16:00 . Dandim Tuban Tanam Pohon di Kawasan Air Terjun Nglirip   |   15:00 . Meski Dihimpit Pandemi, Capaian BAZNAS Tuban Lampaui Target   |   14:00 . Anggota DPRD di Tuban Mengecat Lubang Jalan yang Bahayakan Pengendara   |   13:00 . Unirow Tuban Peringkat 154 dari 2.136 Perguruan Tinggi se-Indonesia   |   12:00 . Hindari Tumpahan Kalsium di Jalur Pantura, Pengendara Motor Jatuh   |   10:00 . Inilah Kriteria Orang Tak Bisa Disuntik Vaksin Covid-19 Sinovac   |   07:00 . Orangtua, Yuk Kenali Gaya Belajar Anak!   |   17:00 . KPU Tuban Tetapkan Lindra-Riyadi Sebagai Bupati dan Wabup Terpilih   |   11:00 . Terapkan Sistem Tiket, Rumah Persinggahan Gelar Pameran Seni Rupa   |   10:00 . Satgas Covid-19 Tuban Minta Warga Batalkan Gelar Acara Hiburan   |   09:00 . Pencarian Korb4n H4nyut di Sungai Avur Desa Cendoro   |   08:00 . Hilang 3 Hari, Korban Hanyut Avour Suru Terapung di Jembatan Glodok   |   07:00 . Bantu Menstruasi Lebih lancar, Konsumsilah 5 Makanan Ini Secara Teratur   |   17:00 . Tinjau Tanggul Embung Jebol di Plumpang, BPBD: Penanganan Darurat Akan Dilakukan   |   15:00 . Perubahan Tata Ruang Wilayah Picu Banjir di Tuban   |  
Sat, 23 January 2021
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Tips Aman Hindari Udara Panas dan Gerah Saat Kemarau

bloktuban.com | Wednesday, 27 May 2020 11:00

Tips Aman Hindari Udara Panas dan Gerah Saat Kemarau

Reporter: Ali Imron

blokTuban.com - Banyak masyarakat mengeluhkan suasana gerah dan panas dalam beberapa hari terakhir. Terkait hal tersebut BMKG menjelaskan suasana gerah secara meteorologis disebabkan suhu udara yang panas disertai dengan kelembapan udara yang tinggi.

Kelembapan udara yang tinggi menyatakan jumlah uap air yang terkandung pada udara. Semakin banyak uap air yang dikandung dalam udara, maka akan semakin lembap udara tersebut, dan apabila suhu meningkat akibat pemanasan matahari langsung karena berkurangnya tutupan awan, suasana akan lebih terasa gerah.

"Laporan pencatatan meteorologis suhu maksimum udara (umumnya terjadi pada siang atau tengah hari) di Indonesia dalam 5 hari terakhir ini berada dalam kisaran 34 - 36°C. Beberapa kali suhu udara >36°C tercatat terjadi di Sentani, Papua," kata Herizal Deputi Bidang Klimatologi BMKG dalam siaran resminya, Rabu (27/5/2020).

Di Jabodetabek, pantauan suhu maksimum tertinggi terjadi di Soekarno/Hatta 35°C, Kemayoran 35°C, Tanjung Priok 34,8°C, dan Ciputat 34,7°C. Demikian juga wilayah lain di Jawa, siang hari di Tanjung Perak suhu udara terukur 35°C.

Wilayah perkotaan terutama di kota besar umumnya memiliki suhu udara yang lebih panas dibandingkan bukan wilayah perkotaan. Sementara itu catatan kelembapan udara menunjukkan sebagian besar wilayah Indonesia berada pada kisaran >80% - 100%, yang termasuk berkelembapan tinggi.

"Fenomena udara gerah sebenarnya adalah fenomena biasa pada saat memasuki musim kemarau. Untuk Jabodetabek, periode April-Mei adalah bulan-bulan di mana suhu udara secara statistik berdasarkan data historis memang cukup tinggi, selain periode Oktober-Nopember," imbuhnya.

Pada musim kemarau suhu udara maksimum di Jakarta umumnya berada pada rentang 32-36°C. Udara panas gerah juga lebih terasa bila hari menjelang hujan, karena udara lembap melepas panas laten dan panas sensibel yang menambah panasnya udara akibat pemanasan permukaan oleh radiasi matahari.

Perkembangan musim kemarau hingga Pertengahan Mei 2020 menunjukkan bahwa sebanyak 35% wilayah Zona Musim (ZOM) sudah memasuki musim kemarau, diantaranya sebagian besar wilayah di NTT dan NTB, sebagian Jawa Timur bagian selatan, sebagian Jawa Tengah bagian utara dan timur, sebagian Jawa Barat bagian utara dan timur serta Bekasi bagian utara, Jakarta bagian utara, dan sebagian daerah Papua dan Maluku.

Masyarakat dihimbau tidak panik dengan suasana gerah yang terjadi, tetapi tetap perlu menjaga kesehatan dan stamina sehingga tidak terjadi dehidrasi dan iritasi kulit. "Banyak minum dan makan buah segar sangat dianjurkan, termasuk memakai tabir surya, sehingga tidak terpapar langsung sinar matahari yang berlebih dan lebih banyak berdiam dirumah pada saat pemberlakuan PSBB," pintanya.

Herizal juga meminta masyarakat untuk terus mengikuti pembaharuan informasi BMKG terkait perkembangan musim, informasi prediksi cuaca dan iklim, indeks kualitas udara dan kadar sinar ultraviolet matahari yang baik dan merusak bagi tubuh kita. [ali/rom]

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Tag : Cuaca panas, suhu, kemarau



PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Wednesday, 30 December 2020 17:00

    Cangkruk Mathuk Bersama EMCL

    Lomba Essay dan Fotografi EMCL, 3 Reporter BMG Raih Juara

    Lomba Essay dan Fotografi EMCL, 3 Reporter BMG Raih Juara Pasca dilaksankan Cangkruk Mathuk dalam jaringan (daring) yang digelar operator Lapangan Banyuurip, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bersama para wartawan 3 Kabupaten pada Rabu (25/11/2020), dilanjutkan dengan lomba essay dan...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more