17:00 . KPU Tuban Optimis Partisipasi Pemilih di Pilkada 2020 Tetap Tinggi   |   16:00 . Tracing Lanjutan Lima Orang Positif Corona   |   15:00 . Perkiraan Gelombang Laut, untuk Lima Hari ke Depan   |   14:00 . Jelang Hari Raya Idul Adha, Sejumlah Kebutuhan Pokok Terpantau Naik   |   13:00 . ´╗┐Siapkan 20.000 Rapid Test Gratis Bagi Peserta UTBK Kurang Mampu   |   12:00 . Giat Cipkon, Tak Pakai Masker Langsung Ditindak   |   10:00 . Dahan Pohon Patah Usai Diserempet Truk, Satu Sepeda Motor Rusak   |   08:00 . Patroli Gabungan Skala Besar, Sasar Warkop, Kafe hingga Lokasi Balap Liar   |   21:00 . Sehari Ada Tambahan 7 Kasus Positif Baru   |   20:00 . Pengendara Motor Tabrak Pohon Hingga Meninggal Dunia   |   12:00 . 7.015 Pekerja Seni Bisa Beraktifitas Lagi 24 Juli   |   09:00 . Ponpes Langitan Siap Sambut New Normal   |   08:00 . Tambah Dua Perempuan Positif, Kasus Corona di Tuban Belum Berhenti   |   07:00 . Demi Manfaat Maksimal, Ini Waktu Terbaik untuk Minum Kopi   |   21:00 . Pesan Direktur Utama Pertamina EP pada MWT di PEP Asset 4 Poleng Field   |  
Mon, 06 July 2020
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Monday, 29 June 2020 16:00

Diskoperindag Klaim Jamur Enoki Belum Beredar di Pasar Tradisional

Diskoperindag Klaim Jamur Enoki Belum Beredar di Pasar Tradisional

Reporter: Ali Imron

blokTuban.com - Ramai soal penarikan produk jamur enoki diimpor dari Green Co. Ltd, Korea Selatan (Korsel), Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Tuban, Agus Wijaya buka suara.

Dirinya mengklaim jamur yang diduga terkontaminasi bakteri listeria monocytogenes dan dapat menyebabkan penyakit listeriosis tersebut belum sampai beredar di pasar tradisional.

"Setahu saya belum ke pasar tradisional di Tuban," terang Agus Wijaya kepada blokTuban.com, Senin (29/6/2020).

Untuk rencana razia atau penyisiran jamur enoki, Diskoperindag belum menjadwalkan. Kendati demikian, dalam waktu dekat tim ketahanan pangan akan menggelar rapat.

Dilansir dari detik.com, Kepala Pusat Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan, Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan) Yasid Taufik menegaskan, selain jamur enoki yang diimpor dari Green Co. Ltd, Korea Selatan (Korsel) masih aman untuk dikonsumsi.

Oleh karena itu, menurut Yasid produk jamur enoki selain yang diproduksi Green Co. Ltd masih diizinkan untuk beredar. Jamur enoki yang terkontaminasi hanya ditemukan pada produk yang diproduksi oleh Green Co. Ltd Korsel.

Selain itu, sebenarnya bakteri listeria monocytogenes bisa mati jika dimasak dengan suhu di atas 75 derajat celcius.

"Iya yang kita periksa itu yang dari Korsel. Dan terindentifikasi dari importir tersebut. Tapi tadi sebetulnya aman kalau dipanaskan dengan suhu itu," jelas Yasid.

Meski ada peringatan dini, Yasid meminta masyarakat tidak panik dan diperbolehkan untuk mengonsumsi jamur enoki dengan ketentuan dipanaskan terlebih dahulu.

BKP sebelumnya sudah menegaskan sampai dengan hari ini di Indonesia belum ditemukan adanya Kejadian Luar Biasa (KLB) karena kontaminasi bakteri dari jamur enoki, seperti yang terjadi di Amerika Serikat (AS), Australia, dan Kanada. [ali/col]

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Tag : Enoki, jamur



PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more