha

Reporter: Ali Imron

blokTuban.com - Baju merah yang dikenakan Setiajit Bakal Calon Bupati Tuban di Pilkada 2020, menarik perhatian awak media. Warna merah tersebut identik dengan warna partai PDI Perjuangan.

Sandi warna tersebut ditanggapi oleh pejabat asal Desa Tegalrejo, Kecamatan Merakurak di sela pembagian 300 ribu masker, leaflet dan tong air untuk cuci tangan ke masyarakat di Posko Tuban Milik Bersama Jalan Wahidin Sudirohusodo Tuban, Minggu (9/7/2020).

"Jika sandi warna merah diartikan identik PDIP, maka saya insyaAllah akan diusung partai tersebut," terang Setiajit yang juga Kepala Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur.

Setiajit juga bersyukur hasil survei beberapa lembaga survei menunjukkan elektabilitasnya cukup tinggi. Selain PDIP, partai lain yang mendukung Setiajit maju sebagai Bupati Tuban yaitu PAN, PPP, Hanura dan PBB. Tidak menutup kemungkinan beberapa partai lagi akan ikut mengusung.

Dalam 20 tahun terakhir, Pilkada di Kabupaten Tuban diwarnai dinasti Haeny Golkar dan dinasti Fathul Huda PKB-NU. Setiajit nenyikapi hal tersebut wajar jika keduanya masih menginginkan untuk menjadi nomor satu di pringgitan Tuban.

Dalam demokrasi sikap kedua dinasti boleh-boleh saja, tapi kembali lagi masyarakat yang menentukan. Menghadapi politik dinasti, dirinya menegaskan yang memilih bukan trah dinasti tapi masyarakat secara langsung.

"Yang saya dengar masyarakat Tuban sudah melawan politik dinasti. Kalau saya tidak melawan, tapi sebagian besar masyarakat yang melawan," tegasnya.

Lebih dari itu, belum turunnya rekomendasi PDIP untuk Pilkada Tuban diakuinya karena belum ditentukannya kepastian pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati. Masalah itu baru diselesaikan hari-hari terakhir ini, dan pekan depan akan menghadap DPP Provinsi dan Pusat.

"Untuk pasangan saya bisa perempuan bisa laki-laki, tunggu saja minggu depan baru diumumkan. Yang jelas politisi dan pengusaha," tandasnya. [ali/col]


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Tag : Pasangan, setiajit



PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more