07:00 . Berapa Jarak Usia Ideal antara Seorang Anak dan Adiknya?   |   19:00 . Disparbudpora Tuban Cek Kesiapan Jelang Pembukaan Bioskop   |   18:00 . Ini Jumlah Disabilitas di Tuban   |   17:00 . BLT Kemensos Diperpanjang, ini Besaran Nominalnya   |   16:00 . 93 Ribu Pelaku Usaha Mikro di Tuban Terdampak Covid-19   |   15:00 . Polres Rumuskan Strategi Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi   |   13:00 . Pengawasan Tiga Paket Jalan Lingkar Diperketat   |   11:00 . Wabup Sidak Mall Pelayanan Publik, Layanan Satu Pintu   |   11:00 . Rekom Pilkada Turun, Kang Yudi Undi Hadiah 20 Umroh Gratis   |   10:00 . Gugatan Ditolak, Mantan Kades Sumurgung Siapkan Gugatan Lagi   |   09:00 . Pertamina Siap Distribusikan 35 Ribu Paket Konverter Kit untuk Nelayan & Petani   |   07:00 . Yuk, Lakukan 6 Rutinitas Pagi demi Hari yang Produktif dan Tak Lesu   |   18:00 . Ini Prediksi Gelombang Laut Wilayah Tuban dan Sekitarnya   |   17:00 . AHY Rekomendasikan Lindra-Riyadi Maju Pilkada Tuban   |   14:00 . Jatim Bermasker, Polisi Bagikan 5000 Masker Gratis   |  
Fri, 07 August 2020
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Wednesday, 27 May 2020 13:00

31.418 Usaha Mikro di Tuban Hadapi Kendala Modal dan Pasar

31.418 Usaha Mikro di Tuban Hadapi Kendala Modal dan Pasar

Reporter: Ali Imron

blokTuban.com - Berdasarkan data Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Kabupaten Tuban, pada tahun 2019 jumlah usaha mikro tumbuh hingga menjadi 31.418 unit. Jumlah ini melonjak 2,47 persen dari kondisi tahun sebelumnya.

Bupati Tuban, Fathul Huda menyebut hal ini menunjukkan adanya semangat dari masyarakat Tuban untuk berkreasi melakukan usaha produktif. Sekaligus memanfaatkan sumber daya alam yang ada diwilayahnya, untuk menjadi produk yang bernilai jual.

"Sehingga dapat menjadikan nilai tambah ekonomi dalam rangka meningkatkan pendapatan," tulis Bupati Huda dalam LPJKnya 2019, Selasa (26/5/202).

Jumlah usaha mikro memang melonjak drastis, akan tetapi mereka harus menghadapi kendala modal. Dinas Koperindag menyebutkan rata-rata pelaku usaha mikro memiliki keterbatasan kemampuan untuk memenuhi syarat di perbankan untuk mendapat kredit usaha.

Tak cukup di permodalan, usaha mikro juga harus menghadapi kesulitan masuknya produknya ke pasar toko modern. Pemkab menelusuri bahwa kualitas produk yang dihasilkan usaha mikro sebagian masih di bawah standarr pasar modern.

"Selain pasar modern, produk usaha mikro juga kurangnya daya saing ke pasar nasional maupun internasional," imbuhnya.

Beberapa langkah Pemkab untuk meringankan beban usaha mikro yaitu, mengembangkan sistem informasi (usaha dan jaringan pasar) online.

Meningkatkan kerjasama dengan Pemerintah Pusat, Provinsi, dan Balai Diklat Koperasi dan UMKM untuk meningkatkan SDM pelaku UMKM guna peningkatan kualitas, usaha dan permodalan.

"Kami juga mendampingi UMKM dalam akses dana kepada perbankan dan APBD provinsi LPDB. Sekaligus memfasilitasi pemasaran produk UMKM melalui pameran serta memfasilitasi UMKM untuk peningkatan kualitas produk," pungkasnya. [ali/rom]

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Tag : umkm, usaha, pengusaha



PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more