17:00 . Final, Rekom PAN untuk Setiajit   |   15:00 . Dinsos Bersama Suppliyer Perketat Pengawasan Produk Lokal   |   13:00 . DPD PPDI Tuban Dikukuhkan   |   12:00 . BUMD RSM Libatkan Peternak Lokal Suplai Daging BPNT   |   11:00 . Tak Punya Kuota Internet, PC Ansor Tuban Siapkan WiFi Gratis untuk Anak Sekolah   |   10:00 . Hari Pramuka ke-59, Kwaran Pramuka Montong Upacara di Api Abadi Maindu   |   09:00 . Mulai 18 Agustus, SMA-SMK Uji Coba Tatap Muka   |   08:00 . Kapolsek Sebut Kasus Daging Busuk BPNT Bisa Diproses Hukum   |   07:00 . Mengapa Stres Bisa Sebabkan Berat Badan Turun?   |   20:00 . Dirjen Bimas Budha Kemenag: Tempat Ibadah Jangan Ditutup   |   19:00 . Pemerintah Anggarkan Rp3,8 Triliun untuk Pulihkan Sektor Pariwisata   |   18:00 . Konsumsi BBM dan LPG di Tuban Meningkat Saat Adaptasi Kebiasaan Baru   |   17:00 . Daging BPNT Busuk Diganti Layak Konsumsi   |   16:00 . Daging BPNT Busuk, Begini Komentar PMII   |   15:00 . Pertamina Tambah Titik Operasional BBM Satu Harga, Perluas Jaringan   |  
Fri, 14 August 2020
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Saturday, 04 July 2020 08:00

Tambah Dua Perempuan Positif, Kasus Corona di Tuban Belum Berhenti

Tambah Dua Perempuan Positif, Kasus Corona di Tuban Belum Berhenti

Reporter: Ali Imron

blokTuban.com - Kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Tuban sepertinya masih belum berhenti. Data yang dirilis Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tuban pada Jumat (3/7/2020) malam, terdapat dua pasien konfirmasi positif baru. Pasien perempuan tersebut berasal dari Kecamatan Bancar dan Kenduruan.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tuban, Endah Nurul Komariyati mengungkapkan, dari hasil tes RT-PCR yang dikeluarkan oleh Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit Surabaya, kedua pasien tersebut hari ini dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19.

"Hari ini terdapat dua lagi pasien  konfirmasi positif Covid-19, atau secara kumulatif menjadi 104 orang," jelasnya, Sabtu (4/7/2020). 

Dengan rincian 38 Sembuh, 7 meninggal dunia dan 59 masih dalam perawatan atau isolasi. Adapun penambahan pasien baru dari Kecamatan Bancar adalah perempuan 56 Tahun yang sebelumnya berstatus PDP.

Sedangkan pasien dari Kecamatan Kenduruan adalah perempuan 48 tahun yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang sayur keliling. Saat ini yang bersangkutan menjalani rawat inap di salah satu Rumah Sakit di Bojonegoro.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Tuban ini juga menerangkan, penambahan masih terjadi dari Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Dari data peta sebaran Covid-19 Kabupaten Tuban terlihat ada satu PDP baru dan meninggal dunia pada dini hari tadi yaitu Laki-laki (57) asal Kecamatan Widang. Dari hasil Rapid tes menunjukkan reaktif.

"Hari ini juga ada satu PDP sembuh yaitu Laki-laki 66 tahun asal Semanding," imbuh Endah Nurul.

Sehingga secara kumulatif jumlah PDP sebanyak 110 orang dengan keterangan  60 orang Sembuh, 31 meninggal dunia dan 19 lainnya masih dalam pengawasan.

Untuk jumlah ODP secara kumulatif ada 662 orang dengan keterangan 631 orang selesai pemantauan dan 31 orang masih dalam pemantauan. [ali/rom]

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Tag : Covid, corona, positif



PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more