19:00 . Dekatkan Layanan Online Sampai Desa   |   18:00 . Arus Balik Idul Adha di Jalur Pantura Tuban Terpantau Lancar   |   17:00 . Khozanah Hidayati Legowo Jika Tak Direkom Sebagai Bacabup   |   16:00 . Masih Tutup, Air Terjun Nglirip Tolak Ribuan Pengunjung   |   15:00 . Jelang Pilkada, Khozanah Hidayati Deklarasi Media Center   |   14:00 . Marka Jalan Belok Kiri Belum Ada, ini Kata Dishub   |   12:00 . Semester 1 2020, SIG Catatkan Kenaikan Laba Bersih 26,3%   |   07:00 . Dampak Anak Nonton Youtube, Baik atau Buruk?   |   14:00 . RTH Sekaligus Tempat Konservasi Rusa Mulai Ramai Dikunjungi Warga   |   13:00 . Perbaikan, Jalan Gajahmada Tuban Diberlakukan Satu Arah   |   10:00 . Idul Adha, Berkah Bagi Pengepul Kulit Hewan Kurban   |   07:00 . Bisa Cegah Stroke, Ini Manfaat Lain Bunga Pepaya   |   15:00 . 500 PNS akan Pensiun Tahun 2020, Target BKD 349 Formasi CPNS Terpenuhi   |   14:00 . Produksi Sumur SKW-21 Menjadi 9.821 BOPD   |   12:00 . ExxonMobil Indonesia Menunjuk Presiden Baru   |  
Tue, 04 August 2020
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Monday, 18 May 2020 17:00

Polemik BPNT, Miyadi Akan Panggil Semua Rantai Distribusi

Polemik BPNT, Miyadi Akan Panggil Semua Rantai Distribusi

Reporter: Ali Imron

blokTuban.com - Beras bantuan program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kabupaten Tuban kembali viral di media sosial, karena kondisinya berulat dan berkutu. 

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tuban, Miyadi geram dan meminta Dinas Sosial (Dinsos) untuk membenahi dan evaluasi internal.

"Jika tidak ada pembenahan, DPRD akan bertindak tegas. Akan kami panggil semua rantai distribusi dan dimintai keterangan satu per satu. Setelah itu, DPRD akan mengeluarkan rekomendasi," terangnya. 

Jeleknya kualitas beras BPNT, lanjut Miyadi disebabkan panjangnya rantai distribusi. Akhirnya untuk mendapat banyak, kualitas beras ditekan di bawah standar dari pemerintah. 

Jika kualitas beras BPNT ini ingin kualitasnya bagus, maka harus diputus mata rantai panjang tersebut. Ada lima rantai distribusi hingga beras diterima konsumen atau Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Mulai dari penyedia barang, koordinator wilayah, suppliyer, agen, baru ke konsumen. 

"Belum lagi rantai yang tidak terlihat masing-masing juga ingin dapat untung banyak," terangnya. 

Menyikapi permintaan evaluasi beras BPNT dari DPRD, Plt. Dinsos Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Tuban, Joko Sarwono mengatakan, akan menindaklanjuti arahan tersebut. 

"Saat ini kami masih menyusun SOP penyaluran beras," sambungnya. 

Sementara itu, praktik di lapangan jika ada temuan beras yang kualitasnya buruk agen langsung mengganti dengan yang lebih baik. [ali/rom]

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Tag : Beras, bpnt, beras berkutu, beras tak layak



PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more