12:00 . Restorasi Kilang Tuban Tinggal Lima Persen   |   11:00 . Dugaan Sementara, Mayat Bayi di Pantai Sengaja Dibuang   |   10:00 . Mayat Bayi Perempuan Ditemukan Tengkurap di Pantai Tuban   |   09:00 . Hadapi Tiga PSN, TPPI Siapkan Pemuda Terampil Bersertifikat BNSP   |   08:00 . Perdana, 'TABANA' Dikukuhkan Sebagai Madrasah Tangguh di Tuban   |   07:00 . 5 Cara Agar Lekas Move On dari Seseorang yang Ghosting Kamu   |   17:00 . Menteri Kelautan dan Perikanan Lepas Kontainer Ke-90 Ekspor Olahan Ikan   |   16:00 . Lebih Ramah Lingkungan, Warga Denpasar Coba Pertalite   |   15:00 . KBM Serentak 13 Juli, Ini Kata Kemenag Tuban   |   14:00 . Pertamina Pakai Sistem Konsinyasi Selesaikan Sisa Lahan Kilang GRR Tuban   |   13:00 . Seratus Persen Kilang GRR Tuban Olah Minyak dari Luar Negeri   |   12:00 . Bupati Resmikan Yayasan Al-Chusnaniyah Jadi Madrasah Tangguh   |   09:00 . Pasien Positf Covid-19 Tambah 1, Seorang PDP Meninggal   |   08:00 . Keluar Masuk Hutan Setiajit Temui Warga Pelosok   |   07:00 . Mungkinkah Penggunaan Masker Wajah Melemahkan Sistem Kekebalan Tubuh?   |  
Thu, 09 July 2020
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Sunday, 03 May 2020 11:00

Tebar Jaring Udang Vaname Dua Kali, Bupati Huda Belum Hoki

Tebar Jaring Udang Vaname Dua Kali, Bupati Huda Belum Hoki

Reporter: Ali Imron

blokTuban.com - Bupati Tuban, Fathul Huda ikut memanen udang Vaname di tambak budi daya tradisional di Desa Cempokorejo, Kecamatan Palang, Minggu (3/5/2020).

Didampingi Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak), Amenan, Bupati Huda mencoba menebarkan jaring untuk menangkap udang kualitas ekspor. Tak puas, jaring ditebar hingga dua kali.

Sebelum melemparkan jaring, salah satu pekerja tambak budidaya memberi contoh. Ujung jaring harus dipegang kuat, sedangkan ujung satunya harus dipastikan terbuka seperti payung ketika dilepaskan.

Bupati kelahiran Montong inipun seketika penasaran, dan langsung mencobanya. Tebar jaring pertama sudah dilakukan, dan hasilnya ada dua sampai tiga udang nyangkut. Penyebabnya ujung jaring tidak mengembang.

Butuh teknik dan kebiasaan untuk bisa menebarkan jaring udang. Karena ujung jaring terpasang rantai panjang untuk menghambat udang tidak lepas saat masuk jaring.

Sekali kurang puas, Bupati dua periode inipun melemparkan kembali jaringanya. Sayangnya hasilnya sama saja. Jaring tidak mau mengembang dan udang yang ditangkap tidak sebanyak pekerja menyontohkan.

"Susah juga nangkap udang pakai jaring," canda Bupati di tengah panen.

Dua kali gagal, membuat ekspresi bupati tidak menyenangkan. Harapan awal bisa menangkap udang dengan melimpah.

Kendati kecewa, bupati tetap mengapresiasi karena pembudidaya udang masih bisa eksis di saat kritis seperti ini. Pandemi ini yang bahaya bukan hanya yang terpapar, tapi efek sosial dan ekonomi juga perlu diwaspadai.

"Kalau semuanya berhenti mau makan apa. Tetaplah bekerja dengan menerapkan sop kesehatan," tutur mantan Ketua PCNU Tuban.

Salah satu tambak udang yang panen milik Nurul Huda, luasnya 1,5 hektar. Terbagi dalam tujuh petak dengan luasan masing-masing 2.500-3.000 meter².

"Kami tebar 1,5 juta ekor benur dan hasil panen kisaran 2-2,5 ton per petaknya," terang pengusaha tambak udang vaname, Nurul Huda kepada blokTuban.com.

Untuk harga sendiri, vaname cukup bagus dan naik terus. Saat ini Rp51.000 per size 100 ekor dalam 1 Kilogramnya. Jika ditimbang ada jarak size misalnya 80, maka jarak per size harga ditambah Rp300. Kendati demikian, panduannya Rp51.000 per size 100. [ali/rom]

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Tag : udang, bupati tuban, tambak, panen



PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more