14:00 . Kerajinan Pelepah Pisang Tuban Diekspor ke Eropa   |   11:00 . Banser Tuban Satu Komando Ikuti Apel Kebangsaan Daring   |   10:00 . Ganjar Pranowo Turun Gunung Ajak Kader Banteng Menangkan Setia Negara   |   08:00 . Mas Safuan, Wartawan yang Tak Henti Menulis Itu Berpulang   |   14:00 . Presiden BEM Unirow Ajak Masyarakat Jangan Sepelekan Covid-19   |   13:00 . Semangat Perubahan Menuju Organisasi Modern, PSMTI Jatim Gelar Musprov IV   |   07:00 . Agar Anak Tetap Aktif, Ini Deretan Kegiatan Seru yang Bisa Dilakukan di Rumah   |   21:00 . Besok 43 Organisasi di Bojonegoro-Tuban Tanam Pohon Serentak   |   18:00 . Wartawan Senior Tuban Imam Suroso Tutup Usia   |   17:00 . Operasi Yustisi di Pelabuhan Bulu, 26 Pelanggar di Sanksi Denda   |   16:00 . Hijaukan Hutan, Kodim 0811 Tanam Sejuta Pohon   |   15:00 . JDIH Tuban Terbaik Kedua Nasional   |   14:00 . Tak Netral di Pilkada, ASN Terancam Diperingatkan hingga Pemecatan   |   13:00 . Bupati dan Bawaslu Tuban Teken Pengawasan Netralitas ASN   |   12:00 . Keluarga Pasien Istirahat Gelar Tikar di Teras IGD RSUD   |  
Sun, 29 November 2020
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Friday, 17 July 2020 14:00

Dituduh Sebarkan Berita Bohong

KPM BPNT Tunjukkan Rekaman Wawancara Lengkap ke Polisi

KPM BPNT Tunjukkan Rekaman Wawancara Lengkap ke Polisi

Reporter : Ali Imron

 

blokTuban.com - Dua Keluarga Penerima Manfaat (KPM) program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) asal Desa Cepokorejo, Kecamatan Palang, Sri Tutik bersama Sauni pada Kamis (17/7/2020) memenuhi panggilan tim Reskrim Polres Tuban.

Kedatangan kedua KPM sebagai saksi teradu, atas laporan balik Susilo Hadi Kusumo Sekretaris Desa Cepokorejo atas laporan dugaan penyebaran berita bohong, dugaan laporan palsu, dan terakhir pencemaran nama baik secara tertulis.

Sri Tutik dan Sauni melalui kuasa hukumnya, Nang Engki Anom Suseno menjelaskan kenapa pengaduan saudara Susilo seperti itu. Kali ini penyidik memeriksa kliennya terkait penyebaran berita hoaks.

"Bagi kami tidak ada berita hoaks/bohong yang disebarkan. Ini kan produk jurnalistik, dan tidak bisa narasumber dilaporkan. Kalau mau melaporkan salah alamat," ujar Engki, Jumat (17/7/2020).

Engki menambahkan, pelapor idealnya melaporkan media yang memberitakan bukan kliennya. Sri Tutik dan Saumi diperiksa soal dugaan penyelewengan BPNT selama dua tahun sejak 2018.

Lebih dari itu, kliennya menjawab dengan maksimal karena kejadian dugaan penyelewengan memang ada dan terjadi. 

Prakirakan Engki laporan saudara Susilo tidak akan terbukti, karena kliennya telah menyertakan bukti-bukti valid salah satunya rekaman wawancara utuh dengan media.

"Hasil wawancara lengkap itu nanti bisa diketahui mana bagian berita hoaks. Bagi kami tidak ada," tegasnya.

Sebelumnya pada Senin (6/7/2020) lalu, Susilo juga dipanggil Reskrim Polres Tuban. Melalui kuasa hukumnya Nur Azis menjelaskan, pemanggilan kliennya kali ini atas penyebaran dugaan berita bohong, dugaan laporan palsu, dan pencemaran nama baik secara tertulis pada 25 Juni 2020 lalu.

"Pihak terlapor dua Keluarga Penerima Manfaat (KPM) BPNT Cepokorejo yang melaporkan Susilo dugaan penggelapan Bansos," sambung Nur Azis.

Saat ini proses pendalaman dan pengumpulan barang bukti, karena masih proses interograsi. Dia berharap semua pihak menghormati proses ini, baik kliennya Susilo maupun dua KPM.

"Kami apresiasi Polres memperlakukan pelapor dan terlapor sama di depan hukum," tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, pada Kamis (18/6/2020) lalu sejumlah KPM BPNT di Desa Cempokorejo, Kecamatan Palang yang merasa tidak mendapatkan haknya selama kurang lebih dua tahun mendatangi Mapolres setempat.

Salah satu KPM, Sri Tutik mengaku, sebelum melaporkan ke pihak kepolisian, Tutik telah mengadu kepada Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Tuban terkait program BPNT.

Kurang lebih 2 tahun ini dirinya tidak pernah menerima program BPNT dari pemerintah. Hal itu terkuak setelah pada 17 Mei 2020 kemarin dia diberi Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) program BPNT dari pemdes setempat.

"Awalnya pada 17 Mei lalu saya diberi Kartu (KKS) dari Sekdes. Dikartu itu seharusnya saya mendapatkan kartu serta BPNT itu sejak tahun 2018 lalu, tapi kenapa kartu itu baru dikasihkan 2020," katanya.

Sedangkan Susilo melalui kuasa hukumnya, Nur Azis memberi klarifikasi kepada media dugaan penggelapan bansos. Susilo telah mengembalikan dana dua kali, yaitu sejumlah Rp109.040.000 dan Rp30.360.000. Dana tersebut dikembalikan dalam bentuk uang ke agen, kemudian baru disalurkan ke KPM berupa barang. [ali/ono]

 

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Tag : bpnt, kpm, beritabohong, polres



PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Thursday, 26 November 2020 14:00

    Selamat, Kak Bibin Resmi Lepas Lajang

    Selamat, Kak Bibin Resmi Lepas Lajang Momen bahagia kembali dirasakan Keluarga besar Blok Media Group (BMG). Personil dari Blok Multimedia (anak perusahaan BMG), M. Tholibin resmi melepas masa lajangnya setelah menyunting pujaan hatinya, Siti Muza'roah....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more