18:00 . 15 Tahun Jualan Pentol Goreng, Pria Klotok Pertahankan Kualitas Rasa   |   17:00 . Kasus Covid-19 Melandai, Permintaan Plasma Konvalesen di Tuban Nihil   |   15:00 . Sisir Pantura Tuban, Petugas Gabungan Amankan Puluhan Botol Miras   |   12:00 . Pengendara Motor di Tuban Meninggal Tertabrak Truk   |   11:00 . Tak Diberi Izin Latihan di Desa Sumberarum, Begini Respon Ketua Pagar Nusa Tuban   |   10:00 . Truk Tronton Muatan Biji Gandum Terbakar di Pantura Tuban   |   09:00 . Digusur dari Jakarta, Sekarang Laris Jualan Es Campur dan Gado-gado   |   08:00 . Berbekal Resep dari Youtube, Usaha Street Food Korea ini Hasilkan Omset Jutaan   |   07:00 . Catat! 5 Fakta Penting Soal MPASI yang Wajib Diketahui Orangtua   |   19:00 . Pemuda 24 Tahun Ini Sulap Hobi Rawat Kucing Jadi Peluang Bisnis   |   18:00 . Perpres Terkait Dana Abadi Pesantren Ditandatangani Jokowi, Ini Pesan Kemenag Tuban   |   17:00 . Pembangunan Stasiun Kereta Api di Kilang Tuban Sedang Dikaji   |   16:00 . Kilang TPPI Tuban Ditargetkan Jadi Penghasil Petrokimia Terbesar di Asia Tenggara   |   15:00 . Warga Bejagung Lor Pertahankan Tradisi Manganan di Tengah Pandemi   |   14:00 . Pengganti Ilmi Zada di Wakil Ketua DPRD Resmi Dilantik   |  
Sat, 25 September 2021
Jl. Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

IKSG: Pekerja Outsorching PT. TRUBA Digilir, PT. VUFA Dikurangi

bloktuban.com | Monday, 18 May 2020 21:00

IKSG: Pekerja Outsorching PT. TRUBA Digilir, PT. VUFA Dikurangi

Reporter: Ali Imron

blokTuban.com - Manajemen PT. Industri Kemasan Semen Gresik (IKSG) Kabupaten Tuban akhirnya buka suara melalui sambungan telepon kepada reporter blokTuban.com, perihal aksi mogok kerja ratusan pekerjanya hari ini, Senin (18/5/2020).

Hasanudin CSR PT. IKSG menjelaskan, memang ada pengurangan operasional mesin 1 dan 2. Untuk teknis di lapangan, besaran jumlah karyawan yang dirumahkan belum final dan terus dikoordinasikan.

"Mekanismenya IKSG mengurangi nilai kontrak dengan outsorching, kemudian pihak outsorching yang mengurangi pekerjanya," terangnya.

Polemik ini masih berlanjut dan dicari jalan keluar. Manajemen IKSG membenarkan adanya pengurangan pekerja, tapi untuk outsorching PT. TRUBA tidak dikurangi dan diganti masuk separuhan. Misalnya masuk dua minggu liburnya dua minggu.

"Lebih sederhanya pekerja di PT. TRUBA ini dua hari kerja dua hari off," imbuhnya.

Udin sapaan akrabnya menjelaskan, pandemi Covid-19 berdampak besar di manajemen IKSG. Karena pandemi nasional berdampak pada PT. Semen Indonesia (persero) (SIG), maka permintaan kantong semen ke IKSG berkurang seiring menurunnya produksi semen di SIG.

Keputusan untuk meng-off-kan mesin dirasa tepat, dan jika kondisi sudah normal atau pandemi berakhir pekerja yang dirumahkan bisa bekerja kembali. Perusahaan tidak akan mengambil karyawan dari yang lain, tapi dari mereka.

Di lapangan memang sudah ramai soal offnya dua mesin IKSG, tapi sampai saat ini belum ada satu nama pun yang dikurangi. Baik dari IKSG atau pihak alih daya.

"Bukan PHK istilah yang tepat di rumahkan misal dari PT. VUVA itu berapa orang dan dari PT. TRUBA digilir," tambahnya.

Kendati demikian, komunikasi dengan pekerja kebetulan ada yang senior. Jika kebijakan ini berlaku diharapkan masa kerja pekerja diperhitungkan. Manajemen belum ambil kebijakan final, dan masih berusaha mengambil yang terbaik.

Pantauan blokTuban.com di lokasi, ratusan pekerja mogok kerja setelah komunikasi dengan manajemen IKSG buntu. Kepala Desa Socorejo, Karangasem, dan Temaji Jenu datang dan mendukung gerakan pekerja menolak PHK massal sepihak.

"Kami mendukung gerakan pekerja menolak PHK. Pesan saya jangan anarkis dan besok polemik ini akan dibahas di Pendopo Kecamatan Jenu difasilitasi Forkopimka," sambung Kades Socorejo, Z. Arief Rahman Hakim.

Sebelumnya, Koordinator pekerja IKSG, Agus Siswoto mengungkapkan, sebelum aksi mogok kerja pagi tadi pekerja masuk dan bekerja seperti biasa. Perwakilan pekerja kemudian komunikasi dengan pihak manajemen.

"Hasilnya deadlock, IKSG tetap menjalankan PHK massal," terang Siswoto di lokasi aksi.

Total pekerja yang di PHK di masa pandemi Covid-19, lanjut Siswoto ada 82 orang. 26 pekerja diantaranya dari PT. VUFA dan 56 orang lainnya dari PT. TRUBA.

Info yang beredar PHK di IKSG ini berlangsung dua tahap, dan hampir 160 pekerja akan di putus kontrak kerjanya. Oleh karena itu pekerja menolak kebijakan ini. [ali/rom]

Tag : pekerja, semen



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 07 August 2021 14:00

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf Aliansi alumni dan mahasiswa IAINU Kabupaten Tuban pada Sabtu (7/8/2021) pagi menggereduk gedung rektorat yang terletak di Jalan Manunggal Kelurahan Sukolilo, Kecamatan/Kabupaten Tuban. Kedatangan puluhan massa tersebut untuk menanyakan legalitas...

    read more